Harian Komentar
24 September 2011

      Ratusan Anggota FPI Diracun, Ditelusuri
     



Jakarta, KOMENTAR
Sekitar 120 anggota Front Pembela Islam (FPI) ke-racunan saat berunjuk rasa di 
gedung Komisi Pembe-rantasan Korupsi (KPK), Kamis (22/09) lalu. Terhadap kasus 
tersebut, FPI kini melakukan upaya penelusuran terkait siapa pemasok makanan ke 
anggotanya tersebut.

Menurut Ketua FPI DKI Jakarta Habib Selon, keracunan itu berawal sekitar pukul 
12.00 WIB, saat mereka tengah berunjuk rasa di depan gedung KPK. Saat itu, 
Ketua FPI Habib Rizieq masuk menemui perwakilan KPK di dalam gedung. 
Sese-orang, kata Selon, mengedarkan makanan kepada anggota FPI yang ada di 
lapangan. “Kata anggota, isinya ikan dan tahu dan dibungkus dalam ker-tas 
cokelat. Tapi saya sendiri tidak makan,” ujar Selon, Jumat (23/09) kemarin.


Kepolisian Sektor Setiabudi belum mengetahui kandungan yang terdapat dalam 
makanan tersebut. “Hasil penelitian ma-kanan ada di Laboratorium fo-rensik 
Mabes Polri. Saya belum tahu,” kata Kepala Kepolisian Sektor Setiabudi, 
Komisaris Aries Syahbudin saat dihubungi, Jumat (23/09) kemarin. Polisi, kata 
Aries, masih belum bisa memastikan asal makanan itu karena beberapa korban 
keracunan masih belum bisa dimintai keterangan lengkap karena masih dirawat di 
bebe-rapa rumah sakit. Kasus itu sendiri, terang Aries, akan dise-rahkan ke 
Polres Jakarta Se-latan dan kemudian dilanjutkan ke Polda Metro Jaya.


Diketahui, 120 anggota Laskar FPI yang dirawat di sejumlah ru-mah sakit di 
Jakarta, rincian-nya 20 orang dirawat di RS Pelni, 33 orang di RS Bhakti Mulia, 
9 orang di RS Agung Manggarai Jakarta, 1 orang di RS Medika, Kemayoran, 28 
orang anggota Gerakan Reformis Islam (Garis) Cianjur, 30 orang dari FPI Gunung 
Putri, 15 orang di RS Tarakan Cideng, 2 orang di RS Klender, Jakarta Timur. 
Korban terdiri dari 5 anak kecil, 13 perempuan dan 102 pria.
“Jadi untuk pengobatannya kita swadaya dari DPP FPI dan DPD FPI,” kata Ketua 
FPI DKI Habib Selon kepada wartawan, Jumat (23/09) kemarin.


Selon menceritakan, kejadian berawal saat Laskar Antikorupsi Indonesia (LAKI) 
meminta ban-tuan FPI untuk demo dalam rangka mendukung KPK untuk memberantas 
tindak pidana korupsi agar tidak ada yang mengintervensi. “Saat perwa-kilan FPI 
bernegosiasi dengan KPK, anak-anak di barisan depan diberi makan. Entah siapa 
yang memberi makan, kita masih selidiki. Kita sudah kantongi identitasnya,” 
kata Selon.
Selon memastikan si pemberi nasi bungkus bukan dari FPI. “Bukan, bukan anggota 
FPI. Kita tidak pesan makanan atau pun minuman. Yang membawa itu korlap dari 
LAKI,” ujarnya.


Berikut kronologi keracunan makanan versi FPI
Kamis 22 September, pukul 14.00 WIB Demo bubar dan damai. Pukul 15.30 WIB, Ada 
informasi beberapa anggota FPI mengeluh muntah-muntah dan akhirnya merembet ke 
wilayah-wilayah lain. FPI menurunkan tim untuk menyelidiki siapa yang memberi 
makan ini.“Kita sudah tahu siapa. Tetapi kita sudah serahkan ke polisi untuk 
dilakukan penyelidikan. Kita belum bisa menentukan apakah diracun, keracunan 
atau nasinya kadaluwarsa. FPI kan musuhnya banyak,” papar Selon. Ada dugaan 
pihak tertentu meracuri? “Ya ada misi-misi tertentu orang ingin menghan-curkan 
FPI kita tidak tahu ya. Yang pasti besok ada pelantikan pengurus komandan 
laskar FPI. Ada indikasi tidak bagus, jadi kita serahkan Kepolisian untuk 
mengusutnya,” jawab dia. Korban-korban keracunan ada yang sudah pulih dan 
dipu-langkan, dan ada juga yang masih dirawat. “Alhamdulillah sejauh ini belum 
ada yang menjurus ke kematian,” ujar Selon.(tmp/dtc) 


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke