Refleki  Janji manis sangat merdu di dengar, tetapi apakah akan dilaksanakan 
dengan sekejap  dan segenap ataukah menteri pergi  janjinya  pun lenyap dan 
sunyi senyap?

http://www.ambonekspres.com/index.php?option=read&cat=53&id=34524



Janji Manis Menteri di Kamp Pengungsi



 
Ambon,AE.- Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono 
kemarin berkunjung ke Ambon. Tiba di Ambon, mantan Ketua DPR RI ini langsung 
melakukan rapat tertutup dengan petinggi militer, polisi dan sipil di Maluku. 
Pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam ini membicarakan kondisi ke


Agung tiba di Ambon sekira pukul 06.30 pagi menumpangi pesawat Garuda. Dari 
Bandara, Agung langsung menuju Swissbel Hotel untuk beristirahat sebentar. Usai 
istirahat, orang nomor satu dijajaran Kemenkokesra itu menuju lantai VI kantor 
Gubernur Maluku untuk melakukan tatap muka dengan gubernur Maluku Karel Alberth 
Ralahalu, Forum Koordinasi Pemerintah Daerah (FKPD), Wali Kota Ambon Richard 
Louhenpessy, tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Pertemuan berlangsung kurang lebih satu jam itu tertutup untuk umum. Bahkan 
setiap peserta yang akan ikut dalam pertemuan, harus mendapat pemeriksaan ketat 
dari aparat kepolisian yang bertugas melakukan penjagaan di lantai VI kantor 
Gubernur.

Usai melakukan pertemua, Agung Laksono bersama Gubernur dan Rombongan meninjau 
sejumlah lokasi pengungsian di Kota Ambon. Gedung Sanggar Kegiatan Belajar 
(SKB) yang berada di Belakang Soya Ambon yang menampung pengungsi dari Mardika 
mendapat kunjungan awal dari Menteri. 

Tiba di gedung tersebut, Agung langsung berdialog dengan para pengungsi di 
lokasi pengungsian. Para pengungsi meminta agar pemerintah dapat memperhatikan 
nasib mereka di lokasi pengungsian. Dari SKB, rombongan menuju ke pemukiman 
masyarakat di kawasan Waringin, Talake. 

Agung juga menyempatkan diri melihat dari dekat kondisi Kampus UKIM dan SMA 
Muhamadiyah Ambon, dua lembaga pendidikan yang juga menjadi korban saat 
bentrokan itu. Di Waringin dengan pengawalan ketat aparat keamanan, Agung dan 
rombongan Gubernur melihat reruntuhan, dan puing-puing rumah milik warga yang 
terbakar akibat bentrokan. Agung juga meninjau kondisi Mesjid di Kampung 
Waringin Talake.

Dalam kunjungan tersebut Menkokesra juga berkenan memberikan bantuan kepada 
sembilan warga kota Ambon yang meninggal dunia akibat bentrokan tersebut. 
Kesembilan orang yang meninggal dunia masing-masing mendapatkan uang tunai Rp 
10 juta.

Selain memberikan bantuan kepada para korban meninggal dunia, Agung Laksono 
berjanji setelah kembali ke Jakarta akan mengirimkan bantuan kepada Pemerintah 
Provinsi Maluku untuk merehabilitasi kembali pemukiman masyarakat yang rusak 
akibat bentrok.

Pemerintah pusat akan berupaya proses rehabilitasi pemukiman masyarakat segera 
dilakukan sehingga masyarakat bisa kembali ke pemukiman mereka semula. “Jadi 
setelah saya tiba di Jakarta, dana untuk membantu para pengungsi di Maluku 
segera kami kirim melalui Gubernur untuk segera merehabilitasi pemukiman 
masyarakat,” janjinya ketika memberikan keterangan pers di pelataran Gong 
Perdamain Maluku.

Agung mengaku akan memprioritaskan kebutuhan masyarakat yang paling utama, 
sehingga mereka bisa beraktifitas seperti hari-hari sebelumnya. Bahkan untuk 
meningkatkan pendapatan masyarakat, pihaknya akan meluncurkan program-program 
pemberdayaan kepada masyarakat guna meningkatkan pendapatan mereka. “Kita akan 
tingkatkan pendapatan masyarakat melalui program PNPM Mandiri,”ujarnya.

Terkait dengan perbaikan rumah-rumah milik masyarakat, pihaknya akan memberikan 
bantuan sesuai dengan tingkat kerusakan yang ada. “Kalau kerusakan ringan akan 
mendapatkan uang sebesar Rp 5 juta, berat Rp 25 juta, dan rusak total Rp59 
juta,” kata Agung.

Ia berharap, bentrokan yang terjadi antar warga beberapa waktu lalu, kedepan 
tidak akan terulang lagi. “Saya berharap kepada masyarakat, apa yang terjadi 
kemarin yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan harta benda, menjadikan 
masyarakat hidup di lokasi-lokasi pengungsian tidak akan terulang lagi,” 
pungkasnya.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke