http://www.antaranews.com/berita/273673/empat-luka-diserang-satu-babi-butan
Empat luka diserang satu babi butan Minggu, 28 Agustus 2011 08:35 WIB | ilustrasi babi hutan (www.soil-net.com) Saat anak saya terlempar, binatang itu terus mengejar. Namun, saya berusaha menghentikan amukan babi itu dengan sekuat tenaga dan akhirnya babi itu bisa saya lumpuhkan," Magelang (ANTARA News) - Satu babi hutan mengamuk dan menggigit empat warga Kecamatan Pakis dan Candimulyo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Sabtu. Empat warga yang sedang bekerja di ladang itu adalah Kardi (25) warga Petung Kecamatan Pakis, Rohmat (65) warga Sonorejo Kecamatan Candimulyo, dan Tukini (32) serta anaknya Rani (12) warga Dusun Mantenan, Desa Giyanti, Candimulyo. Rohmat mengalami luka serius di bagian kedua telapak tangannya dan ibu jari kaki sebelah kanan. Oleh petugas Puskesmas Candimulyo, dia dirujuk ke Rumah Sakit Tentara Magelang. Rohmat menuturkan, saat menanam singkong di sawah tiba-tiba ada seekor babi hutan yang menyerangnya sehingga dia jatuh telentang. Setelah korban jatuh, babi hutan tersebut terus menyerang dan korban berusaha melawannya, namun beberapa bagian telapak tangannya justru digigit babi itu. "Waktu menanam singkong, posisi saya metunduk. Tiba-tiba dari arah samping kanan babi hutan tersebut menyeruduk. Setelah berusaha melawannya, saya terjatuh ke parit dan kemudian saya lari," katanya. Pangat (35) suami Tukini mengatakan, saat panen cabai bersama istri dan anaknya tiba-tiba diserang babi hutan.Tukini mengalami luka di bagian pantat, sedangkan Rani luka memar di bagian punggung. "Pertama yang diseruduk adalah istri saya dan terlempar kemudian babi itu juga menyerang anak saya. Saat anak saya terlempar, binatang itu terus mengejar. Saya berusaha menghentikan amukan babi itu dengan sekuat tenaga dan akhirnya babi itu bisa saya lumpuhkan," katanya. Pangat mengatakan, setelah berhasil melumpuhkan babi dengan cara menindihnya, kemudian dia berteriak minta tolong kepada warga sekitar.Tetangga berdatangan dan mengikat babi seberat sekitar 1,5 kuintal tersebut. Babi hutan itu kini jadi tontonan warga. Menurut Pangat, selama ini tidak ada hama babi hutan di ladang. (H018) Editor: Aditia Maruli COPYRIGHT © 2011 ++++ http://www.antaranews.com/berita/268652/pariaman-gelar-perburuan-babi-hutan-sambut-ramadhan Pariaman Gelar Perburuan Babi Hutan Sambut Ramadhan Minggu, 24 Juli 2011 23:43 WIB | 1148 Views Pariaman (ANTARA News) - Pengurus Daerah Persatuan Olahraga Buru Babi (Porbi) Kota Pariaman, Sumatera Barat menggelar kegiatan berburu babi bersama yang dipusatkan di Desa Sikapak Timur, Kota Pariaman, Minggu, guna menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Ajang berburu babi tersebut diikuti sekitar seribuan peburu dari berbagai daerah di Sumbar dengan sasaran lokasi berburu melintasi daerah Mudiak Darek dan berputar menuju Padang Sarai di kawasan Labuang Desa Sikapak Timur yang berada di perbatasan antara Kota Pariaman dengan Kabupaten Padangpariaman. Pengurus Porbi sersama para "niniak mamak" (pemangku adat, red), kalangan pemuda dan cerdik pandai serta para tokoh yang dituakan dan pemuka adat lainnya mengawali kegiatan dengan "basitinah kato" (persembahan adat, red) di "laga-laga" (balairung pemuda) Labuang Jaya Desa Sikapak Timur, Kecamatan Pariaman Utara. Ketua Pengurus Daerah Porbi Kota Pariaman, Aspar, mengatakan, kegiatan berburu babi tersebut digelar untuk mempererat silaturahim karena sebenar lagi akan memasuki bulan suci Ramadhan. Melalui kegiatan berburu babi tersebut, kata dia, Porbi juga akan dapat memberikan dampak positif mencegah berkembangnya hama perusak tanaman di kebun-kebun rakyat, seperti gangguan dari babi, landak dan binatang lain yang dapat merugikan masyarakat. Lebih lanjut ia mengatakan, Porbi Kota Pariaman sudah menjadikan kegiatan berburu babi sebagai agenda rutin, setidaknya 3-4 kali dalam setahun. "Alhamdulillah setiap pelaksanaannya mendapat sambutan luar biasa dari para pencandu berburu babi dari berbagai daerah di Sumbar dan bahkan dari provinsi tetangga," ujarnya. Berburu babi juga termasuk mendukung program visi dan misi Kota Pariaman dalam mewujudkan Pariaman sebagai daerah kunjungan wisata, katanya menambahkan. Usai berburu di lapangan, kegiatan ditutup dengan acara berdoa bersama, dan pada malam hari digelar acara hiburan untuk masyarakat dengan menampilkan "saluang dangdut". (ANT208/R014/K004) Editor: B Kunto Wibisono COPYRIGHT © 2011 Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com [Non-text portions of this message have been removed]
