Aulloh yang bikin mukajizat.

From: [email protected] 
Sent: Thursday, August 25, 2011 7:27 PM
To: [email protected] 
Cc: [email protected] 
Subject: [inti-net] Kakek Tuli Mendadak Sembuh Saat Amerika Diguncang Gempa

  
Jumat, 26/08/2011 08:33 WIB 

Kakek Tuli Mendadak Sembuh Saat Amerika Diguncang Gempa
AN Uyung Pramudiarja - detikHealth

Robert Valderzak (dok: Myfoxdc)
Washington, AS, Gempa besar yang mengguncang Washington DC awal pekan ini 
membawa berkah bagi seorang kakek yang sebelumnya divonis tuli permanen. Saat 
orang-orang heboh menyelamatkan diri, kakek ini malah heboh sendiri karena 
tiba-tiba bisa mendengar.

Robert Valderzak, kakek 75 tahun asal Washington DC kehilangan pendengarannya 
setelah terjatuh pada 19 Juni 2011, tepat pada saat perayaan Hari Ayah. 
Kecelakaan ini membuat telinganya mengalami kerusakan serius dan saat itu juga 
harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan.

"Ia mengalami tuli konduktif. Artinya, kemungkinan ada masalah dengan cairan 
pada tulang-tulang di dalam telinganya. Sarafnya juga rusak, jadi kerusakannnya 
sudah terkombinasi," ungkap Dr Ross Fletcher dari Veterans Affairs Hospital 
yang ketika itu menangani Valderzak, seperti dikutip dari Myfoxdc, Jumat 
(26/8/2011).

Sejak saat itu, Valderzak mengalami kesulitan dalam berkomunikasi. Untuk 
mengetahui bahwa ada orang yang sedang bicara kepadanya, ia memakai speaker 
khusus yang lampunya akan menyala jika ada suara lalu masih harus mengaktifkan 
perangkat audio khusus untuk mendengarnya.

Namun pada Selasa (23/8/2011) waktu setempat, semuanya berubah. Saat keempat 
anaknya datang berkunjung lalu terjadi gempa berkekuatan 5,8 SR, anak-anaknya 
dan juga orang lain di sekitarnya berteriak histeris sambil berlarian untuk 
menyelamatkan diri.

Untuk beberapa saat lamanya, Valderzak juga larut dalam kehebohan tersebut. 
Baru setelah semuanya berakhir, ia tercengang lalu mulai menyadari bahwa 
dirinya sedang tidak menggunakan alat bantu pendengaran dan itu berarti 
telinganya sudah sembuh.

"Saya katakan pada anak-anak saya, saya bisa mendengar lagi. Saya dengar 
semuanya, orang-orang berteriak di lorong," ungkap Valderzak bersemangat.

Meski turut berbahagia karena pasiennya merasa sudah sembuh, Dr Fletcher ragu 
jika pendengaran Valderzak benar-benar pulih. Menurutnya telinga Valderzak 
belum tentu pulih 100 persen dan untuk membuktikannya Valderzak harus menjalani 
tes audiogram.

Tapi karena terlalu senang, Valderzak tidak peduli lagi dengan tes semacam itu 
dan merasa tidak perlu menjalaninya. Baginya, bisa mendengar lagi tanpa alat 
bantu adalah sebuah mujizat dari Yang Maha Kuasa yang kebetulan datang 
bertepatan dengan gempa bumi.

(up/ir) 

[Non-text portions of this message have been removed]





[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke