Bagaimana mau berani�menghadapi lawan yg dah benar2 ngelunjak...ngadepin
rakyatnya sendiri aja�Takut, sampai seorang Bapak yg menuntut keadilan dari
Malang Jawa�ga berani di temuin apalagi bangsa lain....Pulang�-�Pergi�aja di
kawal ketat...Mending Jenderal Naga Bonar aja dah ... Bloon tapi berjiwa Bela
Negara yg tinggi...Hiduplah Indonesia Raya...

Achmad Fatoni ( Tony )




________________________________
From: sunny <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Fri, September 3, 2010 2:47:43 AM
Subject: [inti-net] PDIP Nilai Pidato SBY Tunjukkan Ketakutan Terhadap Malaysia

 
Refleksi : Jangan dikira semua jenderal adalah pemberani seperti Mr Rambo. SBY
bukan Mr Rambo, beliau ada jenderal di belakang meja tulis, bukan jenderal di
medan perang sekali pun pernah belajar ilmu perang di USA, Belgia dan Panama.


Armada TNI AL itu belum tentu sudah sembuh dari 40% penyakit tidak layak
berlayar. Angkatan Udara pun baru beli beberapa pesawat Shukoi dengan kredit
dari Rusia dan pesawat-pesawat perlu dilengkapi pilot-pilotnya yang masih
dilatih. Jadi terang saja berdasarkan beberapa indikator yang dibebutkan diatas
ini membuatSBY, panglima tertinggi NKRI takut dan gemetar menghadapi Malysia,
bagaikan kucing tersiram air hujan.

http://us.detiknews.com/read/2010/09/02/083230/1433243/10/pdip-nilai-pidato-sby-tunjukkan-ketakutan-terhadap-malaysia


PDIP Nilai Pidato SBY Tunjukkan Ketakutan Terhadap Malaysia
Laurencius Simanjuntak - detikNews

Foto Terkait

SBY Pidato Soal Malaysia
Jakarta - Ungkapan kekecewaan atas pidato Presiden SBY soal Malaysia juga
disampaikan PDI Perjuangan. Partai oposisi ini menilai pidato tidak memberikan
efek yang bisa membuat Malaysia lebih menghormati Indonesia.

"Bahkan pidato ini lebih menunjukkan ketakutan SBY akan Malaysia yang superior
dan Indonesia yang tergantung pada Malaysia," kata Ketua Bidang Luar Negeri DPP
PDI Perjuangan, Andreas Pareira, kepada detikcom, Kamis (2/9/2010).

"Tidak ada satu statement pun yang mengingatkan Malaysia akan sikap arogansinya
selama ini. Bahkan terkesan SBY takut kalau hubungan
bilateral memburuk, kita yang dirugikan," imbuhnya.

Andreas menilai, isi pidato jauh dari sikap tegas seorang pemimpin dan seorang
kepala negara, yang harga diri bangsanya dilecehkan oleh bangsa lain. Sikap
presiden seperti itu, katanya, juga tidak akan merubah situasi apapun tentang
hubungan kedua negara.

"Malaysia akan semakin arogan dan melecehkan Indonesia. Sementara rakyat akan
semakin marah, dan mengambilnya caranya sendiri untuk mengatasi arogansi
Malaysia," kata mantan anggota Komisi I DPR ini.

Menurut Andreas, sikap Presiden tersebut adalah cerminan sikap inferior yang
seharusnya tidak perlu dilakukan. Sebab realitanya, Malaysia juga banyak
membutuhkan Indonesia. Bahkan Malaysia lebih membutuhkan Indonesia, ketimbang
Indonesia membutuhkan Malaysia.

"Malaysia tergantung dari TKI kita," tutupnya.
(lrn/ape)

[Non-text portions of this message have been removed]







[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke