Reflekis: Kemiskinan makin buruk berarti jumlah orang menjadi miskin bertambah 
banyak. Berita sebelumnya menurut  LIPI dalam analisanya yang diumumkan Rabu 
(28/5) kemarin menyatakan kenaikan harga BBM akan meningkatkan jumlah penduduk 
miskin sebanyak 4,5 juta jiwa dari 37,2 juta orang (16,58 %) pada Maret 2007 
menjadi 41,7 juta jiwa (21,92 %). 

Kalau kemiskinan makin buruk berarti juga pendapatan penduduk makin merosot, 
tetapi hal ini  agaknya tidak berarti pendapatan di kalangan kaum berkuasa dan 
disekitar panggung kekuasaan juga menurun, Sebagi contoh, menurut  Jaw Pos 
ttgl. 6 Maret 2010 dikatakan:" "Total harta kekayaan SBY per 23 November 2009 
mencapai Rp 7,61 miliar dan USD 269,73 ribu. Dalam pelaporan sebelumnya pada 14 
Mei 2009, kekayaan SBY mencapai Rp 6,84 miliar. Sedangkan harta kekayaan 
Boediono pada 30 September 2009 sebesar Rp 28,08 miliar dan USD 16 ribu. Pada 
pelaporan 30 April 2009, total kekayaan mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) itu 
Rp 22,06 miliar". Para menteri-menteri rezim juga tidak buruk berkat penambahan 
kekayaan mereka.

 welfare of the poor.

  



http://www.suarapembaruan.com/index.php?detail=News&id=15233
2010-03-25 
Kemiskinan Makin Buruk


sp/ignatius liliek
Wardah Hafidz



Suara Wardah Hafidz begitu lantang ketika berbicara mengenai masalah 
kemiskinan, khususnya di DKI Jakarta. Setiap ada masalah kemiskinan yang 
mencuat di media massa, tanpa sungkan dan takut, dia mengeluarkan kritikan 
pedas kepada Pemprov DKI Jakarta.


Wardah juga mendirikan organisasi Urban Poor Consortium (UPC) yang memfokuskan 
diri pada isu kaum miskin kota. Baginya, masalah kemiskinan di Jakarta tidak 
akan pernah dapat tuntas selama Pemprov DKI tidak mengedepankan prinsip dasar 
perlindungan kepada warga Jakarta.


"Penanganan masalah kemiskinan di Kota Jakarta seharusnya tidak dengan 
pendekatan legal formal atau kekerasan, tapi dengan menata dan mengatur. Dalam 
membuat aturan pun kelompok miskin harus diajak bicara dan didudukan bersama. 
Mereka ikut dilibatkan, jadi aturannya tidak sepihak," tutur perempuan 
kelahiran Jombang, 28 Oktober ini kepada SP, Kamis (25/3).


"Pemprov DKI Jakarta memang memiliki fasilitas pelayanan kemiskinan. Tapi, itu 
hanya untuk kelompok miskin yang berada di tanah-tanah legal atau yang jelas RT 
dan RW-nya, sehingga mereka bisa memiliki KTP. Sedangkan, kelompok yang paling 
miskin, yang hidupnya menumpang di tanah-tanah tidak legal, sehingga tidak 
memiliki KTP sesuai domisili diabaikan. Inilah yang membuat kemiskinan di DKI 
Jakarta terus memburuk dari tahun ke tahun," ucapnya. [Y-6]

++++

http://manduamastapanulibarat.wordpress.com/2009/03/07/kepala-bappenas-target-menurunkan-kemiskinan-gagaltak-terpenuhi/

Kepala Bappenas: Target Menurunkan Kemiskinan Gagal/Tak Terpenuhi
Ditulis oleh MANDUAMAS di/pada Sabtu, 7 Maret, 2009

Jakarta (SIB), Maret 7th, 2009, Kegagalan pemerintah memenuhi target penurunan 
angka kemiskinan yang diungkap Kepala Bappenas Paskah Suzeta, menjadi bumerang 
pemerintahan SBY. "Akan menjadi tradisi sehat bagi demokrasi jika presiden 
berani mengumumkan kegagalannya memenuhi janji," kata Direktur Lembaga Pemilih 
Indonesia (LPI) Boni Hargens, Kamis (5/3). 



Menurutnya, Jika Seorang pemimpin gagal memenuhi target yang dibuatnya, dia 
seharusnya malu mencapreskan lagi. "Budaya ini lahir karena pemilih sudah 
berani berkata, katakan tidak pada pemimpin yang gagal penuhi janjinya," 
tandasnya di Jakarta. Kementerian Negara Perencanaan Pembangunan Nasional 
(Bappenas) dalam rapat kerja dengan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) pada Selasa 
lalu (3/3), mengatakan target menurunkan kemiskinan tahun 2009 di angka 8,2% 
tak terpenuhi. Pemerintah hanya mampu menurunkan pada kisaran 12-13,5%. Menurut 
Boni, saat ini yang terjadi justru tradisi sebaliknya yakni tradisi klaim 
keberhasilan pemerintah. 



Jika keberhasilan itu faktual karena inovasi dan kerja keras pemerintah, tentu 
harus diapresiasi. "Tapi sayang, itu klaim bukanlah keberhasilan yang 
sesungguhnya." Dia lalu menyebutkan, penurunan harga BBM karena harga minyak 
dunia turun mencapai 75%, tapi pemerintah hanya menurunkan 25%. Anggaran 
Pendidikan di APBN 2009 sebesar 20%, merupakan kewajiban konstitusional yang 
harus dilakukan pemerintah siapa pun. "Harga sembako murah, justru ini paling 
tidak terbukti." tandasnya.


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke