Refleksi : Mengapa rugi, sengaja dirugikan?
http://www.sinarharapan.co.id/berita/content_96/read/20-bumn-merugi/
Sabtu 12. of Maret 2011 15:44
20 BUMN Merugi
Jakarta - Hingga saat ini belum ada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang
menjadi perusahaan berkelas dunia (world class company). Tercatat, dari 141
jumlah BUMN, 20 di antaranya merugi atau tidak sehat.
Menurut Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi Kementerian BUMN,
Wahyu Hidayat, dari 141 Badan Usaha Milik Negara (BUMN), belum ada yang dapat
menyamai perusahaan besar di kawasan Asia yang sudah menjadi pemain global.
Adapun yang berpotensi masuk mejadi pemain kelas dunia baru tujuh BUMN."Oleh
karena itu perlu dilakukan perubahan dalam banyak hal seperti perubahan cara
pikir, budaya kerja maupun penggabungan usaha menjadi holding," tuturnya, dalam
siaran pers yang diterima SH, Sabtu (12/3)
Ia mencontohkan masih lemahnya kinerja BUMN terlihat pada total aset 141 Badan
Usaha Milik Negara (BUMN) pada 2009 yang mencapai Rp 2,234 triliun dengan laba
bersih Rp 88 triliun. Hasil itu ternyata masih kalah dengan laba satu
perusahaan Petronas Malaysia dengan aset hanya Rp 1.854 triliun mampu meraup
laba Rp148 triliun.
Wahyu mengungkapkan, total laba BUMN 2010 naik menjadi Rp 97,8 triliun dengan
aset Rp 2,436 triliun, tapi tetap belum bisa menandingi laba satu perusahaan
migas Asia, seperti Petronas, Indian Oil dan Sinopec. (pr/erp)
[Non-text portions of this message have been removed]