Bls.: Pemerintah Tajikistan melaksanakan Tugas Sejarah, seperti yang dianjurkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan baik (ikuti article dibawah). Usbekistan, Kirgistan, Turkmenistan dan Kasakhstan juga melaksanakan hal yang sama seperti Pemerintah Tajikistan.
Hanya R.I. Susilo Bambang Yudhoyono yang membawa Bangsa Indonesia satu Abad kebelakang, seperti kekuasaan Kalifah Osman di Turki, yang menTeror 1,5 Juta Penduduk Armenia. Kebudayaan Badui yang miskin. barisan merahputih Tajikistan jails 56 Muslim activists for extremist activities © RIA Novosti. 16:1610/03/2010Tajikistan's top court on Wednesday sentenced 56 followers of Tablighi Jamaat (TJ), a radical Muslim group, for extremist activities in the Central Asian state. "Twenty-three defendants were given jail terms of between 3 and 6 years, while the remaining 33 individuals were fined between [$8,000 and $16,000]," a court spokesman said. The members of the group were arrested in a mosque in Dushanbe in December 2009. The trial began several weeks later. It was held behind closed doors at a Dushanbe pretrial center. Tajik authorities often jail and sentence members from TJ, as well as from Hizb-ut-Tahrir, both of which are banned in the country. TJ is a transnational movement whose official aim is a spiritual revival of Muslims. Members of the group say they inspire people to refrain from sin and follow the true path of Islam. TJ was founded in 1926 as an independent movement in India. The group began its expansion in 1946, and within two decades has spread its activities to Southwest and Southeast Asia, Africa, Europe, and North America. Concerns about TJ role have risen after 9/11 attacks on the United States. TJ was outlawed as an extremist group in Tajikistan in 2006. TJ gained international media attention when it announced plans of building the largest mosque in Europe in Dewsbury, Britain. --- Pada Sab, 8/5/10, sunny <[email protected]> menulis: Dari: sunny <[email protected]> Judul: [GELORA45] Indonesia Miliki Tugas Sejarah Mengembalikan dan Membangun Kejayaan Islam Kepada: [email protected] Tanggal: Sabtu, 8 Mei, 2010, 2:28 PM http://www.presiden sby.info/ index.php/ fokus/2010/ 05/07/5406. html Jumat, 7 Mei 2010, 11:43:57 WIB Indonesia Miliki Tugas Sejarah Mengembalikan dan Membangun Kejayaan Islam Jakarta: Sebagai sebuah negara nasional yang berpenduduk mayoritas muslim, Indonesia memiliki tugas sejarah untuk mengembalikan dan membangun kejayaan dan keagungan Islam. Penegasan tersebut disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada bagian lain sambutannya pada Kongres Umat Islam Indonesia V di Ruang Serbaguna Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta Timur, Jumat (7/5) pagi. Negara-negara Islam di dunia, jelas Presiden, meletakkan harapan kepada Indonesia sebagai salah satu pemimpin dalam membangun peradaban dunia. Dan juga turut aktif dalam menjembatani peradaban Islam, Timur, dan Barat. "Kita tidak mengenal dan tidak boleh membiarkan terjadinya benturan antarperadaban, clash of civilization," ujar SBY. "Yang kita kenal dan harus terus kita bangun adalah kerukunan atau harmoni antarperadaban, " tambahnya. Menurut SBY, di kalangan internasional, Indonesia diakui sebagai contoh, role model, dimana Islam, demokrasi, dan modernitas dapat berjalan seiring dan sejalan. "Dunia menyaksikan bahwa Islam, demokrasi, dan modernitas dapat tumbuh dan berkembang. Saling mendukung dan saling memperkuat di negeri kita," jelas Presiden SBY. Prinsip-prinsip sosial politik yang diajarkan Islam juga turut mendorong tumbuhnya masyarakat yang sejahtera, demokratis, dan berkeadilan. Terkait dakwah-dakwah Islam di tanah air, Presiden mengatakan sudah menunjukkan peningkatan. "Menunjukkan kualitas yang lebih baik dan kuantitas yang lebih berkembang," kata Presiden. Meskipun Indonesia bukan negara Islam, namun dalam menetapkan peraturan perundang-undangan, pemerintah telah mengadopsi beberapa dari ajaran Islam, seperti UU Perkawinan, UU Wakaf, UU Zakat, dan UU Haji. "Peraturan perundang-undangan itu memberi manfaat dan maslahat yang sangat besar bagi kepentingan umat Islam," Presiden menjelaskan. Di akhir sambutannya, Presiden SBY meminta para pemimpin bertindak nyata untuk membangun kepatuhan kepada aturan, etika, dan pranata dengan memberikan contoh yang baik kepada masyarakat, pendidikan, sosialisasi, dan bimbingan yang persuasif. "Saya sungguh menggarisbawahi pendekatan dan cara-cara yang edukatif dan persuasif dalam menegakkan aturan dan pranata daripada cara-cara yang represif dan punitive atau penghukuman, " tandas SBY. (yun) Link Terkait: Kongres Umat Islam Indonesia ke-V Dibuka Presiden SBY Pemimpin Tanpa Kesiapan Akan Jadi Beban [Non-text portions of this message have been removed]
