Ambon manis akan menjadi pahit?

http://www.antaranews.com/berita/275129/ambon-dilaporkan-tegang

Ambon dilaporkan tegang
Minggu, 11 September 2011 17:41 WIB | 1224 Views



Ambon (ANTARA News) - Ketegangan kembali melanda warga kota Ambon, Maluku, 
sejak Minggu siang menyusul kematian seorang tukang ojek warga Kelurahan 
Waihaong, Kecamatan Sirimau.

Dari pantauan ANTARA hingga Minggu petang, kematian tukang ojek yang belum 
diketahui identitasnya itu menyulut emosi keluarganya karena ketidakjelasan 
penyebab kematiannya.

Berkembang informasi bahwa korban ditemukan tewas di kawasan Gunung Nona, 
Kelurahan Kudamati, sedangkan versi lain menyebutkan yang bersangkutan tewas 
akibat tabrakan.

Menjelang pemakaman di kawasan Petak Sepuluh, Kelurahan Manggadua, Kecamatan 
Nusaniwe, keluarga korban tersulut emosinya sehingga ruas jalan di Tanah Lapang 
Kecil-Waihong ditutup.

Penutupan jalan ini mempengaruhi lalu lintas di ruas jalan Trikora-Perak 
Sepuluh-Batu Gantung sampai-sampau polisi meminta warga tidak memaksakan diri 
melintasi kawasan ini.

Ketegangan ini pun berlanjut saat prosesi pemakaman jenazah korban di Petak 
Sepuluh dan polisi terpaksa mengeluarkan tembakan peringatan untuk membatasi 
jumlah pengantar.

Dari kejauhan terlihat asap membumbung tinggi di kawasan Kelurahan Waihaong. 

Isu-isu tidak benar bertebaran dan kemudian dibantah Raja Passo, Marthen 
Sarimanelle yang mengaku memantau sejumlah lokasi sepertti di Jl. Wolter 
Monginsidi.

Sementara Camat Baguala, Nel Latuny, mengimbau masyarakat tidak terprovokasi.

"Saya baru dari desa Galala mengecek kondisi jalan, ternyata aman aman saja dan 
buktinya mobil angkot jurusan Darussalam, desa Tulehu masih lalu lalang," 
ujarnya.

Kapolres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, AKBP Djoko Susilo, Walikota Ambon 
Richard Louhenapessy, Kapolda Maluku Brigjn Pol. Syarief Gunawan, Pangdam 
XVI/Patimura Mayjen TNI Suharsono dan Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu 
belum bisa dimintai komentarnya mengenai situasi terakhir di Ambon ini. (*)

L005/I007 
Editor: Jafar M Sidik

Berita Terkait
  a.. 200 Brimob dari Makassar tiba di Ambon
  b.. Isu SARA Ambon tidak menggelinding ke Bitung
  c.. Korban tewas di Ambon bertambah puluhan orang dirawat
  d.. Wakapolda lepas 200 Brimob Sulsel ke Ambon 
  e.. Menko Polhukam: aparat jangan lengah atasi Ambon 
++++

http://www.tempointeraktif.com/hg/nusa_lainnya/2011/09/11/brk,20110911-355624,id.html


Ambon Memanas Lagi 
Minggu, 11 September 2011 | 16:46 WIB
Besar Kecil Normal 


TEMPO Interaktif, Ambon - Kota Ambon memanas lagi. Sejumlah ruas jalan 
dibarikade, konsentrasi massa pun terjadi di sejumlah ruas jalan. Peristiwa ini 
terjadi sekitar pukul 16.00 WIT, Ahad, 11 September 2011.



Suara tembakan di Kota Ambon, yang mencoba menghentikan kedua kelompok massa 
yang saling lempar batu, membuat suasana menjadi mencekam. Warga yang bermukim 
di perbatasan wilayah Islam dan Kristen panik dan mengungsi ke masjid-masjid 
mencari perlindungan. 



Wa Ima, warga yang ikut mengungsi, menggenggam erat tangan kedua anaknya sambil 
berlari kecil, mengamankan diri. "Katong takut bapa (kami takut bapak)," 
katanya dengan raut wajah yang ketakutan.



Lempar batu juga sempat terjadi di Jalan dr. Latumeten, sekitar kampus 
Universitas Pattimura. Dua kendaraan roda dua dibakar dan tiga unit angkutan 
kota jurusan Kudamati dan Bentas rusak akibat terkena lemparan batu. Di 
sejumlah ruas jalan juga terlihat konsentrasi massa sambil membawa parang. 



Hingga Ahad petang situasi Kota Ambon masih mencekam. Tak terlihat kendaraan 
lalu lalang di jalan raya. Hanya terlihat konsentrasi massa seperti di Tuguh 
Trikora, Batu Merah dan Mardika, Waringin, Diponegoro, serta di kawasan Tanah 
Lapang Kecil (Talake).



Kepala Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease Ajun Komisaris Besar Joko 
Susilo, yang datang ke lokasi, tak berdaya meredakan amarah massa yang saling 
lempar batu. "Kami masih mengupayakan meredakan emosi massa," ujarnya kepada 
wartawan di Ambon.



Kepala Bidang Humas Polda Maluku Ajun Komisaris Besar Johannis Huwae belum 
biasa memberikan keterangan. "Pak Kapolda sudah turun langsung ke TKP untuk 
mengamankan massa," katanya.



Dugaan sementara peristiwa ini bermula dari tewasnya Darfing, salah seorang 
tukang ojek di Ambon. Kabarnya ia dihabisi di kawasan Gunung Nona, Kudamati, 
Ambon, ketika mengantar seorang penumpang ke kawasan tersebut pada Sabtu malam, 
10 September 2011.



Usai pemakaman korban di pekuburan Islam Mangga Dua, massa langsung emosi dan 
menghentikan serta melempari kendaraan di kawasan tersebut. Warga marah 
lantaran polisi dianggap lamban menangani dan menangkap tersangka. 



MOCHTAR TOUWE




[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke