Refleksi : Penyakit  atau anehnya karena pada stadium permulaan dihinggapi 
penyakit tidak ada dokter yang bisa memberikan diagnos tepat untuk dirawat 
setempat atau ditempat lain. NKRI adalah suatu negara aneh  ataukah  keanehan 
yang keliru tercipta.

http://www.equator-news.com/index.php?mib=berita.detail&id=15863

Rabu, 17 Maret 2010 , 00:37:00

Pasien Asal Belitang Menderita Penyakit Aneh
Dirawat di RSUD Karena Tertimpa Pohon


 
Makin, 50 tahun, saat terbaring di RSUD Sanggau. (FOTO Andri Supiandi/Equator)

SANGGAU. Makin, 50, pasien asal SP 5 Desa Sungai Maboh, Kecamatan Belitang 
Tengah Kabupaten Sekadau menderita penyakit aneh. Sekujur tubuhnya ditumbuhi 
benjolan aneh (papiloma multiple). 

Kehadiran ayah lima anak itu di RSUD Sanggau sejak 15 Maret lalu, bukan karena 
penyakit tersebut. Namun karena luka memar dan bengkak di bahu kirinya akibat 
tertimpa pohon kayu saat mencari kayu bakar di hutan.

Dijumpai awak Koran ini di ruang perawatan, Selasa (16/3), Makin berbaring di 
tempat tidurnya. Tampak sebuah jarum infus tertusuk di lengan kirinya.

Timotius, 27, anak kedua Makin, mengungkapkan penyakit benjol yang terjadi pada 
ayahnya memang sudah lama terjadi. Anehnya, menurut pengakuan Timotius, 
penyakit yang diderita ayahnya itu juga dialaminya dan tiga saudara lain, Nika, 
30, Ladia, 19, dan Sabinus, 13. Sementara adiknya Lipa, 22, tidak mengalami 
penyakit aneh tersebut. 

"Selain bapak, saya dan tiga saudara saya yang lainnya juga mengalamai penyakit 
ini. Hanya satu adik saya yang tidak seperti ini," ungkapnya.

Menurut Timotius, benjolan yang keluar dari tubuhnya itu memang tidak membawa 
efek apa-apa bagi diri dan keluarganya. Dikisahkannya, penyakit itu muncul saat 
saat dia dan saudaranya berusia 11 atau 12 tahun. "Tidak ada gatal-gatal yang 
kami rasakan. Penyakit ini muncul saat kami berusian sekitar 11, 12 atau 13 
tahun," ceritanya. 

Tomotius mengungkapkan, merasa penyakit tersebut tidak berbahaya, keluarganya 
sengaja tidak memeriksakannya ke medis. "Kan tidak menular, jadi tidak 
apa-apa," ujarnya.

Hal yang sama juga diungkapkan Selfinus, 24, adik ipar Tomotius yang merupakan 
suami Lipa. Selfinus mengatakan dari lima bersaudara, hanya istri dan ibu 
mertuanya saja yang tidak menderita penyakit tersebut. Dia menyimpulkan jika 
penyakit tersebut bukan menular. "Jadi tidak apa-apa. Dokter pun bilang tidak 
menular. Kata dokter penyakit ini sejenis tumor tapi tidak bahaya," ungkapnya.

Dirawatnya mertuanya di RSUD Sanggau saat ini bukan karena penyakit 
benjol-benjolan yang berada di sekujur tubuhnya. Tapi karena bahu kiri 
mertuanya tertimpa dahan kayu yang rapuh saat mencari kayu bakar di hutan. 

Benjolan tersebut tampak muncul di sekujur tubuh Makin hingga ke telapak kaki. 
Benjolannya ada yang berukuran besar sebesar bola pimpong Sementara Timotius, 
sekujur tubuhnya juga mulai tampak benjolan-benjolan kecil. (dri) 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke