Ancaman Krisis
BI: Pertumbuhan Ekonomi Bisa Terganggu
Ester Meryana | Laksono Hari W

JAKARTA, KOMPAS.com - Deputi Gubernur Bank Indonesia Hartadi Sarwono 
mengatakan, Indonesia dapat terkena dampak dari krisis ekonomi yang terjadi di 
Amerika Serikat dan Uni Eropa saat ini. Ia menyebutkan, pertumbuhan ekonomi 
nasional bisa berada di bawah target pemerintah pada tahun 2012.

"Kita mau lihat dampak langsung dari Eropa mungkin tidak akan terlalu besar. 
Tapi kita juga jangan terlalu lengah dengan hal-hal seperti itu karena bisa aja 
ada indirect impact-nya melalui negara-negara lain," ujar Hartadi seusai 
menghadiri Rapat Dengar Pendapat di DPR, Selasa (13/9/2011) sore.

Menurut Hartadi, Indonesia sudah merasakan dampak dari krisis di wilayah 
tersebut melalui pertumbuhan ekonomi yang melemah. Penurunan pertumbuhan 
ekonomi global, kata Hartadi, menyebabkan demand terhadap ekspor Indonesia juga 
menurun sehingga akan melemahkan konsumsi swasta. "Sehingga ada kecenderungan 
pertumbuhan ekonomi kita melemah bahkan di bawah target pemerintah yang 6,7 
persen," ujar Hartadi.

Meski demikian, Hartadi menyatakan optimistis terhadap peluang Indonesia untuk 
mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 6,7 persen. Hal ini dapat dicapai apabila 
pemerintah berkonsentrasi pada kegiatan ekonomi di dalam negeri, termasuk juga 
menambah stimulus, khususnya fiskal.

BLOG & Feed Tionghoanet
http://tionghoanet.blogspot.com
http://feeds.feedburner.com/Tionghoanet

BLOG Indonesia Updates
http://indonesiaupdates.blogspot.com

BLOG & Feed LowonganNet
http://lowonganNet.blogspot.com
http://feeds.feedburner.com/Lowongannet

BLOG & Feed Export Import Marketplaces
http://export-import-indonesia.blogspot.com
http://feeds.feedburner.com/Export-import-indonesia


http://www.gatra.com/terpopuler/46-ekonomi/2647-us-2-milyar-bisnis-rusia-di-maluku

US$ 2 Milyar Bisnis Rusia di Maluku
Selasa, 13 September 2011 19:02
0 Komentar

Perusahaan Rusia, Soulway Group, menanamkan duit di Maluku lebih dari US$ 2 
milyar. Dana investasi tersebut digunakan untuk membangun smelter penggalian 
dan pengolahan bijih feronikel di Maluku (Halmahera). Demikian disampaikan 
Kepala BKPM Gita Wiryawan di Moskow.

Gita Wiryawan berada di Moskow, dalam rangka menghadiri Bisnis Forum berjudul 
“Invest in Remarkable Indonesia”, 12 September 2011. Ikut dalam rombongan 
Kepala BKPM adalah  para gubernur dan wakil pemerintah propinsi Sumatera Utara, 
Kalimantan Timur, Sulawesi Utara dan Nusa Tenggara  Barat, Kalimantan Timur dan 
para pejabat senior dari KADIN.

Peserta Forum dari Indonesia bertemu dengan para pebisnis, industrialis dan 
investor potensial dari Rusia. Mereka melakukan pembahasan soal kemungkinan 
penanaman modal dalam proyek kerjasama di berbagai region Nusantara.

Forum dibuka resmi oleh Dubes RI, Hamid Awaludin. Dalam kesempatan pembukaan, 
Kepala BKPM menegaskan antara lain, bahwa program promosi potensi investasi 
Indonesia harus memperbesar arus penanaman modal Rusia kedalam ekonomi 
Indonesia. "Kami tidak mau kalah dalam perjuangan saingan kepada negeri-negeri 
lain yang lehih berhasil memajukan kemungkinan investasinya," tegas Gita 
Wiryawan.

Rusia memiliki ekonomi perkasa dan potensial besar untuk aktivisasi kegiatan  
para investor Rusia di Indonesia, ujarnya. GDP Rusia di tahun 2010 mencatat US$ 
1.479 trilyun, menduduki tempat ke-11 ekonomi di dunia. Analis meramalkan, 
ekonomi Rusia akan maju pesat bersama dengan ekonomi negara Brasil dan China.

Dalam kesempatan berjumpa dengan media di Moskow, Gita Wiryawan menyampaikan 
bahwa pihaknya berkesempatan bertemu dengan RZHD. Inilah perusahaan kereta api 
di Rusia yang berencana membangun jalan kereta api trans Kalimantan. Selain itu 
dengan sejumlah investor, Gita juga membahas kerjasama di  bidang minyak dan 
gas serta bidang dirgantara.

Gita berharap, teknologi tinggi yang dimiliki Rusia dapat dialihkan dan 
digunakan di Indonesia.

Perdagangan Indonesia-Rusia, dewasa ini tercatat senilai US$ 1,5 milyar. Angka 
ini berpotensi meningkat hingga lima kali lipat, melihat potensi bisnis antar 
kedua negara.


Setelah Moskow delegasi Indonesia akan menuju Minsk. Di sini mereka akan 
membahas perkembangan  kerjasaama di berbagai bidang di Belorusia. Dalam acara 
kesempatan tersebut, Rusia mengealkan aneka produk, termasuk truk raksasa 
buatan pabrik BELAZ. (Svet Zakharov, Moskow)
BLOG & Feed Tionghoanet
http://tionghoanet.blogspot.com
http://feeds.feedburner.com/Tionghoanet

BLOG Indonesia Updates
http://indonesiaupdates.blogspot.com

BLOG & Feed LowonganNet
http://lowonganNet.blogspot.com
http://feeds.feedburner.com/Lowongannet

BLOG & Feed Export Import Marketplaces
http://export-import-indonesia.blogspot.com
http://feeds.feedburner.com/Export-import-indonesia

Kirim email ke