Refleksi : Dengarlah Bengawan Solo dibawakan oleh Andy Tielman : 
http://www.youtube.com/watch?v=ATo8qV4Cgaw

http://www.suarapembaruan.com/index.php?modul=news&detail=true&id=14707


2010-03-18 
Cuaca Buruk Bengawan Solo Meluap, Ngawi Siaga I Banjir


ANTARA/Fikri Ali
Petugas mengevakuasi warga yang terjebak banjir di perumahan Rejomulyo Permai, 
Madiun, Jawa Timur, Rabu (17/3). Banjir Kali Madiun yang terjadi Rabu pagi 
merendam sejumlah kelurahan dan desa di Madiun dan Ngawi, Jawa Timur, yang 
mengakibatkan ribuan rumah, hektaran sawah dan sejumlah ruas jalan terendam 
sehingga menyebabkan sebagian jalur lalu lintas lumpuh.


[NGAWI] Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi, Jawa Timur (Jatim), menetapkan 
Siaga I untuk mengantisipasi banjir besar, karena ketinggian air Bengawan Solo 
yang melintas di wilayah tersebut, terus menunjukkan peningkatan, dari empat 
meter menjadi lima meter lebih. Bahkan, ketinggian air di pal pantau skala 
meter di kaki Jembatan Ngunengan dan Jembatan Kwadungan, Kamis (18/3) pagi, 
sudah mencapai 6,83 meter. Jika di kawasan hulu sungai terpanjang di Pulau Jawa 
itu volume airnya bertambah 0,18 meter saja, maka dipastikan kawasan permukiman 
dan persawahan di daerah aliran sungai Bengawan Solo di Kabupaten Ngawi dilanda 
banjir bandang. 


"Kita sejak semalam sudah menaikkan bendera banjir karena sudah dalam kondisi 
Siaga I, setelah ketinggian air di Jembatan Ngunengan, Jembatan Kwadungan 
(Bengawan Solo), dan Jembatan Dungus (Sungai Madiun) berada di atas 6,5 meter. 
Pemkab Ngawi beserta instansi terkait langsung melakukan koordinasi guna 
mempersiapkan berbagai upaya penyelamatan penduduk di daerah yang rawan dari 
sergapan bencana banjir," demikian Sekda Pemkab Ngawi, Mas Agoes Nirbito M 
dalam pernyataan disampaikan Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemkab Ngawi, 
Eko Pramono kepada SP di Malang, Kamis pagi. 

Bendera Siaga I banjir Bengawan Solo dinaikkan, menurut Koordinator Satkorlak 
Penanggulangan Bencana Alam Kabupaten Ngawi, Suryadi untuk memberikan informasi 
terbaru kepada warga agar waspada. "Mulai Kamis pagi ini, pemkab beserta 
instansi terkait sudah mulai melakukan persiapan khusus mengingat ketinggian 
air dipastikan bertambah jika petang ini di kawasan hulu sungai turun hujan 
lebat," katanya. Dia membenarkan, batas puncak elevasi ketinggian air Sungai 
Madiun dan Sungai Bengawan Solo, baru akan tumpah ke wilayah ibu kota Kabupaten 
Ngawi jika mencapai 8 meter. 


Sementara itu, menurut Kepala Dinas Pengairan Kabupaten Ngawi, Maryono, kendati 
ketinggian air kedua sungai itu belum mencapai angka puncak maksimal, yakni 8 
meter, namun air bah luapan kedua sungai itu sudah meluas. Sejumlah desa di 
beberapa kecamatan di Kabupaten Madiun dan Kota Madiun yang berbatasan dengan 
Ngawi, sudah banyak yang terendam banjir sejak semalam. 

Kalteng
Ribuan rumah warga terendam banjir setinggi 1,5 meter akibat Sungai Sebangau, 
di Kalteng, meluap sejak Rabu pagi. Selain itu tanaman di ladang dan ternak 
banyak yang mati akibat banjir yang berlangsung sejak 3 Maret lalu."Hujan lebat 
turun setiap hari ditambah air kiriman dari bagian hulu membuat air menumpuk 
dan merendam daerah ini 1,5 meter lebih," kata Camat Sebangau Kuala, Kabupaten 
Pulang Pisau, Kalteng Drs Edy Purwanto kepada SP, di Sebangau, Kamis pagi.


Dikatakan, Kecamatan Sebangau memiliki delapan desa, enam desa di antaranya 
terendam banjir. Dari pendataan dilakukan sebanyak 9.174 jiwa kini diungsikan 
ke tempat yang lebih tinggi karena rumah mereka terendam. Ditambah lagi debit 
air masih terus naik bersamaan dengan volume hujan yang terus turun 
lebat.Kepala Dinas Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Pulang Pisau, Suhaimi 
mengatakan, pihaknya telah menerima laporan dari Camat Sebangau Kuala tentang 
bencana banjir. [070/106/WMO/M-16]


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke