Refleksi : Semasa berstatus anggota tidak perlu egois, nanti kalau sudah
berkedudukan tinggi baru egois, jadi kalau dipecat dari partai pun tak apa,
sebab yang penting rejeki nomplok yang diincer sudah berada dalam tangan. Hidup
akal bulus!
----
Harian Komentar
19 Maret 2011
Megawati Tegur Kepala Daerah dan Kader Egois
Solo, KOMENTAR
Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarno-putri, mengancam akan memecat
kader partainya yang hanya mementingkan diri sendiri, oportunis dan
transaksional. Dia menegur kepala-kepala daerah yang didukung PDI Perjuangan,
namun tidak memberi kontribusi nyata untuk partai.
Ancaman dan teguran tersebut disampaikan Megawati dalam pidato konsolidasi tiga
pilar PDI Perjuangan seJawa Tengah, yang digelar di Graha Sabha Buana, Solo,
Jumat (18/03) kemarin. Tiga pilar adalah istilah untuk menyebut kader PDI
Perjuangan yang duduk di eksekutif, legislatif, dan struktural partai.
"Di saat warga miskin kesulitan cari makan, kok masih ada kader yang tidak mau
turun mengatasi persoalan. Dia hanya berhitung-hitung untuk posisi dan
kedudukan. Ada juga kader-kader yang oportunis dan transaksional. Tak ada jalan
lain, kader seperti ini akan saya pecat," ujar Mega-wati dengan nada tinggi.
Megawati juga mengancam akan memberikan sanksi kepada kader yang tidak bisa
membangun kebersamaan kerja dengan tiga pilar. Megawati mengatakan, selama ini
banyak kader PDI Perjuangan di daerah yang justru saling bermusuhan sehingga
melemahkan kondisi partai dan menyulitkan pelayanan bagi rakyat.
Tak cuma itu, Megawati juga menegur keras para kepala daerah yang saat
pencalonan-nya didukung PDI Perjuangan, namun setelah terpilih justru
mengabaikan partai yang mendukungnya. Perilaku se-perti itu, katanya, akan
dicatat khusus oleh partai.
"Jangankan menunjukkan loyalitas, diundang oleh partai saja mereka mengabaikan.
Alasannya setelah menjadi kepala daerah sudah menjadi milik semua pihak, bukan
hanya salah satu partai. Baiklah kalau memang bersikap seperti itu. Kita sangat
menghormati pilihannya, tetapi pasti akan dicatat tersendiri," ujar
Megawati.(dtc)
[Non-text portions of this message have been removed]