Refleksi : Maklumlah rumah presiden dan sekitarnya tidak ada penjaga, jadi penaruh bom bisa mudah masuk untuk meletakan benda berbahaya bagi keselematan presiden dan keluarga maupun negara.
Lain kali akan ada berita bahwa ada bom dibawah tempat tidur presiden. Hehehehehe http://www.presidenri.go.id/index.php/fokus/2011/03/18/6609.html Jumat, 18 Maret 2011, 15:06:11 WIB Ditemukan Bom di Dekat Rumah SBY Protap Pengamanan Presiden tidak Berubah Jakarta: Prosedur pengamanan Presiden tidak akan berubah kendati pihak kepolisian menemukan bom buku di kompleks perumahan Kota Wisata yang berjarak sekitar 1 kilometer dari kediaman pribadi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, di Puri Cikeas Indah, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Prosedur tetap (Protap) pengamanan presiden yang ada saat ini sudah mencukupi. Juru Bicara Presiden, Julian Aldrin Pasha, mengatakan hal ini menjawab pertanyaan wartawan terkait ditemukannya lagi bom buku di kompleks Kota Wisata, tadi pagi. "Tidak, Protap telah dijalankan dan itulah yang menjadi rujukan saat ini. Bahwa mungkin ada tindakan yang ekstra hati-hati, itu suatu hal yang wajar dilakukan mengingat satu dua hari terakhir ini eskalasi ancaman teror, khususnya bom menjadi meningkat," kata Julian di Gedung Ditjen Pajak, usai mendampingi Presiden SBY menyerahkan SPT Tahunan PPh Orang Pribadi, Jumat (18/3) siang. "Dalam pelaksanaan pengamanan presiden, sudah ada protap dan Standard Operatiing Procedures yang sudah dijalankan dan senantiasa digunakan. Jadi, tidak ada perunbahan," Julian menambahkan. Presiden SBY, lanjut Julian, merasa teror bom buku yang ramai belakangan ini sangat sungguh tidak pantas dan tidak manusiawi. Tidak adil bila orang yang tidak berdosa kemudian menjadi korban. "Siapapun mereka, bagaimanapun suatu aksi dilakukan karena ada aksi dan tujuan, dan kita tidak perlu untuk mengorbankan orang lain," ujar Julian. "Tapi bukan berarti teror yang dilakukan beberapa hari terakhir ini ditujukan kepada Presiden," Julian menegaskan. Ditambahkan oleh Julian, dalam arahannya saat membuka sidang kabinet paripurna kemarin, Presiden meminta aparat keamanan, khususnya Badan Intelijen Negara, mengidentifikasi pelaku teror bom buku secara lebih serius lagi. (dit) Link Terkait: a.. Kekerasan, Apapun Bentuknya, tidak Dibenarkan b.. Paket Bom Jangan Dianggap Biasa-Biasa Saja [Non-text portions of this message have been removed]
