UUUFFFF  ... Tak habis2nya itu Manusia2 MENGHAYAL  dan HIDUP dalam
KETERBELAKANGANNYA ..... ( kalau dengar DONGENG 2 orang2 KAMPUNG SEPERTI IN
-
rsanya INDONESIA ITU adalah NEGRI PEDALAMAN YG PALING DALAM  di KONTENENTAL 
AFRIKA .........
Maaf - Tapi Muak saya mendengar atau membaca berita seperti ini, rasanya
Indonesia ii peradabannya masih dalam tingkat Kebuadayaan Jaman BATU....

 

 
-------Original Message-------
 
From: sunny
Date: 14.3.2010 20:13:58
To: Undisclosed-Recipient:,
Subject: [inti-net] Habis Dimandikan Kembang Ular itu Dilepas + Ular Pemakan
Mayat ini .....
 
  
Refleksi : Neters, jangan pakai pakai putih, nanti dikira mayat oleh ular,
lau disantap. Pakai yang hitam-hitam, bagusnya juga tutup muka atau
berpakaian burkha. Pasti selamat! 

Ular dimandikan? Ada-ada saja kepercayaan. 

Kalau lebar perut 40 cm mungkin baru santapan enak dan tidak bisa banyak
bergerak.

http://www.bangkapos.com/detail.php?section=1&category=13&subcat=13&id=17258

Habis Dimandikan Kembang Ular itu Dilepas 

Sumber : Muchsin/SURYA 
BANGKAPOS.COM, PAMEKASAN -- Meski ular itu sudah lama dilepas dan
dikembalikan ke tempat semula di lubang kuburan ambruk, namun sampai
sekarang masih menjadi pembicaraan hangat di kalangan masyarakat, Batuma-mar
 Pamekasan.

Bahkan, sebagian besar masyarakat Batumar-mar, meyakini ular sepanjang 4
meter diameter 40 cm yang ditangkap Madin, 42, warga Kampung Kabe'en, Desa
Bujur Barat, Kecamatan Batumar-mar, sebagai ular jadi-jadian.

Warga menyebut ular itu berjenis Cobra namun pengamat ular dari Fakultas
Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (Unair), E Joko Putranto
menduga jenisnya ular sawah atau ular piton. Jika ular piton, kemungkinan
merupakan jenis retikulatus. Ini merupakan ular piton yang sisiknya berwarna
hitam.

Selain diduga memangsa mayat, ular berkulit hitam dan lorek putih itu
dipercaya mengerti bahasa manusia. Sehingga Madin yang mengurung ular di
dalam kotak kayu berpintu kawat selama 21 hari kemudian melepasnya kembali.
Setelah ditangkap, ular itu sempat diajak di tengah kerumunan warga dan
ketika dilepas, lebih dulu dimandikan air kembang dan airnya diminum ular
sampai habis.

"Ular itu benar-benar aneh. Tidak seperti ular biasa yang sering kami lihat.
Setiap kami melihat ular di dalam kotak, tubuh saya merinding dan bulu kuduk
berdiri. Sorot matanya memancarkan mistik," kata Solehoddin, warga Desa
Bujur Barat, Sabtu (13/3).

Misdin yang sudah empat kali melihat ular dari jarak dekat bersama puluhan
warga lainnya, mengaku tidak berani lagi menatap kepala ular. Sebab setiap
warga melihat, kepala ular itu berdiri tegak, mengembang seperti hendak
memangsa. Lidahnya menjulur ke luar masuk dan tatapan matanya menyapu
pengunjung.

"Warga tidak ada yang berani mendekati makam ambruk tempat bersarangnya ular
itu. Namun jika ditemani Pak Madin, kami berani ke sana, hanya saja tidak
boleh berlama-lama, khawatir ular itu marah," ungkap Solehoddin.

Madin, yang selama ini sering menangkap ular menceritakan, beberapa waktu
lalu, sekitar pukul 09.00 WIB, ia tengah bersiap- siap hendak ke luar kota.
Tiba-tiba dari kejauhan terdengar sayup-sayup suara seseorang minta tolong
sambil memanggil namanya. Ketika Madin berlari ke arah suara, ia melihat
Raji, 35, tetangganya berlari ketakutan dikejar ular. "Waktu itu saya
melihat ular mengejar dengan posisi tubuh bagian depan berdiri dan nyaris
mematuk tubuh Raji, yang mengenakan baju putih," kata Madin.

Kemudian, ayah empat anak itu menghadang ular dan berdiri seperti menantang.
Mendadak ular berdiri. Pada saat itu Madin menangkap dengan memegang
kepalanya. Seketika ular yang semula diameter tubuhnya 40 cm meter tiba-tiba
mengecil hampir 8 cm dan terlihat lemas seperti tidak punya tenaga.

Berita tertangkapnya ular aneh itu mengundang puluhan warga sekitar. Awalnya
sebagian warga meminta Madin segera membunuh ular itu, namun Madin menolak,
karena ada sesuatu yang aneh. Menurut Madin, saat itu ia mengatakan kepada
warga dirinya mungkin orang yang tidak waras. Ia meminta warga menyaksikan
dirinya berdialog dengan ular.

"Hei Cobra, jika kamu benar-benar ular, maka saya dan warga akan membunuhmu
sekarang juga. Tapi jika kamu bukan ular, tolong tunjukkan bisa beracun dan
gigi taringmu yang tajam," kata Madin, kepada ular.

Ular yang semula tubuhnya lemas dan mulutnya tertutup rapat, lambat laun
menganga. "Ayo buka yang lebar, warga ingin melihat taringmu," tukas Madin.
Kemudian ular memperlebar mulutnya, sehingga delapan taring gigi atas bawah
terlihat jelas.

Selama dikurung dalam kotak kayu berukuran tinggi 75 cm, panjang 60 cm dan
lebar 50 cm, selama 21 hari, ular itu tidak mau makan dan minum. Padahal
Madin sudah memberi katak, belalang dan tahu serta minuman ke dalam kotak. 
Yang membuat kami heran, tubuh ular itu berubah-ubah bentuk. Pagi sampai
siang, pukul 07.00 WIB - 12.00 WIB tubuhnya sebesar paha. Siang sampai
magrib, tubuhnya mengecil seukuran gagang sapu. Dan magrib sampai pagi,
tubuhnya seperti semula," kata Madin.

Diceritakan, sejak ular itu ditangkap, sebagian warga mengaku gelisah dan
sering bermimpi ular. Bahkan, selama ular dikurung di dalam kamar rumah
kosong, tidak turun hujan. Akhirnya warga sepakat ular itu dikembalikan ke
tempatnya di makam Mat Hasan, yang ambruk. Hasan meninggal dua tahun lalu.
Sebelum dilepas, disaksikan puluhan warga, ular itu dimandikan air kembang.

"Saya tahu, selama kamu dikurung, kamu tidak makan dan minum. Ini air
kembang, minumlah," kata Madin kepada ular. Dan saat itu ular langsung
meminum setengah ember air kembang sampai habis.

Anggota DPRD Pamekasan, asal Batumar-mar, Munaji, mengatakan, sebagian
masyarakat menganggap ular pemangsa mayat, jelmaan makhluk. "Kami sudah
mengimbau kepada masyarakat, jangan terlalu percaya dengan mitos itu," kata
Munaji.

Pengamat ular dari Unair, E Joko Putranto, sebelumnya juga menganggap aneh
kalau ada ular Cobra memakan mayat. Ia menyebut, ular liar selalu memakan
makhluk hidup. Ia menduga ular yang ditangkap kemudian dilepaskan di
Pamekasan itu adalah ular piton.

"Rasanya aneh jika ular liar makan mayat. Dan biasanya, kalau sangat
kelaparan, ular piton masuk kampung untuk memangsa ayam atau hewan hidup
yang lain. Bukan membuat liang di kuburan," terang Joko.

++++

http://www.bangkapos.com/detail.php?section=1&category=13&subcat=13&id=17209

Ular Pemakan Mayat ini membuka Mulutnya Tiap Melihat Kain Putih 

Sumber : kompas. com 
PAMEKASAN, BANGKAPOS. com - Warga Bujur Barat, Kecamatan Batumarmar,
Pamekasan, Madura, Jawa Timur, menangkap seekor ular cobra berukuran panjang
sekitar empat meter, yang diketahui memakan mayat. 

Ular berukuran besar dengan diameter 40 cm meter ini berhasil ditangkap
warga di pemakaman umum desa setempat, saat ular tersebut sedang keluar dari
lubang sebuah kuburan yang ambruk. 

"Ular ini sebenarnya jinak, namun ketika melihat orang yang berpakaian putih
langsung membuka mulutnya seperti hendak memangsa orang itu," kata Kepala
Desa Bujur Barat, Rajaie, Jumat (12/3/2010). 

Ular cobra berukuran besar itu diyakini sebagai pemangsa mayat, karena di
pemakaman umum Desa Bujur Barat banyak makam yang ambruk dan tidak diketahui
mayatnya. 

Salah satu indikasi bahwa yang memangsa mayat warga yang hilang di dalam
kuburan di desa itu, jika ular tersebut melihat orang berpakaian putih
langsung membuka mulut dan hendak memakan orang itu. 

"Mayat di kuburan itu, kan dibungkus kain putih. Makanya begitu melihat
orang berpakaian putih langsung membuka mulut, mungkin dikira mayat juga,"
ucapnya.

[Non-text portions of this message have been removed]



 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke