http://hidayatullah.com/read/18908/18/09/2011/beta-takut-untuk-kembali!.html
Liputan Langsung dari Ambon
      
Beta Takut untuk Kembali! 

Ahad, 18 September 2011 


Hidayatullah.com--Meski rumahnya tidak terbakar, namun Daeng Longi (70) dan 
keluarganya terpaksa tinggal di pengungsian, di Masjid Jami' al-Fatah, Kota 
Ambon. 

Daeng terpaksa angkat kaki dari rumahnya di Talake Dalam --salah satu kawasan 
Nasrani di Ambon-- sejak pekan lalu untuk menghindari amukan massa menyusul 
kerusuhan yang terjadi di Ambon 9/11.

Dia mengaku, sebenarnya tetangga-tetangganya yang Nasrani cukup berlaku baik. 
Namun, mereka meminta Daeng untuk pergi sementara guna menghindari massa yang 
datang dari daerah lain.

"Dong (mereka, red) memang baik, suruh kita mengungsi sementara. Tapi beta 
takut (masa Nasrani) yang datang dari luar," ujar Daeng kepada 
www.hidayatullah.com. 

Pascakonfik Maluku tahun 1999, Daeng dan keluarga besarnya merupakan 
satu-satunya keluarga Muslim yang tetap tinggal di Talake Dalam. Pria asal 
Bone, Sulawesi Selatan ini sudah 40 tahun tinggal di Ambon sebagai penarik 
becak.

Dan, rumah seluas 7 x 12 meter persegi di kawasan Nasrani itulah satu-satunya 
benda berharga miliknya.Di tambah, di rumah itu juga tinggal lima keluarga dari 
anak-anaknya. 

Maka sulit bagi Daeng untuk melepas rumah tersebut. "Apalagi masa konflik 
sekarang, toh. Harga rumah bisa ditawar murah sekali," katanya menjelaskan.

Abdul Djalil (47), putra Daeng, sempat kembali ke rumah hari Rabu (14/11) tiga 
hari setelah kerusuhan untuk mengambil sejumlah kebutuhan semisal pakaian dan 
becak yang dipakai Daeng untuk mencari nafkah. Dia mengaku rumahnya masih utuh 
dan tidak ada barang yang dijarah.

Namun Daeng masih belum bisa menarik becak dalam keadaan seperti ini. Untuk 
makan pun, dia masih tergantung pada bantuan di pengungsian. "Beta seng (tidak) 
keluar (menarik becak), seng makan," katanya yang sudah berhari-hari di 
pengungsian.

Bukan hanya Daeng yang mengalami hal demikian, sejumlah umat Nasrani yang 
tinggal di pemukiman Muslim juga banyak yang terpaksa mengungsi pascarusuh 11 
September lalu. 

Daeng mengaku telah mendengar imbauan dari pemerintah kota, agar para pengungsi 
segera kembali ke rumah mulai hari Senin 19/9, ini. "Tapi beta takut untuk 
kembali," kata Daeng.

Dia berharap pemerintah bisa memberikan jalan keluar bagi keluarganya untuk 
pindah. Dan, rencananya, hari ini (Senin 19/9), pemerintah kota Ambon akan 
meninjau ke pengungsian dan berbicara dengan para pengungsi.*

Rep: Surya Fachrizal Ginting
Red: Panji Islam

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke