Refleksi : Mr Abunawas lagi jual jamu koyok. Bagi yang tidak waras otak tentu  
akan
 percaya bualan kemujaraban obat Abunawas.

http://nasional.kompas.com/read/2011/03/14/12400089/SBY.Bebaskan.Biaya.Perkara.Bagi.Rakyat.Miskin

Hukum

SBY: Bebaskan Biaya Perkara Bagi Rakyat Miskin

Penulis: Hindra Liu | Editor: Glori K. Wadrianto 
Senin, 14 Maret 2011 | 12:40 WIB

 RUMGAPERS/ ABROR RIZKI Presiden Susilo Bambang Yudhoyono 
BOGOR, KOMPAS.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menekankan perluasan 
akses keadilan bagi rakyat kecil. Pembangunan hukum yang berkualitas merupakan 
sebuah keharusan.

Pembangunan hukum yang berkualitas harus merupakan bagian terpadu dari 
pemantapan konsolidasi demokrasi yang berkelanjutan menuju masa depan bangsa 
yang lebih adil, lebih demokratis, dan lebih sejahtera.

Peningkatan kualitas pembangunan hukum juga diarahkan demi terwujudnya 
kepastian hukum yang makin kuat dan makin dipercaya oleh rakyat. Hal ini 
termasuk kepastian hukum yang dapat memberikan rasa keamanan, rasa keadilan, 
dan kepastian berusaha bagi semua pihak.

"Perluasan akses ini dapat dilakukan melalui pengelolaan perkara yang makin 
efisien dengan menerapkan kemajuan teknologi informasi, mendorong peran lembaga 
swadaya masyarakat atau NGO yang bergerak di bantuan hukum untuk masyarakat, 
penyelenggaraan sidang keliling hingga di daerah terpencil, maupun pembebasan 
biaya berperkara bagi masyarakat tidak mampu," kata Presiden ketika membuka 
Konferensi Administrasi Peradilan Regional Asia Pasifik atau International 
Assosiation for Court Administrator (IACA) Asia Pacific Regional Conference 
Tahun 2011 di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (14/3/2011).

Ditargetkan, dalam dua tahun ke depan MA dapat meningkatkan penanganan perkara 
prodeo (pembebasan biaya perkara) dari 4.000 perkara per tahun menjadi 11.000 
perkara per tahun.

Selain itu, MA juga diharapkan dapat membentuk 233 lokasi sidang keliling di 
seluruh Indonesia. Sidang keliling dikatakan menjadi penting mengingat kondisi 
geografis Indonesia yang luas. "Penguatan di sektor masyarakat atau civil 
society menjadi sangat penting agar masyarakat mampu dengan efektif mengakses 
sumber sumber keadilan," kata Presiden.

Pada kesempatan tersebut, Presiden juga meminta agar sistem peradilan terus 
diperbaiki agar semakin akuntabel dan transparan. Praktik mafia hukum harus 
diberantas hingga tuntas.


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke