Refl:   Apa untungnya dengan NKRi, jika  orang mau merayakan lebaran  terpaksa 
minta dilindungi oleh polisi? Situasi demikian adalah jauh lebih buruk dari 
pada di zaman kolonial penjajah Belanda. Pada zaman penjajah itu tidak perlu 
ada polisi dan serdadu untuk memberi perlindungan terhadap  kaum yang merayakan 
hari raya agamanya atau ibadah. 

Di NKRI sudah mejadi tradisi  adanya anasir-anasir jahat yang menggangu 
kebaktian agama kaum minoritas. Selama ratusan tahun selama penjajah tidak ada 
MUI dan Dept agama.  Tidak ada pula larangan orang mendirikan rumah ibadah 
(mesjid)  di jalan yang bernama oraang  Belanda, seperti apa yang terjadi di 
Bogor, dimana  Walikotanya  melarang didirikan gereja di jalan yang memakai 
nama islamiah [Arab], disamping itu terjadi pembakaran rumah ibadah Nasrani 
disana sini. Hitung punya hitung, banyak ruginya dari pada faedahnya NKRI. 
Bukan saja masalah agama kaum minoritas, tetapi juga ekonomi, sebagai  contoh 
Kalimantan. Di gundul hutannya hutannya dan kekayaan alamnya dikeruk 
habis-habisan. 

Bagi yang mau lebih tahu tentang  tragedi Kalimantan silahkan lihat video ini 
dengan klik  pada :  http://vimeo.com/26316515  Kerusakan demikian bukan saja 
terjadi di Kalimantan, tetapi juga di daerah-daerah lain , akibat kerusakan ini 
rakyat setempat tentunya tidak menjadi kaya raya, tetapi sebaliknya miskin 
melarat dan demikian pula di hari depan lebih buruk sulit dielakan, apabila 
lingkaran rantai perampokan ini tidak diputuskan.

Bagi kaum Ahmadiah selamat merayakan Hari Raya Idulfitri. Eid Mubarak!

http://us.detiknews.com/read/2011/08/29/204014/1713348/10/muhammadiyah-tetap-lebaran-30-agustus-minta-dilindungi-pemerintah?9922032

Senin, 29/08/2011 20:40 WIB 

Muhammadiyah Tetap Lebaran 30 Agustus, Minta Dilindungi Pemerintah 
Fajar Pratama - detikNews




Jakarta - Pemerintah dan sebagian besar ormas Islam menetapkan 1 Syawal 1432 H 
jatuh pada Rabu 31 Agustus 2011. Hanya PP Muhammadiyah yang menjalankannya pada 
30 Agustus 2011 besok. 

Demi menjaga keutuhan umat, Muhammadiyah meminta agar pemerintah memperhatikan 
perlindungan bagi umat yang menjalankan salat Id besok.

"Kami yakin pemerintah akan melindungi, GP Ansor saja siap, saya kira 
pemerintah bisa lebih dari itu," kata Wakil Sekretaris Majelis Tarjih dan 
Tajdid PP Muhammadiyah, Abdul Fatah Wibisono.

Hal tersebut dia sampaikan saat memberikan pandangan di sidang itsbat yang 
digelar di Kantor Kemenag, Jl Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (29/8/2011).

Menurut dia, budaya saling melindungi adalah bentuk kerukunan yang luar biasa 
bagi umat muslim. Meski ada perbedaan, jangan sampai ada provokasi yang 
berujung pada perpecahan.

"Kami juga akan meminta warga Muhammadiyah mengamankan siapa pun yang 
berlebaran hari Rabu," tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Abdul juga menyampaikan alasannya menetapkan awal 
Syawal pada 30 Agustus 2011 besok. Muhammadiyah menggunakan hisab hakiki 
wujudul hilal dengan kriteria, pertama, bulan di langit untuk bulan Ramadan 
telah genap memutari Bumi satu putaran pada jam 10.05 WIB Senin hari ini. 

Kedua, genapnya satu putaran itu tercapai sebelum Matahari hari ini terbenam, 
dan saat matahari hari ini terbenam, Bulan positif di atas ufuk. Dengan 
demikian, kriteria memasuki bulan baru telah terpenuhi.

(fjr/mad) 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke