Ini pertanda bagus. Setelah dilanjutkan, nanti kalau pas Pemilu, Pemerintah tinggal bilang, ini hasil pembangunan terbaik yang kami hasilkan dari pemerintahan kabinet kali ini. Kalau Anda suka, pilih partai yang pendukung pemerintah kali ini, biar kita bisa teruskan lanjutkan prestasi baik ini. Biar makin banyak peningkatan angka pengangguran dan makin banyak PHK nya. Kalau perlu, Pemerintah akan berikan insentif pajak dan insentif fiskal lainnya buat pelaku bisnis dan pelaku usaha yang berhasil meningkatkan jumlah pengangguran dan melakukan PHK dengan skala besar-besaran. Ini benar2 luar biasa, baru belum lama kabinet bekerja, sudah berhasil dengan luar biasa. Coba bayangkan kalau sudah 5 tahun.
Sampai Maret 2010, Angka PHK Capai 68.332 Orang Wahyu Daniel - detikFinance Jakarta - Sampai awal Maret 2010 angka Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di Indonesia tercatat mencapai 68.332 orang, sedangkan karyawan yang dirumahkan mencapai 27.860 orang. Namun angka PHK ini sama sekali tidak berkaitan dengan pelaksanaan ASEAN-China Free Trade Agreement (AC-FTA). Demikian diungkapkan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Rabu (17/3/2010). Muhaimin mengatakan terdapat kemungkinan adanya potensi peningkatan PHK akibat implementasi perjanjian perdagangan bebas ASEAN dan China (AC-FTA). Namun hingga saat ini hal tersebut belum terjadi. "Kondisi ini memang tidak bisa dielakkan. Oleh karena itu pekerja Indonesia mau tidak mau harus meningkatkan produktivitas, kompetensi, dan disiplin demi meningkatkan daya saing," katanya. Beberapa sektor usaha yang kemungkinan akan berpotensi terkena dampak pelaksanaan AC-FTA, di antaranya adalah tekstil, perdagangan, dan manufaktur. Namun pemerintah akan tetap memantau dan melakukan terobosan untuk menghindarkan adanya PHK bagi para pekerja atau buruh Salah satu usaha Pemerintah juga sedang meninjau ulang beberapa peraturan ketenagakerjaan, antara lain soal pengupahan dan pemakaian tenaga kerja asing untuk mendorong iklim usaha lebih kondusif demi menghindari PHK. Selain itu Kemenakertrans pun tengah mengadakan program kewirausahaan untuk memperluas kesempatan kerja. Muhaimin menambahkan saat ini yang perlu dikembangkan adalah kesadaran untuk meningkatkan produktivitas pekerja secara mandiri. Apabila produktivitas dan kompetensi pekerja naik, perusahaan–perusahaan tentunya akan bias bertahan dan terhinda dari pemutusan hubungan kerja.
