http://www.suarapembaruan.com/home/mgr-dominikus-saku-pr-tni-harus-bertanggung-jawab/4622
Mgr Dominikus Saku Pr: TNI Harus Bertanggung Jawab Kamis, 17 Maret 2011 | 8:02 Uskup Atambua, Mgr Dominikus Saku Pr [KUPANG] Uskup Atambua Mgr Dominikus Saku Pr meminta institusi TNI, khususnya Batalyon Infanteri (Yonif) 744/ Satya Yudha Bhakti (SYB) bertanggung jawab terhadap tewasnya Charles Mali, setelah dianiaya sejumlah oknum di markasnya. TNI tidak boleh membebankan kasus tersebut kepada oknum prajurit yang terlibat penganiayaan. Sebab, di lingkungan TNI berlaku sistem komando dan kematian Charles, akibat tindakan yang tidak berperikemanuaiaan dan tergolong pelanggaran HAM. Ketika dihubungi per telepon di Istana Keuskupan Atambua di Lalian Tulu, Nenuk, Kamis (18/3/2011) pagi, Mgr Dominikus Saku menyatakan keprihatiannya atas kasus penganiayaan yang dilakukan sekelompok anggota Yonif 744 terhadap sejumlah pemuda Fatubenao. Sebagai pemimpin umat, uskup tidak bisa menerima perlakuan keji seperti itu. Apalagi, tindakan keji itu dilakukan dalam markas sampai menewaskan Charles yang disusul ibu kandungnya Ny Modesta Dau. Sebagai institusi yang memiliki sistem komando, TNI tentu memiliki pimpinan yang bisa mencegah tindakan tidak terpuji itu, bukan melakukan pembiaran terhadap tindak kekerasan yang berujung pada kematian. Penyiksaan fisik yang dialami para pemuda Fatubenao itu, sangat mencemaskan masyarakat umum. Itulah sebabnya, institusi TNI harus bertanggung jawab untuk menciptakan rasa aman di tengah masyarakat. Ditegaskan, sikap gereja katolik sejak tahun 2000 sudah sangat jelas yaitu tidak menghendaki adanya pengerahan pasukan perang atau militer di daerah ini. Sebab, yang namanya Yonif itu berada di perbatasan untuk perang. Sementara kondisi di Kabupaten Belu, sejak 2002 hingga kini sangat aman dan jauh dari suasana perang. Hunungan masyarakat Belu dengan Timor Leste juga sangat harmonis. Meski demikian, Mgr Dominikus menghimbau masyarakat Belu yang mayoritas beragama katolik untuk tetap tenang dan tidak boleh melakukan tindakan main hakim sendiri. Sebab, saat ini umat katolik sedang menjalani masa pra-paskah yang membutuhkan ketenangan batin umat. Sehingga dapat merayakan Paskah dengan hati yang damai. Mulai diperiksa Sementara itu, Komandan Korem 161 Wirasakti Kol ARH I Dewa Ketut Siagan menyatakan, tim penyidik dari Pomdam IX Udayana yang secara khusus didatangkan ke Kupang, sedang melalukan pemeriksaan intensif terhadap anggota Yonif 744/ SYB, sesuai mekanisme yang berlaku. TNI tidak akan melindungi anggotanya yang melakukan kesalahan dan akan dikenakan sanksi sesuai tingkat kesalahan yang dilakukannya. Dikatakan, tidak ada keinginan untuk menutup-nutupi kesalahan yang dilakukan anggota TNI, apalagi yang berkaitan dengan masyarakat umum. Bukti keseriusan TNI, Pangam IX Udayana Mayjen TNI Rachmat Budiyanto telah mengutus tim penyidik yang dipimpin Kol CPM Edy K, untuk melakukan pemeriksaan terhadap anggota Yonif 744 yang diduga melakukan penganiayaan terhadap para pemuda Fatubenao tersebut. Ditegaskan, seharusnya kasus pemalakan yang dilakukan sekelompok pemuda Fatubenao terhadap Praka Bahrumsyah adalah tindak kriminal yang seharusnya dilaporkan ke kepolisian. Tetapi para prajurit Yonif 744 telah bertindak main hakim sendiri, sampai mengakibatkan tewasnya Charles Mali. Itulah sebabnya, secara pribadi maupun institusi, pihaknya menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada keluarga korban, maupun masyarakat Belu pada umumnya. Tim investigasi Komnas HAM dipimpin Sriyana secara terpisah mengatakan, hasil investigasi sementara menemukan telah terjadi dua pelanggaran, yakni pelanggaran disiplin TNI dan pelanggaran berat yang dibutikan dengan hilangnya nyawa orang dengan kondisi fisik penuh luka-luka. Padahal, dalam kondisi perang sekalipun, nyawa seseorang perlu dilindungi. Untuk itu, Komnas HAM akan terus melakukan proses penyelidikan setelah hasil sementara direkomendasikan kepada lembaga. [120] Berita Terkait a.. Berkas Perkara Kasus Pembunuhan Langoday Raib b.. Kasus Pembunuhan di Lembata Kandas di MA c.. Penyerangan Gereja, Dua Pastor Tewas d.. Penyerangan ke Gereja Katolik, 37 Tewas e.. Polisi Tangkap Pembunuh Mahasiswi Stikes [Non-text portions of this message have been removed]
