Refleksi : Mengapa teroris dari Jawa melakukan lathian perang di Aceh? Bukankah 
 masa pendukung mereka dan  petinggi NKRI  yang dekat dengan para teroris 
berada di Jawa. 

Dari segi taktik kemiliteran perang gerilla adalah bunuh diri melakukan  
latihan di tempat yang banyak musuh, TNI dan polisi. Bila dibandingkan dengan 
wilayah-wilayah lain dalam kekuasaan NKRI, di Aceh konsentrasi militer 
terpadat. Belum lagi masalah bahasa untuk berkomunikasi dengan penduduk 
pedesaan, bahasa Jawa berbeda dengan bahasa pendudk Aceh, selain para teroris 
diberi kursus intensif bahasa Aceh. 

Mengingat berbagai macacam masalah yang ditimpakan kepada masyarakat, agaknya 
skenario sendiwara teror ini dibuat untuk mengalihkan perhatian masyarakat dari 
masalah-masalah misalnya kasus Bank Century, kourpsi, kemiskinan, pembodohan 
masyarakat ke arah lain, yaitu memberi gambaran kepada umum bahwa rezim 
berhasil menumpas terorisme, padahal yang mereka tumpas adalah kaki tangan 
mereka sendiri. Hal ini, anatara lain bisa dilihat bahwa selama ini tidak ada 
"pemipin" teroris yang ditangkap hidup-hidup untuk bisa diperoleh keterangan 
seluas-luasnya tentang jaringan mereka. Sebagai tambahan untuk mengerti apa 
yang dimaksudkan silahkan Anda lihat video footage, agar mungkin bisa terilham 
apa yang dimaksudkan: http://www.youtube.com/watch?v=5L-9HcTb1es 

Pada pihak lain dengan adanya yang disebut "terorisme" di Aceh ini, ialah untuk 
menaruh Aceh dalam peta politik umum bahwa di Aceh bercokol kaum teror a la 
taliban & Co.  Hidup sendiwara Abunawas!Ayo ramai-ramai tepuk tangan! Jangan 
malu-malu kucing. Tepuk tangan!


http://www.antaranews.com/berita/1268719664/kapolri-teroris-di-aceh-dpo-dari-jakarta

Kapolri: Teroris di Aceh DPO dari Jakarta
Selasa, 16 Maret 2010 13:07 WIB | Peristiwa | Hukum/Kriminal | 


Aceh Besar (ANTARA News) - Kepala Kepolisian Negara RI (Kapolri), Jenderal 
Polisi Bambang Hendarso Danuri, menegaskan bahwa para tersangka teroris yang 
hingga saat ini masih dilakukan pengejaran aparat kepolisian di Provinsi Aceh, 
merupakan kelompok Daftar Pencarian Orang (DPO) dari Jakarta.

"Para tersangka baik yang telah ditangkap maupun yang masih dalam pengejaran 
polisi adalah kelompok yang masuk dalam DPO karena terlibat dalam berbagai aksi 
bom di Jakarta," katanya di Aceh Besar, Selasa.

Hal itu disampaikan dalam arahan singkat Kapolri saat mengunjungi Markas polisi 
sektor (Mapolsek) Leupung, sekitar 25 kilometer arah barat Kota Banda Aceh.

Kapolri menegaskan bahwa mereka yang tertangkap, tewas dan masih dalam 
pengejaran aparat kepolisian di Aceh itu adalah terkait dengan jaringan 
peledakan bom, antara lain JW Marriot, Rizt Carlton di Jakarta, beberapa bulan 
lalu.

"Selain itu, kelompok teroris tersebut juga jaringan terkait rangkaian 
peledakan bom seperti bom Bali dan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta," jelas 
jenderal polisi itu. 

Aparat kepolisian Polsek Leupung, menangkap delapan tersangka teroris dan dua 
anggota jaringan tersebut tewas ditembak karena hendak melarikan diri ketika 
dihentikan di depan Mapolsek tersebut.

Kapolri bersama sejumlah perwira Mabes Polri yang didampingi Gubernur Aceh 
Irwandi Yusuf, Kapolda Aceh Irjen (Pol) Aditya Warman dan Pangdam Iskandar Muda 
Mayjen TNI Hambali Hanafiah, mengunjungi Tempat Kejadian Perkara (TKP) 
tertembaknya dua tersangka teroris pada Jumat (12/3). 

Kapolri Bambang Hendarso Danuri juga mengatakan pihak Polda Aceh telah mencium 
adanya sekelompok orang yang berlatih di Aceh berdasarkan laporan yang 
diberikan masyarakat di provinsi ujung paling barat Indonesia ini.

Berdasarkan laporan itu, Kapolri menugaskan Densus 88 untuk mendukung Polda 
Aceh guna mengungkap jaringan teroris tersebut.

"Polri tidak pernah berhenti dan tidak ragu serta berkomitmen untuk menumpas 
jaringan teroris di seluruh Indonesia," tegas Bambang.

Kapolri menyatakan, pemerintah daerah, TNI dan Polri serta seluruh elemen 
masyarakat khususnya di Aceh mendukung upaya pengejaran terhadap jaringan 
teroris itu. 

"Tahapan-tahapan itu terus dikembangkan dan terjadi operasi di sejumlah wilayah 
sampai ke Jakarta. Dulmatin juga tewas bersama dua anak buahnya dalam 
penyergapan di Pulau Jawa," ujarnya menambahkan.

Baca Juga
  a.. Lanal Karimun Optimalkan Radar Pantau Teroris
  b.. Kapolsek Leupung Bangga Dapat Cium Tangan Kapolri
  c.. Chavez Bantah Tersangka Eta Venezuela Teroris
  d.. Keluarga Teroris Jaja Tunggu Hasil Tes DNA
  e.. Kapolri Tinjau TKP Penyergapan Teroris di Aceh Besar








[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke