ini ADA lagi --- "MALING YANG TERIAK MALING " ....
JK: Titik Lemah RI Bidang Ekonomi ..... ( salah satu diantaranya kongkretnya
kan : "POLITIK PAHALWAN DIVISA dan atau "POLITIK KULI KONTRAKT " - dan
POLITIK PERKEBUNAN KELAPA SAWIT ...... KAN ??? yang menunjukan BAGAIMANA
KELAMAHAN2 nya KABINET SBY+ J.K YG SANGAT TERGANTUNG pada " EXPORT - KULI
( karena ketidak- sanggupan Kabinet tsb menciptakan STRATEGY atau POLICY
dari Struktur Export dan Import Indonesia dan Pembabatan Hutan Belantera
Indonesia demi "PERSAINGAN EXPORT MINYAK KELAPA SAWIT DNG MALAYSIA " dan sbg
akibat dari Kebodohan Kabinet SBY+ J.Kalla atas AGITASI Negara2 Industri
Dunia (dng Dalih "Bahan Bakar Ekologi") ... yg menghimbau agar Negara2
berkembang merubah Export bahan energi bumi (Minyak Tanah) - dng Hasil
perkebungan Bunga Matahari - Pohon Jarak dan atau Kelapa Sawit ....... MAKA
DIBABATLAH SEKIAN RIBU HEKTAR 2 HUTAN2 BELANTERA ( RAIN FOREST ) diseluruh N
usantara ...yg dibabat gundul dan terancam Musnah- nya Flora dan Fauna
exotic dikepulauan Nusantara ...dan dirubah menjadi PERKEBUNGAN KOLOSAL "
KELAPA SAWIT DAN POHON JARAK" ....... ( Padahal maksud beberapa Negara
Penghasil Minyak Dunia Terbesar - adalah Justru Mengurangi Persainagn
Produksi dan Export Minyak Tanah -- Impact terhadap Harga Bahan Bakar
terkait ...disatu pihak dan PENGURANGAN EMISI SECARA DRASTIS YG BESAR
PENGARUHNYA TERHADAP GLOBAL WARMING - yg sebenaranya PENYEBAB AKTIVENYA -
ADALAH JUSTRU "NEGARA2 INDUSTRI BESAR DIDUNIA INI " ....... dan " BUKAN
NEGARA2 BERKEMBANG SEPERTI INDONESIA DAN AFRIKA " .......
Note: Ternyata akhir2 ini banyak Negara2 Maju dan lapisan Masyarkat ilmiah
dan intektuil yg kembali mengupas tentang Modifikasi produksi bahan2 Bakar
dan Energy -
Nota bene "Masalah RENEWABLE ENERGY " dengan kata lain Beo
ENERGY - dianggap tidak meyakinkan
** BELUM LAGI " BUDAYA KORUPSI DAN GROUP MAFIA SEGALA JENIS , SERTA POLITIK
SALING LINDUNG - MELINDUNGI ( kasus Lepindo - Bank
Century ( Bank para Pencuri ...??) , dll , dll )...
YANG BETUL2 "MELEMAHKAN PEREKONOMIAN INDONESIA " dengan
ketergantungannya yg sangat besar terhadap EXPORT BAHAN MENTAH
dan sebaliknya Ketergantungannya yg sanagt besar pula atas IMPORT
KAPITAL dan BAHAN2 PANGAN DAN KEBUTUHAN POKOK MASYARKAT
SE-HARI2 ( SEMBAKO )
KONKLUSI : * J.Kalla dalam hal ini TELAH MENGAKUI SENDIRI TENTANG KELEMAHAN
DAN BURUKNYA
STRATEGI EKONOMI DIMASA KABINET - NYA (Kabinet
SBY - J.Kala " INDONESIA BERSATU - Jilid
SATU...... ) ....... Untung pada Kabinet
Indonesia Bersau - jilid II -- J.Kalla sudah sempat hengkang,
makanya sekarang Merasa "Tidak Bersalah dan
Tidak Bertanggung Jawab " atas "KELEMAHAN
RI DI BIADANG EKONOMI INI ".............. (
disinilah Ironinya Topeng2 Politik RI ....)
* Kelemahan Indonesia bukan saja di bidang
EKONOMI ... dan Kelemahan
yang paling menonjol justru - THE BAD GOVERNANCE
EVER SINCE ....
MERDEKA - SEKALI LAGI MERDEKA , BUNG !!!
mrc.-
-------Original Message-------
From: GELORA45
Date: 29.8.2010 4:44:05
To: GELORA_In
Subject: [GELORA45] JK: Titik Lemah RI Bidang Ekonomi
JK: Titik Lemah RI Bidang Ekonomi
Sabtu, 28 Agustus 2010 22:48 WIB | Ekonomi & Bisnis | Makro | Dibaca 898
kali
Malang (ANTARA News) - Mantan Presiden Jusuf Kalla menyatakan bahwa titik
lemah Indonesia saat ini adalah terletak di bidang ekonomi yang belum mampu
menyejahterakan masyarakat secara luas dan merata.
"Berbagai bidang sudah terlayani dan terpenuhi dengan baik, seperti bidang
kesehatan, pendidikan, politik. Namun, perekonomian kita masih sangat lemah,
sehingga menjadi titik lemah negeri kita," tegas Jusuf Kalla ketika menjadi
pembicara dalam "Kajian Ramadan" di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM),
Sabtu malam.
Menurut Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) itu, hal tersebut bisa terjadi
karena tidak banyak umat Islam yang menguasai persoalan terkait perekonomian
Akibatnya, tegas Jufuf Kalla, perekonomian Indonesia sampai sekarang masih
didominasi oleh kaum non-Muslim terutama etnis Tionghoa (China).
Selain yang menguasai bidang ekonomi sangat rendah, katanya, masyarakat
Indonesia pada umumnya lebih memilih menjadi pegawai negeri sipil (PNS) atau
profesi lainnya ketimbang menjadi pengusaha.
Oleh karena itu, lanjutnya, umat Islam dan masyarakat Indonesia harus mulai
bangkit menggali semua potensi ekonominya, sebab potensi ekonomi ini
merupakan suatu kemutlakan yang harus dilakukan.
Ia mengibaratkan bahwa memulai usaha seperti renang. Dimana untuk mahir
berenang harus belajar, demikian juga dengan usaha yang harus dimulai, tanpa
ada niat memulai pasti tidak akan pernah bisa menjadi pengusaha.
"Kalau kita tidak belajar dulu secara teori dan dipraktikkan menjadi seorang
pengusaha, kita tidak akan pernah bisa menjadi pengusaha termasuk pengusaha
dalam bidang perdagangan," ujarnya menambahkan.
Ia mengatakan, rasulallah dulu seorang pedagang, bahkan masuknya Islam ke
Indonesia juga melalui perdagangan, kenapa pondasi yang sudah ada itu tidak
dikembangkan lagi untuk menjadi lembaga atau negara yang mandiri.
Senada dengan Jusuf Kalla, mantan Mendiknas yang juga sesepuh Muhammadiyah
Prof A Malik Fajar mengatakan, menggerakkan perekonomian harus dimulai
dengan niat.
"Niat dan memulai berwira usaha itu memang sulit, tapi memulai itu sudah
menjadi modal berharga dan menjadi pondasi yang kuat bagi berkembangnya
perekonomian yang pada akhirnya mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat
secara luas," tegasnya.
(E009/Z002)
[Non-text portions of this message have been removed]