http://www.suarapembaruan.com/home/tak-terbayang-seorang-menteri-nginap-di-gubuk-reyot/10483

Tak Terbayang, Seorang Menteri Nginap di Gubuk Reyot
Sabtu, 20 Agustus 2011 | 9:53

 Agung Laksono [google] 



[BATANG] Tidak seperti biasanya,  kunjungan kerja Menteri Koordinator Bidang 
Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Agung Laksono dalam rangka Safari Ramadhan 
tahun ini terlihat jauh berbeda. Bila biasanya tinggal di hotel berbintang, 
Wakil Ketua Partai Golkar ini kini memilih tinggal di gubuk penduduk di 
Kecamatan Limpung, Batang, Jawa Tengah, saat berkunjung ke daerah itu, Jumat 
(19/8).

Meskipun hanya berbaring di atas kasur berukuran 1,8 meter di dalam kamar 
berukuran 2x3 meter, hanya ditemani kipas angin mini dan tanpa kamar mandi 
dalam, Agung mengaku sangat senang bisa menikmati moment tersebut. 

Pasalnya ini adalah kali pertama baginya selama menjabat sebagai Menteri maupun 
sebelumnya sebagai wakil rakyat di DPR,  yang dalam kunjungan kerjanya menginap 
di rumah penduduk dengan fasilitas ala kadarnya. Kendatipun di Batang 
sebenarnya terdapat hotel yang bisa menjadi pilihan untuk beristirahat.

"Senang-senang saja, udara di sini sejuk dan saya ingin melihat langsung 
kondisi rakyat dan merasakan kehidupan yang lebih dekat dengan mereka. Orangtua 
saya juga adalah keluarga sederhana, hanya saja tinggal di Jakarta," kata Agung 
di sela-sela waktu bersantai, sambil mencicipi hidangan ala kadarnya dari hasil 
kebun penduduk setempat, seperti kacang, pisang rebus, dan emping melinjo. 

Mantan Ketua DPR ini merasakan langsung berbuka puasa, sahur dan sholat bersama 
rakyat yang sebagian besarnya adalah pengrajin emping melinjo itu. 

Pemilik rumah, Marsaid (58) bersama isteri, Ekosugiastuti (56), mengaku kaget 
ketika dirinya diminta Camat Limpung satu hari sebelumnya  untuk menyediakan 
rumah bagi Menko Kesra. Sebagai pensiunan pegawai kecamatan, Marsaid sama 
sekali tidak menyangka seorang menteri mau tinggal di gubuknya.

"Saya merasa diwongke (dipandang-red),mendapat kepercayaan untuk menerima bapak 
menteri. Saya benar-benar tidak menyangka kedatangan tamu agung," ujar Marsaid 
terharu. 

Setelah menerima mandat dari camat setempat, ayah empat anak ini bergegas 
membersihkan rumahnya yang tidak terurus itu, lantaran tinggal ia seorang diri 
dan sang isteri. 

Meskipun tidak menolak, awalnya  Ekosugiastuti merasa rumahnya tidak layak huni 
untuk seorang menteri. Keduanya kemudian dibantu pegawai kecamatan untuk menata 
rumah tersebut menjadi lebih baik. "Ini tidak merepotkan, malah kami terharu 
sekali dan bangga ada pejabat negara mau tinggal di gubuk rakyat," kata 
Ekosugiastuti.

Beri Bantuan
Sebelum bermalam di rumah penduduk, Menko Kesra menyerahkan bantuan senilai Rp 
98,6 milyar kepada pemerintah Batang. Meliputi antara lain, bantuan PNPM 
Mandiri perdesaan dan perkotaan sebesar Rp 32,9 milyar, lembaga pendidikan 
agama Rp 11,5 milyar, bantuan pendidikan untuk SD-SMA sebesar Rp 4,5 milyar, 
tunjangan sertifikasi PNS sebesar Rp 44,1 milyar, peralatan olahraga, sarana 
penunjang persalinan  dan Alquran. 

Pada kesempatan itu pula diberikan kesempatan masyarakat audiens dengan Menko 
Kesra. Umumnya masyarakat mengeluhkan makin menurunnya produksi emping melinjo 
sebagai sumber pendapatan utama masyarakat setempat, dan komoditas unggulan di 
Batang. 

Limpung adalah sentra penghasil emping melinjo di Batang, selain Reban dan 
Tersono. Terdapat 6.251 unit usaha emping melinjo yang menyerap tenaga kerja 
sebanyak 18.670 orang. Setiap harinya ada 66 ton emping melinjo keluar dari 
Limpung. 

Permasalahan yang dihadapi masyarakat saat ini adalah bahan baku, yang hanya 
4,2% saja didapatkan langsung dari Batang. Sedangkan lainnya didatangkan dari 
daerah lain, yaitu Palembang, Banten, Yogyakarta dan Lampung. Kondisi ini 
disebabkan antara lain, serangan hama penyakit dan penebangan pohon liar. Dari 
87.000 pohon sebelum ada penebangan, sekarang tinggal 42.000 atau 50 persennya 
telah musnah. 

Selain itu monopoli harga oleh pedagang besar, maka petani dan pengrajin tidak 
memiliki modal sehingga selama menjadi buruh dengan pendapatan kecil, serta 
proses pascapanen yang terlalu lama.

Masyarakat Limpung berharap pemerintah membantu menyediakan bibit dan modal 
dari PNPM Mandiri untuk meningkatkan lagi usahanya. Menanggapi keluhan 
masyarakat ini, Menko Kesra berjanji akan berkoordinasi dengan pemda Batang dan 
Kementerian Kehutanan untuk membantu masyarakat.[D-13]

Blog Jakarta Post Online Reviews
Akses berita lokal dan mancanegara terkini
dengan Gratis dan realtime (seketika) 
Kunjungi disini
http://jakartapost.blogspot.com

Blog Komunitas Tionghoa di Indonesia
Akses berita, updates kegiatan komunitas Tionghoa
di Indonesia serta komentar komunitas Tionghoa dan para 
pemerhati dan yang peduli dengan negeri ini.
Kunjungi 
http://tionghoanet.blogspot.com
atau
http://chinese-clubs.blogspot.com
http://indonesiaupdates.blogspot.com

Kirim email ke