Isu Reshuffle, Lima Menteri Mau Diganti?
Senin, 19 September 2011 | 16:56

 SBY pimpin rapat kabinet [antara]

[JAKARTA] Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Achmad Mubarok, menyatakan, 
saat ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan perombakan kabinet. Selain 
usia kabinet yang  hampir dua tahun lagi, juga kinerja menteri yang belum 
optimal dan harus ditingkatkan, serta masalah bangsa yang harus segera 
diselesaikan.

“Jadi, sekarang adalah waktu yang tepat,” katanya.

Mubarok berpendapat, Presiden sebenarnya ingin melakukan perombakan kabinet 
sejak tahun lalu, tetapi hingga kini belum jadi.

“Selain masih ada sejumlah masalah sehingga waktunya dinilai belum tepat, 
Presiden juga tidak mau dipaksa-paksa atau diatur-atur. Sebab, reshuffle 
kabinet adalah hak prerogatif Presiden,” katanya.

Mubarok menjelaskan, saat ini memang ada pihak-pihak di luar pemerintah yang 
menginginkan pemerintahan berjalan baik dan mendesak Presiden segera melakukan 
perombakan kabinet.

“Saya kira Presiden jangan selalu berpikir akomodatif untuk merombaknya. Akan 
tetapi, berpikir profesional saja bagi kepentingan dan kebaikan sisa 
pemerintahan yang tiga tahun lagi,” katanya.

Mubarok mengakui, jika perombakan kabinet tidak segera dilakukan, beban 
Presiden semakin berat. ”Karena, kan, Presiden yang harus bertanggung jawab. 
Konsentrasi Presiden jadi terganggu,” katanya.

Namun, katanya, Presiden telah memiliki catatan kinerja para menterinya. 
“Biarlah Presiden yang memutuskannya,” katanya.

Mubarok meyakini, Presiden telah memiliki evaluasi terkait kinerja para 
menteri,” katanya.

Sementara itu dikabarkan ada lima menteri yang akan diganti terkait perbaikan 
kinerja kabinet.

Disebut-sebut posisi menteri  yang diprediksi diganti adalah Menneg BUMN dengan 
alasan kesehatan, Menakertrans karena terkait masalah hukum, Menteri 
Perhubungan, Menteri ESDM dan Menpera.

Kabar yang beredar kalau Menneg BUMN akan diganti oleh internal di Kementerian 
Negara BUMN sendiri, sedangkan untuk posisi Menakertrans ada dua nama yang 
disebut-sebut calon kuat. Yakni Wakil Ketua Umum Partai Golkar yang juga mantan 
Menteri Tenaga Kerja Theo Sambuaga, dan tokoh serikat pekerja Andi Gani Nena 
Wea. [152/153/E-8/IMR/070/148/W-12]

http://www.suarapembaruan.com/home/isu-reshuffle-lima-menteri-mau-diganti/11400

http://www.gatra.com/nasional-cp/1-nasional/2795-reshuffle-hanya-sby-yang-tahu


Reshuffle? Hanya SBY Yang Tahu
Selasa, 20 September 2011 08:04
0 Komentar

Reshuffle… Reshuffle … Reshuffle kabinet. Kata-kata tersebut menghiasi ruang 
media nasional dalam beberapa hari terakhir.  Benarkah akan ada reshuffle di 
Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II?

Hiruk pikuk reshuffle, tidak lepas dari berbagai kritik yang dilancarkan 
terhadap kinerja Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan wakilnya Boediono. 
Berbagai survey juga menunjukkan, kepuasan publik terhadap mereka turun 
drastic. Yakni, di bawah 50%.

"Kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah hanya 37,7 persen," demikian 
rilis yang disampaikan peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Aji Alfaraby, 
dalam jumpa pers di Graha Dua Rajawali LSI, Jalan Pemuda 70, Rawamangun, 
Jakarta Timur, Minggu (18/9/2011.

Isu  reshuffle juga makin menguat, setelah istana memberi sinyal ke arah itu. 
Adalah staf khusus presiden Daniel Sparingga, kepada wartawan menyatakan bahwa, 
presiden tengah melakukan evaluasi terhadap anggota cabinet. Dan reshuffle  
kemungkinan akan dilakukan dalam tiga pecan ke depan (awal Oktober-red).

Informasi inilah yang kemudian menyebar. Buntutnya, berbagai prediksi 
menyangkut menteri mana yang bakal dicopot pun merebak. Nama menteri yang akan 
diganti, dari satu media dengan media yang lain,  beberda-beda bergantung pada 
sumber berita yang ditemui media tersebut.  Yang mengemuka adalah tiga 
kementrian yang menjadi sorotan karena kasus korupsi; Kemenpora (suap wisma 
atlet), Kemenakertrans (suap/uang THR). Dan Kemendagri (kasus e-KTP).

Alasan reshuffle karena alas an kinerja buruk juga dimunculkan. Koran Media 
Indonesia misalnya, mengutip politisi Partai Keadilan Sosial (PKS) Fahri 
Hamzah, menyebut tiga pos menteri yang bakal diganti; Menpora Andi 
Mallarangeng, Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh, dan Menteri Pekerjaan Umum 
Djoko Kirmanto.

Sementara MetroTV menyebutkan jumlah yang lebih banyak lagi menteri yang bakal 
diganti. Antara lain; Menkominfo Tifatul Sembiring, Menkumham Patrialis Akbar, 
Menakertrans Muhaimin Iskandar, dan Menpora Andi Mallarangeng.

Hiruk pikuk reshuffle toh tidak membuat gerah para anggota KIB II. Setidaknya 
itu yang diekspresikan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) 
Agung Laksono. "Kami tetap kompak. Tidak ada hal-hal yang kemudian bisa 
mendistorsi. Reshuffle kami menyadari, itu kewenangan presiden," katanya kepada 
wartawan di gedung DPR, Jakarta (19/9/2011).

Demikian halnya, Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng. Kader Partai 
Demokrat ini menyebut reshuffle kabinet adalah hak prerogatif presiden. "Semua 
menteri siap diangkat, diganti atau dipindahkan atau semua hak prerogatif 
presiden. Kita tahunya kerja saja," katanya usai rapat di Komisi X DPR RI, 
Senin (19/9/2011).


Menjelang bulan Oktober tahun lalu, isu reshuffle  juga menjadi perbincangan 
hangat. Namun, hingga hari ini, SBY belum melakukan perombakan kabinetnya.  
Dan, merujuk sejarah  reshuffle kabinet (dua kali dilakukan di KIB I 
pemerintahan SBY), reshuffle dilakukan bukan atas kinerja melainkan atas basis 
kekuatan dan dukungan politik.

Proses  reshuffle itu sendiri diawali dengan komunikasi politik yang intensif 
antar pimpinan Parpol anggota koalisi. Nah, sampai saat ini, menurut pengakuan 
tiga pimpinan Parpol besar anggota koalisi (PAN, Golkar dan Demokrat), belum 
ada komunikasi di antara mereka dengan Presiden SBY terkait masalah reshuffle.

Maka, balik ke pertanyaan awal; akankah terjadi  reshuffle di bulan Oktober 
ini? Hanya SBY yang tahu.(DWT)

http://indonesiaupdates.blogspot.com

Kirim email ke