Reflekis : Beginilah harga matinya NKRI. SBY adalah anak buah Soeharto, jadi 
tentu saja banyak belajar ilmu dan nasehat Soeharto, Salah satu tindakannya 
ialah bukan saja melindungi TK, suami Megawati Soekarnoputri, tetapi paling 
nyata ialah tak mau diutik-utik kasus korupsi Soeharto, sekalipun badan PBB 
sudah menyatakan Soeharto sebagai  salah satu koruptor terbesar kelas 
internasional yang menyembunyikan panen korupsinya berjumlah antara US$ 30,-- 
miliar dan US$ 50,-- miliar.

Kalau Yusuf Kalla mengetahui kecurangan mengapa tidak diumumkan sebelumnya, 
takut diMurnikan ataukah ada maslah lain?


http://www.tempointeraktif.com/hg/politik/2011/03/11/brk,20110311-319229,id.html

Jusuf Kalla Akui Bocoran Wikileaks Benar   
Jum'at, 11 Maret 2011 | 09:42 WIB

  
Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla sebelum rapat harian di DPP Partai Golkar, 
Jakarta, Rabu (22/4). Rapat memutuskan Golkar tidak akan berkoalisi dengan 
Demokrat dan mengusung capres sendiri. Tempo/Didit Majalolo


TEMPO Interaktif, Jakarta - Bekas Wakil Presiden Jusuf Kalla mengakui kebenaran 
berita yang dilansir dua koran Australia, The Age dan Sidney Morning Herald, 
hari ini. Dua koran itu menyebut Kalla menyebar uang saat terpilih sebagai 
Ketua Partai Golongan Karya pada Musyawarah Nasional Partai Golkar di Bali pada 
2004. Berita itu bersumber dari dokumen WikiLeaks yang mengutip laporan kawat 
diplomati Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta ke Washington. 
"Ya, sekitar Rp 2 sampai Rp 3 miliar lah," kata Jusuf Kalla, kepada Tempo, 
Jumat, 11 Maret 2011. 

Menurut Kalla, uang itu digunakan untuk membayar tiket pesawat pengurus Golkar 
dari pusat dan daerah. Ia memperkirakan ada tiga ribu orang yang dibayari 
tiketnya. Kalla juga mengaku membayar hotel tempat berlangsungnya Musyawarah 
Nasional Golkar itu.

Ia mengatakan sudah menjadi kebiasaan calon ketua yang terpilih Partai Golkar 
untuk membayari tiket pesawat dan hotel. "Hampir semua partai juga begitu," 
ujarnya. "Itu bukan rahasia lagi."

Kalla mengaku uang itu berasal dari kantongnya sendiri. "Jadi bukan korupsi," 
tuturnya.

Nama Jusuf Kalla ikut disebut Wikileaks yang dikutip koran Australia The Age 
berjudul "Yudhoyono Abused Power'. Disitu, Kalla disebut ikut memberikan suap 
untuk mendapat kursi pimpinan Golkar.



The Age edisi Jumat 11 Maret 2011 menyebutkan, Kedubes AS melaporkan Jusuf 
Kalla membayar suap besar untuk memenangkan kepemimpinan Golkar, salah satu 
partai terbesar di Indonesia. itu dilakukan saat Munas Partai Golkar, Desember 
2004. Disebutkan disitu, Kalla mengeluarkan uang jutaan dollar untuk 
mendapatkan akses mengontrol Partai Golkar.



"Sumber yang dekat dengan kandidat utama, tim Kalla menawarkan dewan daerah Rp 
200 juta (lebih dari US$ 22.000) kepada pemilihnya," begitu The Age.

Diplomat Amerika, seperti dikutip WikiLeaks dan dilansir The Age, menyebut 243 
suara diperlukan untuk mendapatkan suara mayoritas sehingga calon ketua umum 
Golkar harus merogoh US $ 6 juta. Bahkan juga disebut, Agung Laksono, Wakil 
Ketua Umum Partai Golkar yang juga Ketua DPR waktu itu, ikut mengalokasikan Rp 
50 miliar lebih di even itu. 

WDA | SUTARTO

Berita terkait
  a.. WikiLeaks Juga Sebut Yudhoyono Lindungi Taufiq Kiemas 
  b.. Heboh WikiLeaks, Menteri Marty Gelar Jumpa Pers 
  c.. Disebut di WikiLeaks, Yusril Mengaku Belum Baca The Age   
  d.. Denny Indrayana: Sumber WikiLeaks Info Warung Kopi   
  e.. Presiden Yudhoyono Merasa Dicemarkan Nama Baiknya   


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke