Ini namanya tindakan yg sangat SINIS dan AROGANT dari Pihak Harian
INTERAKTIF yg telah memuat katikatur seperti ini terhadap JEPANG DAB
BANGSANYA
YG SEDANG DILANDA MALAPETAKA  ALAM TRAGIS . Tragedi dan Malapetaka bisa
dengan mudah terjadi pada setiap bangsa dan negara , karena hal ini
adalah BUKAN BUATAN TUHAN / ALLAH - melainkan AKIBAT GEMPA TEKTONIS YG
SEKALI GUS MENIMBULKAN TSUNAMI yg sekali gus menimbulkan pula GEMPA VULCANIS
... dan yang masih ditambah lagi dng TAGEDI PTLN ( Pusat2 Tenaga Listrik
Nuclear ).

* Menari diatas Mayat orang lain (Korban ) adalah suatu Perbuatan atau
Tindakan se-seorang yang TIDAK BERHARAKTER dan yang  sangat perlu
   mendapat celaan .

Note : Saya ingin tahu - Bagaimana jika alam /ANGIN  menghembuskan RADIO
AKTIVE dari ke 5 Pusat (Pabrik/plant Tenaga Nuclear tsb) yg meledak di
Jepang
            langsung kedaratan SEMENANJUNG MALAYSIA  dan MEMAKAN katakanlah
RIBUAN KORBAN RADIO AKTIVE  TSB........
            Mungkin Editor in Chief dari Harian INTERAKTIF akan tertawa-ria
lebih keras lagi ........( ??)
            
                    SUNGGUH SANGAT MEMALUKKAN bagi seorang KARIKATURIS yg
begitu sanggup dan dengan BEGITU AROGANT untuk   MENARIKAN PENANYA DIATAS 
                    KORBAN MALAPETAKA ......

                    KARIKATUR : Adalah salah satu alat KRITIK yg bisa
dilahirkan secara bebas dalam segala bentuknya ...Tetapi TIDAK UNTUK "
MENTERTAWAKAN dan atau
                                                MENGEJEK MEREKA YANG SEDANG
DITIMPA KECELAKAAN DAN ATAU MALAPATAKA ..lebih2 MALAPETAKA NASIONAL .
                                              * DAN JANGAN LUPA - Setiap
Karikatur pun umumnya punya Topik (Thema) - Target (tujuan ) dan Opini (
Arti+ Maksud) yang membentuk 
                                                CHARAKTER.  Jadi Karikatur -
seperti juga dng Satir dan Lukisan  - IA PUNYA CHARAKTER.
                                                 
                

-------Original Message-------

From: GELORA45
Date: 15.3.2011 2:31:50
To: GELORA_In
Subject: [GELORA45] Karikatur Tsunami Jepang di Malaysia Menuai Protes
 
  
 
Karikatur Tsunami Jepang di Malaysia Menuai Protes   
Senin, 14 Maret 2011 | 08:51 WIB
Besar Kecil Normal 
  
Karikatur tentang tsunami yang melanda Jepang di koran Berita Harian
Malaysia.
Berita terkait
PM Jepang: Situasi di Reaktor Nuklir Masih Mengkhawatirkan 
Tiga Reaktor Nuklir Jepang Dikhawatirkan Bocor   
Negara Tetangga Cemas Kebocoran Pembangkit Nuklir Jepang 
Korban Tewas Tsunami Jepang Diperkirakan 10 Ribu Orang   
Investasi Jepang Akan Dijadwal Ulang 
TEMPO Interaktif, Kuala Lumpur - Salah satu koran utama di Malaysia, Berita
Harian, menuai protes dari banyak kalangan di negeri tersebut karena pada
terbitan edisi Minggu (13/03) memuat karikatur tentang tsunami yang melanda
Jepang. 

Dalam terbitannya itu, Berita Harian memuat karikatur robot pahlawan Jepang,
Ultraman, yang lari terbirit-birit karena dikejar air bah. 

Sontak, pemuatan karikatur tersebut menuai protes dari pelbagai kalangan
terutama di dunia maya. Mereka mengutarakan rasa tidak setujunya melalui
twitter dan media sosial lainnya

Beberapa kalangan menilai bahwa pemuatan gambar Ultraman dikejar tsunami
tersebut sebagai bentuk tidak sensitifnya media terhadap penderitaan rakyat
Jepang. Karenanya, mereka mendesak Berita Harian untuk segera meminta maaf.

Tak hanya dari kalangan umum, beberapa politisi, baik dari partai berkuasa
maupun partai oposisi Malaysia, juga menyuarakan pendapat negatif. 

Mereka menilai, karikatur tsunami di Berita Harian tersebut tidak
mencerminkan rakyat Malaysia yang simpati atas musibah yang melanda warga
Jepang.

Atas pemuatan karikatur kontroversial tersebut, redaktur Berita Harian
menyampaikan permohonan maaf dalam terbitannya hari ini (14/03). 

"Merujuk kepada ilustrasi tragedi tsunami Jepang yang menjadi kontroversi
dalam terbitan kami kemarin, kami ingin menjelaskan bahwa kami tidak berniat
mengolok-olok atau menunjukkan sikap kurang prihatin atas musibah tersebut,"
tulis Berita Harian di halaman depan.

Bahkan, menurut Berita Harian, untuk menunjukkan rasa simpati atas musibah
tsunami di Jepang, media tersebut telah membuat tabung bencana untuk
memfasilitasi masyarakat memberi bantuan kepada korban bencana di Jepang. 
Kartunis kami juga turut memohon maaf atas gambar yang telah menuai
kontroversi tersebut."

MASRUR (Kuala Lumpur)

 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke