Refl: Kalau biang keladinya berada dikalangan penguasa, apakah boleh ditangkap 
dan diadili?  Bisa saja bom buku disebarkan untuk mengalihkan perhatian dari 
masalah urgen yang menimpa masyarakat ke arah tidak penting. Jadi semacam akal 
bulus yang dikenal dengan istilah "shadow manuever" oleh yang berkuasa.

http://www.antaranews.com/news/250719/tni-intensifkan-kegiatan-intelijen

TNI Intensifkan Kegiatan Intelijen 
Senin, 21 Maret 2011 11:09 WIB | 681 Views

Jakarta (ANTARA News) - Mabes TNI mengintensifkan kegiatan intelijen sekaligus 
memperkuat komando kewilayahannya untuk mengantisipasi dan menangani berbagai 
ancaman baik dari dalam maupun luar negeri, termasuk ancaman teror, kata Juru 
Bicara TNI Laksamana Muda TNI Iskandar Sitompul di Jakarta, Senin.

"Selain itu, secara eksternal kita juga meningkatkan pendekatan kepada 
masyarakat, tokoh masyarakat, tokoh agama, Polri dan instansi terkait, agar 
beragam ancaman terutama teror saat ini dapat diantisipasi lebih dini dan tidak 
berdampak luas," katanya pula.

Pasca-kiriman paket bom buku kepada empat orang berbeda, Selasa (15/3) , polisi 
secara bertubi-tubi menerima laporan masyarakat mengenai paket mencurigakan. 
Dari belasan laporan, hanya paket di kota wisata Cibubur yang merupakan bom 
sungguhan. Sisanya, bukan bom.

Awalnya, paket bom buku diterima aktivis Jaringan Islam Liberal Ulil Abshar 
Abdalla, Kepala Pelaksana Harian Badan Narkotika Nasional Komjen Pol Gories 
Mere, Ketua Umum DPP Partai Patriot Yapto Soerjosumarno, dan artis Ahmad Dani.

Namun hingga Minggu (20/3) teror bom makin meluas tidak saja di wilayah Jakarta 
dan sekitarnya tetapi juga Bandung (Jawa Barat), Medan, Surabaya, dan Makassar.

Iskandar mengakui, aparat intelijen agak "kecolongan" terutama dengan modus 
baru yang digunakan yakni menggunakan media buku dan paket kiriman.

"Kalau kita tidak antisipasi lebih dalam lagi, maka akan banyak teror bom yang 
terjadi. Karena itu Bais(Badan Intelijen dan Strategis Mabes TNI , red) dan BIN 
(Badan Intelijen Negara) akan meningkatkan kerja sama dan koordinasi yang telah 
berjalan baik, untuk menangani kasus ini," katanya.

Sebelumnya, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Ansyaad Mbai 
mengemukakan, pihak sangat optimis pelakunya akan segera tertangkap. Para 
penyidik Densus 88 (Detasemen Khusus Anti-Teror) sudah hafal.

"Dari karakteristik bomnya, mereka pasti sudah mengidentifikasi dari kelompok 
mana," ujarnya.
(*)

Berita Terkait
  a.. Bom Buku Jangan Dijadikan Kampanye Negatif Islam
  b.. PKB : Teror Bom untuk Mendegradasi Pemerintah 
  c.. Anggota DPR : Pemerintah Segera Hentikan Teror Bom 
  d.. Kontras: Pemerintah Harus Serius Bongkar Kasus Teror 
  e.. Anggota DPR Sesalkan Tudingan Pengalihan Isu 
  

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke