Refleksi : Hanya dua juta? 

http://www.antaranews.com/berita/250207/indonesia-berikan-bantuan-2-juta-dolar-untuk-jepang

Indonesia Berikan Bantuan 2 Juta Dolar untuk Jepang
Rabu, 16 Maret 2011 23:06 WIB | 




 
Menteri Luar Negeri (Menlu) Indonesia Marty Natalegawa. (ANTARA)


Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah Indonesia memberikan bantuan dua juta dolar 
AS (sekitar Rp18 miliar) kepada Jepang yang terkena gempa dan tsunami dan 
meyakini bencana itu tidak mengubah hubungan Indonesia-Jepang.

"Indonesia memberikan bantuan senilai dua juta dolar AS kepada Jepang untuk 
membantu kondisi darurat akibat gempa bumi dan tsunami dan masih dimungkinkan 
untuk memberikan bantuan lebih besar lagi," kata Menteri Luar Negeri Marty 
Natalegawa pada Rabu di Jakarta.

Bantuan tersebut masih untuk bantuan darurat bencana sementara bantuan untuk 
fase pasca bencana seperti untuk pekerjaan konstruksi dan pembangunan masih 
berpotensi untuk diberikan.

Ia menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers didampingi oleh Wakil Menlu 
Jepang Makiko Kikuta yang berkunjung ke Indonesia untuk menghadiri acara ASEAN 
Regional Forum Disaster Relief (ARF DIREX) di Manado dan pertemuan Metropolitan 
Priority Area (MPA) di Jakarta.

"Saya datang ke Indonesia untuk menghadiri ARF DIREX dan MPA karena Jepang dan 
Indonesia menjadi tuan bersama kedua kegiatan itu, dan Jepang bertekad untuk 
menyukseskan keduanya," ungkap Wamenlu Kikuta.

Menurutnya, hubungan Indonesia dan Jepang tidak akan berubah meski terjadi 
bencana, termasuk juga dalam kemitraan strategis dengan Indonesia.

""Keinginan untuk meningkatkan kemitraan strategis dengan Indonesia tidak 
berubah termasuk rencana Jepang untuk memberikan pinjaman untuk pembangungan 
pembangkit listrik tenaga batu bara, pembangunan infrastruktur serta perbaikan 
iklim investasi," jelas Kikuta.

Bantuan Official Development Assistance (ODA) Jepang di Indonesia dimulai dari 
tahun 1954, dan menurut laman resmi situs bantuan ODA Jepang di Indonesia, 
secara kumulatif, bantuan Jepang kepada Indonesia berjumlah 29,5 miliar dolar 
AS (hingga 2006), menjadikan Jepang sebagai negara donor terbesar Indonesia.

Wamenlu Kikuta mengatakan sebenarnya ia juga sempat bingung apakah tetap datang 
ke Indonesia atau membatalkan rencana karena guncangan gempa berkekuatan 8,9 
skalar Richter diikuti tsunami di wilayah timur laut Jepang pada Jumat (11/3).

"Sebelum datang ke Indonesia saya mengalami kebingungan apakah tetap datang 
atau tidak, tapi saya melihat momen ini merupakan kesempatan baik dan Jepang 
menjadi tuan rumah ARF DIREX bersama Indonesia, jadi saya memutuskan untuk 
tetap ke sini," ucapnya dengan bantuan penerjemah.

Ia juga berterima kasih kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan rakyat 
Indonesia karena bantuan yang diberikan kepada Jepang dan percaya bahwa rakyat 
Jepang dapat bangkit pasca bencana seperti juga pemulihan Indonesia pasca gempa 
dan tsunami 2006.

"Kerugian materi memang belum dapat diperkirakan seberapa besar, namun rakyat 
Jepang optimis dapat bangkit seperti juga yang dialami Indonesia pasca bencana 
gempa dan tsunami 2004," tambahnya.

Terkait kebocoran Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima no. 1 yang 
dikhawatirkan menyebarkan partikel radioaktif yang berbahaya bagi manusia, 
Kikuta mengatakan bahwa pemerintah Jepang sudah berusaha menstabilkan dan 
mengamankan keadaan.

"Pemerintah Jepang berusaha untuk menstabilkan dan mengamankan warga Jepang 
maupun warga asing dengan mengungsikan warga yang tinggal 20 kilometer dari 
PLTN, sedangkan yang berjarak 20-30 km diminta untuk tinggal di rumah," ujarnya.

Ia juga mengatakan bahwa pemerintah Jepang tidak membedakan warga Jepang dan 
warga negara lain dalam proses evakuasi.

Menlu Marty menambahkan bahwa KBRI Tokyo dalam proses evakuasi juga membantu 
warga negara lain seperti warga Nepal, Malaysia dan Filipina.(*)


Berita Terkait
  a.. Korban Tewas-Hilang Bencana Jepang Lampaui 12.000 Orang
  b.. Pengatur Penerbangan Lansir Peringatan Radiasi Nuklir
  c.. WHO : Tidak Ada Bukti Penyebaran Radiasi Jepang 
  d.. Apa Kata Mereka yang Kontra PLTN 
  e.. Tantangan Alvin Lie untuk PLTN



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke