http://www.suarapembaruan.com/home/aktivitas-freeport-lumpuh/11266
Aktivitas Freeport Lumpuh
Kamis, 15 September 2011 | 14:27
[JAYAPURA] Aktivitas Produksi PT Freeport Indonesia pada Kamis (15/9) ini
dipastikan lumpuh total, menyusul aksi mogok ribuan karyawannya sejak dini hari
tadi. Hingga pukul 15.10 WWIT, karyawan PT Freeport Indonesia terus memenuhi
Gorong-Gorong atau terminal kedatangan karyawan untuk menuju Kota Timika.
Gorong-Gorong adalah tempat dimana karyawan PT Freeport hendak menuju
Tembagapura untuk bekerja maupun pulang semua melewati Gorong-Gorong.
Salah satu karyawan Freeport Indonesia yang bekerja di tambang bawah tanah
Oktovianus Hisage mengatakan, aktivitas produksi tambang mulai terhenti tadi
malam sekitar pukul 24.00 WIT.
"Ribuan karyawan khususnya yang bekerja di tambang bawah (underground) mulai
hari ini telah meninggalkan tempat kerja,"ujarnya.
Kami turun bergabung bersama rekan-rekan kami, di Timika untuk berkumpul di
Kuala Kencana.
Aksi mogok kerja karyawan Freeport ini dipicu tidak adanya jawaban dari
manajemen PT Freeport Indonesia, terhadap tuntutan kenaikan upah tetap yang
diajukan serikat pekerja.
Serikat pekerja menginginkan kenaikan upah 17,5 dolar hingga 43 dolar per jam.
Saat ini mereka diberi upah 1,5 dolar hingga 3,5 dolar perjam. Dalam sehari
apabila tidak ada produksi, PT Freeport Indonesia merugi sekitar Rp 200 miliar.
Juru Bicara PT Freeport Indonesia, Ramdani Sirait, mengatakan, negosiasi terus
kami lakukan. "Negosiasi ini terus kami lakukan, agar masalah ini selesai,"
ujarnya.
Sementara itu 114 personil aparat keamanan yang terdiri dari anggota intel,
reserse dan propam sejak kemarin telah tiba di Timika. Kabid Humas Polda Papua,
Kombes Pol Wachyono mengatakan, kedatangan mereka untuk membantu Polres Mimika
dalam mengamankan aksi mogok tanggal 15 September hingga 15 Oktober.
"Aksi mogok ini sesuai pemberitahuan Pengurus Unit Kerja-Federasi Serikat
Pekerja Kimia, Energi dan Pertambangan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia-PT
Freeport Indonesia (PUK-FSP SPSI-PTFI). Dan kalau ada tindakan anarkis maka
akan ditindak tegas,"ujarnya. [154]
++++
http://www.suarapembaruan.com/home/karyawan-freeport-kembali-mogok/11248
Karyawan Freeport Kembali Mogok
Kamis, 15 September 2011 | 10:31
TIMIKA] Sekitar 20 ribu karyawan PT Freeport Indonesia melakukan aksi mogok
mulai Kamis (15/9) dini hari, setelah tidak ada titik temu terkait permintaan
kenaikan upah pekerja. Aksi ini rencananya akan berlangsung selama sebulan dan
dikoordinir Pengurus Unit Kerja-Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi dan
Pertambangan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia-PT Freeport Indonesia (PUK-FSP
SPSI-PTFI).
Dari pantauan SP di Gorong-Gorong atau terminal kedatangan karyawan PT Freeport
Indonesia, kedatangan karyawan sudah dimulai sejak pukul 9.00 WIT. Informasi
yang diperoleh SP menyebutkan, ada 120 trip bus untuk mengangkut karyawan turun
dari Gressberg, Tembagapura.
Virgo Solossa saat dihubungi SP, Kamis (15/9) pagi mengaku aksi mogok sudah
mulai dilakukan. "Tidak ada titik temu antara manajemen dengan kami PUK-FSP
SPSI-PTFI soal upah kenaikan 17,5 dolar AS hingga 43 dolar AS per jam. Karena
tidak ada titik temu, juga soal kenaikan kepangkatan pada level-level yang
kami minta," ujarnya. Saat ini karyawan menerima gaji 1.5 dolas AS hingga 3,5
dolar AS per jam.
Menanggapi aksi mogok tersebut, Juru Bicara PT Freeport Indonesia, Ramdani
Siraitan mengaku, manajemen kecewa dengan keputusan Pengurus Unit Kerja SPSI
yang memutuskan melakukan mogok kerja yg tidak sah itu.
"Sejak 20 juli, 2011, manajemen telah beritikad baik untuk melakukan negosiasi
untuk mencapai kesepakatan yang adil dan wajar. Paket finansial yang sangat
baik telah ditawarkan selama perundingan. Paket yang ditawarkan adalah paket
terbaik yang ditawarkan untuk para pekerja di Indonesi," ujarnya.
Menurut dia, hari ini suatu mediasi dijadwalkan berlangsung di Kemenakertrans
untuk mencari solusi dan mencapai Perjanjian Kerja Bersama untuk periode 2011 -
2013. [154]
[Non-text portions of this message have been removed]