Loh, katanya demokrasi. Diganggu segitu aja kok repot. Kaum elit itu cuma 
nyentil-nyentil  tangan SBY aja agar sexy-nya bangun. Rakyat nyang mana nyang 
masih percaya? ah, bohong, anggak ada tuh!, Percaya ama sby berarti bodo. Masak 
rakyat dianggap bodo.
bisai.


  ----- Original Message ----- 
  From: Sunny 
  To: Undisclosed-Recipient:; 
  Sent: Saturday, August 27, 2011 12:47 PM
  Subject: [inti-net] Elite politik diminta berhenti ganggu SBY-Boediono


    
  Ref: Kalau elit politik yang adalah sobat kental rezim berkuasa diminta 
berhenti mengganggu SBY-Boediono agar tidak jatuh terpelating, lantas bagaimana 
dengan posisi rakyat?

  
http://www.antaranews.com/berita/273495/elite-politik-diminta-berhenti-ganggu-sby-boediono

  Elite politik diminta berhenti ganggu SBY-Boediono 

  Jumat, 26 Agustus 2011 23:16 WIB | 

  Jakarta (ANTARA News) - Elite politik diminta berhenti mengganggu 
pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono, 
apalagi jika bermaksud menggulingkan pemerintahan di tengah jalan.

  "Bagaimana pemerintahan bisa efektif jika setiap pemimpin yang naik selalu 
diganggu," kata Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (Hima Persis) 
Muhammad Reza Anshori di Jakarta, Jumat.

  Hal senada dikemukakan Ketua Umum Gerakan Pemuda Islam (GPI) Rahmat Kardi. 

  Rahmat mengatakan, sejak reformasi nyaris tidak ada Presiden yang bisa dengan 
tenang menjalankan pemerintahan. 

  "Pascareformasi nyaris tidak ada stabilitas. Padahal proses pembangunan tak 
mungkin jalan tanpa stabilitas," katanya.

  Oleh karena itu, GPI bersama Hima Persis dan Mahasiswa Pancasila mengeluarkan 
pernyataan sikap bersama menyeru elit politik dan para tokoh agar berhenti 
melakukan tindakan-tindakan yang terkesan menjadikan Indonesia sebagai kelinci 
percobaan demokrasi yang hanya menguntungkan kelompok mereka sendiri, namun 
mengorbankan kepentingan rakyat dan negara.

  "Kami menyerukan kepada segelintir tokoh dan elite untuk menahan syahwat 
politiknya yang tidak terarah, yang menciptakan instabilitas nasional," kata 
Rahmat.

  Dikatakannya, hasil survei memang menunjukkan kinerja pemerintah belum 
maksimal, namun survei yang sama menunjukkan keyakinan publik terhadap 
SBY-Boediono masih ada.

  "Sampai saat ini SBY-Boediono masih mendapat kepercayaan dari rakyat 
Indonesia," kata Rahmat.

  Oleh karena itu, lanjutnya, jika memang para elit dan tokoh memiliki 
kepedulian terhadap rakyat dan negara, maka hendaknya bersama-sama pemerintah 
terus melakukan dialog guna menciptakan situasi yang kondusif, bukan sebaliknya 
justru menciptakan instabilitas. 

  "Kami bersama rakyat Indonesia tetap mempertahankan kepemimpinan SBY-Boediono 
sampai akhir masa jabatannya pada 2014," kata Rahmat. 
  (T.S024/I007) 
  Editor: Ruslan Burhani

  [Non-text portions of this message have been removed]



  

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke