Jakarta, KabariNews.com - Di saat pemerintah melalui Direktorat Jenderal 
Pajaknya heboh mengkampanyekan kepada masyarakat agar membayar pajaknya, 
tiba-tiba muncul gerakan "Boikot Bayar Pajak".

Gerakan ini merupakan buntut dari kasus penggelapan dana pajak senilai Rp 25 
miliar yang diduga melibatkan nama Gayus Tambunan, yang merupakan salah satu 
pegawai kantor Ditjen pajak.

Gerakan yang diberinama "Gerakan 1.000.000 Facebookers Dukung BOIKOT BAYAR 
PAJAK untuk KEADILAN", tersebut muncul di halaman jejaring sosial facebook.

Para pendukung gerakan ini bahkan telah mencapai 11,713 facebooker, dan terus 
bertambah.

Nama Gayus Tambunan sendiri muncul kepermukaan setelah mantan Kabareskrim 
Komjen Susno Duadji menyebutkan terdapat makelar kasus pajak di tubuh Polri.

Sosok Gayus pun saat ini tengah menjadi sorotan public, karena uang sejumlah Rp 
25 miliar tersebut diduga masuk ke dalam rekening pegawai kantor pajak golongan 
IIIA tersebut.

Berikut ini beberapa komentar di wall akun facebook tersebut.

"Sebelum transparant penggunaan pajak benar2 untuk rakyat...mari boikot pajak," 
tulis Lisdianto Nugroho.

"ORANG BIJAK BAYAR PAJAK....ORANG PAJAK(Gayus)
NILEP PAJAK.!!!!," kata Ivanka Slankers Stsetia.

"kita sbg pegawai biasa dipaksa bayar pajak walopun keberatan.. tp mereka dg 
mudahnya mengambil uang bermilyar2 yg bukan hak nya. apa kata dunia.. rakyat 
kecil hny menonton mereka yg berkuasa bagi2 jatah korupsi..hancurlah negara 
kita," kata Ika Setiani.

"bayar pajak seh boleh boleh saja,tp kl bikin rakyat menderita,APA KATA 
DUNIA???," kata Devi Armand.

"rakyat khususnya tax payers tidak pernah benar2 merasakan manfaat dari 
membayar pajak ke negara. uang pajak dari rakyat kebanyakan hanya untuk 
memfasilitasi pejabat2 saja dan sering juga diselewengkan spt kasus gayus," 
kata Muhammad Ikhwan.

"Kasihan temen-temen di kantor pajak yang bener-bener hidup bersih. Mereka jadi 
malu menyandang korps pegawai pajak karena segelintir oknum atau segerombolan 
oknum???" kata Ayu Widia Gayatri. 
http://www.KabariNews.com/?34691

Kirim email ke