http://www.lampungpost.com/aktual/berita.php?id=24284
Sabtu, 12 Maret 2011
NASIONAL
PDIP Bantah Bocoran Wikileaks Soal Taufiq Kiemas
JAKARTA (LampostOnline): Politisi PDIP yang juga anggota Komisi III DPR RI
Trimedya Pandjaitan menegaskan bocoran Wikileaks soal Ketua Dewan Pertimbangan
Pusat PDIP Taufiq Kiemas yang dimuat di dua koran Australia, sama sekali tidak
benar.
"Itu berita yang tak bisa dipertanggungjawabkan," tegasnya di Jakarta, Sabtu
(12-3). Sejauh ini, menurutnya, baik dalam tataran penyelidikan di lingkup
(aparat) intelijen, Kepolisian atau Kejaksaan, terlebih di tingkat penyidikan,
tidak pernah Taufiq Kiemas (TK) yang juga Ketua MPR RI, dinyatakan terlibat
kasus tindak pidana korupsi (Tipikor).
"Jadi, ketika mereka ('Wikileaks') mengungkap informasi yang katanya berdasar
bocoran-bocoran para diplomat, yah tentu tak bisa dipertanggungjawabkan,"
katanya.
Trimedya menambahkan rakyat Indonesia tahu persis siapa TK, dan memang selama
ini tak pernah ada pemanggilan dari Kejaksaan atau yang lainnya untuk urusan
kasus korupsi.
"Saya khawatir, ini hanya sekadar upaya memperkeruh situasi politik di
Indonesia, karena ada tujuan-tujuan terselubung yang berbahaya. Apalagi, Pak TK
kini menjadi pelopor utama memantapkan Empat Pilar Kenegaraan (Pancasila, UUD
1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika) demi kelangsungan bangsa ini,"katanya.
Wikileaks menuding adanya penyalahgunaan kekuasaan yang dilakukan oleh Presiden
Yudhoyono. Berdasar sumber-sumber diplomat yang kemudian dibocorkan Wikileaks
disebut pula Presiden Yudhoyono pada Desember 2004 memerintahkan Hendarman
Supandji, waktu itu Jaksa Agung Tindak Pidana Khusus, menghentikan penyidikan
kasus korupsi yang melibatkan Taufiq Kiemas, suami mantan Presiden Megawati
Soekarnoputri. MI/L-1
[Non-text portions of this message have been removed]