INVESTASI Singapura Paling Banyak Masuk Indonesia Laporan wartawan KOMPAS.com Caroline Damanik Rabu, 28 Juli 2010 | 12:08 WIB
KOMPAS.com/ KRISTIANTO PURNOMO Kolam Rendang di Sands SkyPark Fasilitas kolam renang di Sands SkyPark, Hotel Marina Bay Sands, Singapura, Kamis (24/6/2010). Sands SkyPark rancangan arsitek Moshe Safdie tersebut memiliki ketinggian 200 meter dengan luas 12.400 meter persegi atau sekitar 3 lapangan bola. JAKARTA, KOMPAS.com — Dibanding negara Asia lainnya, bahkan Amerika Serikat sekalipun, ternyata Singapura yang paling banyak berinvestasi di Indonesia pada triwulan II-2010. Singapura mendominasi dengan realisasi penanaman modal asing di Indonesia sekitar 41 persen. "Tujuan utamanya Batan, Bintan, dan Karimun," tutur Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan di Kantor BKPM, Rabu (28/7/2010). Nilai investasinya mencapai 1,6 miliar dollar AS dengan total 156 proyek. Singapura banyak menanamkan investasi di sektor transportasi, gudang, dan telekomunikasi. Negara lainnya yang mayoritas berinvestasi yaitu Hongkong menempati 20 persen realisasi investasi penanaman modal asing, Amerika Serikat 8 persen, serta Jepang dan Belanda masing-masing 5 persen. Total proyek penanaman modal asing mencapai 1.149 proyek. KEPERCAYAAN PULIH Investasi Meningkat Tajam Laporan wartawan KOMPAS.com Caroline Damanik Rabu, 28 Juli 2010 | 11:41 WIB SHUTTERSTOCK Ilustrasi. JAKARTA, KOMPAS.com — Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat, realisasi investasi proyek penanaman modal pada triwulan II-2010 meningkat tajam dari triwulan yang sama pada tahun 2009. Menurut Ketua BKPM Gita Wirjawan, peningkatan menunjukkan pulihnya kepercayaan investor terhadap iklim investasi di Indonesia, baik dari sisi makro politik maupun sisi makro ekonomi. "Kenaikan cukup tajam dan saya rasa ini memperlihatkan kepercayaan komunitas dalam negeri dan luar negeri terhadap iklim investasi di Indonesia yang sudah kelihatan membaik," tuturnya di Kantor BKPM, Rabu (28/7/2010). Kenaikan penanaman modal asing (PMA) mencapai 52,7 persen, sedangkan penanaman modal dalam negeri (PMDN) mencapai 63,4 persen. Nilai investasi penanaman modal asing di triwulan II mencapai Rp 35,6 triliun, sedangkan penanaman modal asing mencapai Rp 15,2 triliun dengan total Rp 50,8 triliun. Sementara nilai investasi asing tahun lalu sebesar Rp 23,3 triliun dan dalam negeri sebesar Rp 9,3 triliun. Dari total realisasi investasi, investasi penanaman modal yang masih dalam tahap pembangunan mencapai Rp 46,4 triliun, sedangkan realisasi investasi proyek penanaman modal yang telah mendapatkan izin usaha sebesar Rp 4,4 triliun.
