Perusahaan Malaysia Bantai Orangutan Kalimantan
Republika 
http://indonesiaupdates.blogspot.com

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Keberadaan orangutan di Kalimantan Timur terancam. 
Mereka terus dibantai, sebagai dampak dari pembabatan hutan untuk membuka 
perkebunan kelapa sawit.
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA Kaltim) dan Centre for Orangutan 
Protection (COP) telah mengevakuasi sedikitnya empat orangutan dari Muara 
Kaman, di sekitaran kawasan konsesi PT Khaleda, anak perusahaan Metro Kajang 
Holdings Berhad Malaysia dan PT Anugerah?Urea Sakti.
Juru kampanye COP Hardi Baktiantoro, mengatakan puluhan ekor orangutan 
Kalimantan (Pongo Pygmaeus) tewas mengenaskan di area perkebunan kelapa sawit 
di sekitaran Kutai Kartanegara. Hardi menuding, meski para pemburu bayaran itu 
mengaku telah membunuh banyak induk orangutan dan para pekerja mengakui 
perbuatan menyebarkan pisang yang sudah disemprot furadan untuk meracuni 
orangutan.
Sayangnya hingga hari ini, polisi tidak juga menetapkan seorang pun jadi 
tersangka dan tidak ada yang dipenjara. "Ini mengecewakan dan membahayakan bagi 
kelangsungan hidup orangutan," ujar Hardi dalam siaran pers yang diterima 
Republika.
Situasi yang sama terjadi di Kecamatan Muara Wahau, Kutai Timur. Pada 26 Juli 
2011, BKSDA dan COP terpaksa mengevakuasi dua orangutan. Satu induk orangutan 
diidentifikasikan dibunuh para pekerja sawit Makin Group. Dikatakan Hardi, 
ketika kuburannya orangutan dibongkar untuk mengetahui penyebab kematiannya.
Hasil identifikasi menyatakan, mayat orangutan tersebut babak belur seperti 
terkena pukulan yang dilakukan berulangkali, kedua pergelangan tangannya luka 
dan jarinya putus.
Adapun di Kalimantan Tengah, COP mengidentifikasi satu tengkorak orangutan di 
sekitaran areal konsesi PT TASK dan mengevakuasi tiga anak orangutan yang 
ditangkap pekerja setempat. "COP juga menemukan empat tengkorak orangutan di 
areal konsesi Wilmar Group pada 20 Agustus 2011."
Hardi menilai kematian puluhan orangutan bukan terjadi karena konflik manusia 
dengan jenis binatang primata tersebut, melainkan upaya genocide (pembunuhan 
massal) kelompok tertentu yang rakus untuk meraih keuntungan pribadi. Pihaknya 
menyentil pemerintah yang harusnya berani melihat kenyataan bahwa polisi tidak 
membuat kemajuan apapun untuk mencegah kepunahan orangutan di Kalimantan.

BLOG & Feed Tionghoanet
http://tionghoanet.blogspot.com
http://feeds.feedburner.com/Tionghoanet


Kirim email ke