Refleksi : Apakah tidak keliru merayakan hari ulang tahun berhala peninggalan 
kolonial Belanda?


http://regional.kompas.com/read/2010/03/18/2215542/Meriah..Peringatan.100.Tahun.Semen.Padang


Meriah, Peringatan 100 Tahun Semen Padang
Kamis, 18 Maret 2010 | 22:15 WIB
PADANG, KOMPAS.com - Menghitung kenikmatan dari nikmat udara, air, matahari, 
dan bulan purnama. Kita diberi nikmat kecerdasan dan kesehatan, rezeki dan 
keturunan, tetumbuhan dan hewan, kebahagiaan dan keindahan. Sepenggal bait 
puisi itu keluar dari suara menggetarkan budayawan Taufik Ismail dalam 
peringatan 100 tahun berdirinya PT Semen Padang, Kamis (18/3/2010) malam, di 
Padang, Sumatera Barat. 

Barisan puisi itu dikolaborasikan dengan alunan musik instrumental dari gesekan 
violin Idris Sardi. Taufik mengungkapkan dalam barisan puisinya tentang 
harapan-harapan terhadap anak-anak Indonesia. Kerinduan anak Indonesia mendaki 
jenjang pendidikan menjadi insan yang mau bekerja keras, serta hidup dalam 
budaya kejujuran. 

Memperingati 100 tahun berdirinya Semen Padang, musisi Idris Sardi, budayawan 
Taufik Ismail, dan artis Yuni Shara turut memeriahkan pesta syukuran ini. Tak 
ketinggalan, grup musik Semen Padang dan musik tradisional Sumatera Barat.


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke