Rizal Ramli: Demokrasi Sekarang Mengkhianati Amanah Konstitusi Liputan 6 Liputan6.com, Jakarta: Setelah orde baru berkuasa dengan demokrasi otoriternya, saat ini menuju masa peralihan menuju ke demokrasi konstitusi. Namun dalam kepemimpinan saat ini, demokrasi tak ubahnya demokrasi kriminal. Demikian disampaikan mantan Menko Perekonomian, Rizal Ramli dalam acara pidato kebudayaan bertema "Perubahan Adalah Jawaban Perubahan Sekarang Juga," di Taman Ismail Marzuki, Jakarta.
"Apakah demokrasi yang seperti sekarang ini yang kita ingikan atau demokrasi yang hanya bekerja untuk kepentingan elit segelintir saja. Demokrasi yang hanya sekedar prosedural ada pemilu, pemilihan presiden, tak ubahnya hanya demokrasi kriminal," ujar Rizal dalam pidato kebudayaanya. Menurut Rizal, demokrasi sekarang telah mengkhianati amanah tujuan konstitusi. Demokrasi telah dibajak kekuatan uang. "Kalau mau jadi pemimpin. Calon pemimpin harus nyogok pemimpin. Begitu terpilih mesti mengembalikan uangnya, mau gak mau." Ditambahkan oleh Rizal, Lebih dari 20 persen bupati dan gubernur diadili dan bermalah. Karena itu, demokrasi seperti ini harus dihentikan, rakyat seperti anak yatim piatu tidak dipedulikan. Padahal pemerintah harusnya mempu mengayomi rakyatnya dan menjadikan bangsa ini menjadi besar di mata dunia. Rizal melihat, kondisi saat ini semakin parah dari sebelumnya. Reformasi sepertinya menjadi sia-sia. Ia mencontohkan, apa yang terjadi di Brazil dengan waktu 8 tahun negara dapat menjadi pulih setelah sebelumnya negara terpuruk diantara negara Amerika latin. Jepang yang hancur setelah perang dunia hanya 30 tahun untuk mengejar dari negara barat. "Malaysia di tengah pemimpin Mahatir kurang dari 25 tahun mengubah rakyat menjadi makmur. Cina kurang dari 20 tahu menjadi kaya raya," ujarnya mencontohkan. Untuk itu, Rizal menyatakan, yang diperukan hanya sedikit dari orang berani dan dukungan dari semua masyarakat. "Indonesia sebenarnya banyak orang memiliki orang pintar, teapi sedikit yang berani menyatakan kebenaran, ini saatnya mnenyatakan kebenaran," ujar Rizal.(ARI) Blog INTI-net online http://tionghoanet.blogspot.com Feeds : http://feeds.feedburner.com/tionghoanet Blog JAKARTA POST Online http://jakartapost.blogspot.com Feeds : http://feeds.feedburner.com/jakartapost Blog INDONESIA UPDATES http://indonesiaupdates.blogspot.com/ Feeds : http://feeds.feedburner.com/indonesiaupdates Online News Blog : http://jakartaonlinenews.blogspot.com/ http://indofinancialnews.blogspot.com/ http://chinese-clubs.blogspot.com/ http://batavia-news-networks.blogspot.com/ http://indoexchanges.blogspot.com/ http://jaktvnewsonline.blogspot.com/ Eksportir Tak Perlu Cemas Rupiah Menguat, Pemerintah Hemat Rp 400 Miliar Erlangga Djumena JAKARTA, KOMPAS.com Penguatan rupiah, selain menyulitkan para eksportir, ternyata memberikan berkah buat pemerintah. Dari keperkasaan rupiah terhadap dollar Amerika Serikat itu, pemerintah mampu berhemat Rp 400 miliar. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengungkapkan, setiap penguatan Rp 100 terhadap dollar AS, akan terjadi saving sebesar Rp 400 miliar. "Selain ada potensi penghematan, penguatan rupiah juga dapat menekan bunga dari utang negara," ujar Hatta. Hatta menerangkan, para eksportir tidak perlu terlalu mencemaskan penguatan rupiah. Pasalnya, di Asia hampir semua negara turut mengalami penguatan terhadap dollar AS. "Penguatan rupiah, kan, tidak sendirian. Negara pesaing, kan, juga mengalami penguatan. Ini mengakibatkan tingkat kompetisi relatif tidak terlalu tinggi, katakanlah memberikan impact yang besar," paparnya. Selain itu, Hatta mengungkapkan, menguatnya rupiah juga menjadi suatu kebanggaan tersendiri. "Kalau kita lihat overall penguatan itu, kan, makro kita yang kuat. Itu indikator kuat bahwa makro dan fiscal policy itu prudent dan menunjukkan kepercayaan yang tinggi," tuturnya. Hatta memberikan contoh global bond yang baru saja diterbitkan, yield yang ditetapkan hanya 5 persen. Sementara itu, Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan, terus menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tampaknya mulai berimbas pada ekspor Indonesia. Menteri Perindustrian menginginkan rupiah harus dipatok di kisaran Rp 8.700-Rp 8.900. Sebagai mantan pengusaha, Hidayat menerangkan, penguatan rupiah harus ada limitnya. "Saya menganjurkan penguatan rupiah ada limitnya. Harus kita patok Rp 8.700-Rp 8.900, karena jika di bawah itu sangat memberatkan eksportir," tutur Hidayat. Meski demikian, Hidayat mengaku penguatan rupiah saat ini sangat membantu pendanaan pemerintah. Pasalnya, impor barang-barang modal yang dilakukan menjadi lebih murah, termasuk impor bahan bakar minyak. "Memang menguntungkan pemerintah, impor ringan dan sebagainya," ungkapnya. Namun, jika terus berlanjut, penguatan ini dapat memadamkan semangat para eksportir Indonesia karena margin yang mereka terima kecil. "Tetapi, jangan lupa, margin ekspor akan berkurang, itu kan akan mengurangi semangat eksportir," ujarnya. Pengamat ekonomi dari Indef, Ahmad Erani Yustika, menerangkan, negara saat ini sangat mendapat manfaat dari penguatan rupiah, yaitu salah satunya mendorong bulan April mendapat predikat deflasi. "Dengan penguatan Rp 100, pemerintah bisa menghemat belanja sebanyak Rp 400 miliar," ungkap Ahmad Erani. (Bambang Rakhmanto/Kontan) Blog INTI-net online http://tionghoanet.blogspot.com Feeds : http://feeds.feedburner.com/tionghoanet Blog JAKARTA POST Online http://jakartapost.blogspot.com Feeds : http://feeds.feedburner.com/jakartapost Blog INDONESIA UPDATES http://indonesiaupdates.blogspot.com/ Feeds : http://feeds.feedburner.com/indonesiaupdates Online News Blog : http://jakartaonlinenews.blogspot.com/ http://indofinancialnews.blogspot.com/ http://chinese-clubs.blogspot.com/ http://batavia-news-networks.blogspot.com/ http://indoexchanges.blogspot.com/ http://jaktvnewsonline.blogspot.com/
