Harian Komentar
12 Maret 2011

      Pencairan Dana Sertifikasi Guru Disinyalir Harus Pakai Pelicin
     

 

Manado, KOMENTAR
Proses pencairan dana sertifikasi guru di Kantor Dinas Diknas Sulut kembali 
memancing sorotan. Pasalnya sejumlah guru mengaku dimintakan uang pelicin oleh 
oknum pegawai di kantor tersebut agar dana cepat cair. 

Seperti diungkapkan salah seorang guru di Minahasa Selatan, ia mengaku untuk 
mempercepat proses pencai-ran dana sertifikasi guru maka mereka dimintakan uang 
pelicin oleh oknum pegawai yang ada di kantor Dinas Diknas Sulut. "Waktu kami 
belum memberikan uang pelicilin, mereka agak lambat memproses berkas. Tetapi 
saat sudah diserahkan uang maka pengurusan berkas-berkas dan pencairan dana 
sangat cepat," keluh sang guru yang meminta namanya tidak dikorankan, Kamis 
(10/03).


Ketika dikonfirmasi soal tersebut, Kadis Diknas Sulut Drs HR Makagansa 
memban-tah adanya keharusan setor uang pelicin dalam proses pengurusan berkas 
sertifikasi guru di Dinas Diknas Sulut. "Kalau ada oknum pegawai yang melakukan 
hal itu maka segera melaporkan kepada kami nama dan jabatannya kepada kami. 
Kalau ditemukan maka pegawai tersebut akan diberikan sanksi sesuai dengan 
ketentuan yang berlaku," tegas Makagansa MSi, Jumat (11/03) kemarin.


Ia mengaku sudah memberi arahan kepada seluruh pegawai yang mengurus berkas 
sertifikasi agar jangan mempersulit guru-guru yang datang mengurus atau 
memasukkan berkas-berkas sertifikasi. "Kasihan para guru yang datang dari jauh 
dan meninggalkan tugas mengajar kalau dihambat. Mereka akan semakin lama 
meninggalkan tugas dan yang rugi adalah siswa-siswi yang ada di sekolah," ujar 
Makagansa.


Ia menambahkan biaya yang dikeluarkan para guru hanyalah biaya fotocopi 
melengkapi administrasi dan dilakukan sendiri oleh para guru. "Tugas pegawai 
Dinas Diknas Sulut adalah meme-riksa dan meneliti berkas sertifikasi kemudian 
diproses ke kantor KPPN Manado lalu selajutnya dibawa ke bank rekanan untuk 
dicairkan langsung ke rekening guru," tutup Makagansa.(nar)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke