http://www.sinarharapan.co.id/cetak-sinar/berita/read/membedakan-kebaikan-dan-keburukan/
Kamis, 18 Maret 2010 13:32
Membedakan Kebaikan dan Keburukan
Redaksi Yth,
Tertembaknya Dulmatin, gembong teroris Asia Tenggara yang merupakan buronan
internasional, menunjukkan besarnya upaya pemerintah dalam memerangi
terorisme.
Akan tetapi, alangkah anehnya jika ada yang berpikir bahwa semua itu merupakan
langkah pencitraan yang dilakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk
menutupi kasus Bank Century. Lalu apa hubungannya antara Dulmatin dengan
Century? Menurut pendapat saya pribadi, jika SBY melakukan sebuah pencitraan
di masyarakat, tujuan yang dicapai pun tidak ada. Sebab, di tahun 2014 nanti
Beliau tidak dapat dipilih kembali, dan justru mereka yang menuduh demikian
itulah yang berusaha mencari simpati masyarakat.
Juga tidak ada hubungannya dengan rencana kedatangan Presiden Amerika Serikat
Barack Obama dan kunjungan Presiden SBY ke Australia baru-baru ini. Meskipun
SBY berpidato di tengah parlemen Australia, itu untuk menunjukkan bahwa tak
ada tempat bagi terorisme di Indonesia. Lalu sampai kapankah kita berpikir
sempit menanggapi berbagai permasalahan di negeri ini?
Rasa aman dan tenteram harus dimunculkan dari dalam diri sendiri, yang kemudian
dikembangkan di tengah masyarakat. Indonesia merupakan negara yang mayoritas
penduduknya muslim, lalu mengapa para teroris tersebut harus berada di
Indonesia? Jika mereka memang menerapkan jihad, lakukanlah terlebih dahulu
untuk keluarganya dengan jalan membahagiakan, jangan menimbulkan kesengsaraan
berkepanjangan.
Akibat perilaku mereka, keluarga yang ditinggalkan pun jadi menderita. Berapa
banyak anak-anak yang akhirnya menjadi yatim? Belum lagi dampak luas terhadap
perekonomian negara jika yang dijadikan sasaran adalah pusat perkantoran dan
pariwisata. Berapa banyak penganggur yang akan muncul?
Yang dicari para teroris adalah sebuah kepentingan dan ambisi pribadi dengan
menghalalkan berbagai cara. Dalam Islam tidak diajarkan tentang membunuh,
bahkan semut pun dilarang dianiaya, apalagi manusia. Untuk itu marilah kita
secara bersama-sama tidak memberikan ruang bagi para teroris di negeri ini.
Kunjungan Presiden Obama ke Indonesia dan kunjungan SBY ke Australia
bertujuan untuk meningkatkan citra Indonesia di mata dunia. Pemerintah mau
menunjukkan betapa keamanan dan ketertiban di negeri ini terjamin, hubungan
antarnegara bertujuan meningkatkan ekonomi masyarakat agar lebih sejahtera,
serta kerja sama militer terus dibina demi meningkatkan kemampuan individu
prajurit dan kerja sama di bidang persenjataan.
Agama apa pun mengajarkan cinta kasih dan tak ada perbedaan manusia di dunia
ini, baik dari agama, pekerjaan, maupun bangsanya. Yang membedakan adalah
perbuatan baik dan buruk. Untuk itu, marilah kita tumbuhkan rasa kebersamaan
dan kerja sama yang tinggi demi terciptanya keamanan dan ketenteraman di negeri
ini, demi kemakmuran bangsa.
Agung Hendrawan
Ketua Karang Taruna RW 09, RT 08/09 No. 14
Kebon Jeruk, Jakarta Barat
[Non-text portions of this message have been removed]