http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/11/09/24/ls0edz-harian-the-independent-sebut-makkah-hanya-untuk-orang-kaya-dan-disulap-mirip-vegas

     
The Independent
 
Hotel berbintang mengepung Makkah
Harian The Independent Sebut Makkah Hanya untuk Orang Kaya dan 'Disulap' Mirip 
Vegas
Sabtu, 24 September 2011 11:13 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH - Dalam 10 tahun ini, Makkah mengalami transformasi 
yang luar biasa; lokasi Masjidil Haram ditata ulang, dan bermunculan 
gedung-gedung pencakar langit dan hotel berbintang berkelas internasional. 

dalam sebuah tulisan ficer, harian The Independent mengupas sisi dalam Kota 
Suci. "Meski Nabi Muhammad datang untuk menekankan kesetaraan, Makkah berubah 
menjadi taman bermain bagi kaum kaya dimana kapitalisme secara kasat mata 
mengaburkan nilai spiritualitas kota," tulis mereka, mengutip kata-kata seorang 
kritikus. 

Harian ini menyoroti, betapa demi membangun kota yang kini 'serupa Las Vegas', 
bangak bangunan bersejarah yang dikorbankan. "Tak ada yang memperjuangkan dari 
aksi vandalisme budaya ini," kata  Dr Irfan al-Alawi, direktur eksekutif The 
Islamic Heritage Research Foundation. "Kami sudah kehilangan 400-500 situs 
bersejarah. Saya harap belum terlambat untuk menyelamatkan yang tersisa."

Sami Angawi, pakar arsitektur Islam Arab saudi, sama-sama prihatin. "Ini adalah 
kontradiksi mutlak untuk sifat Makkah dan kesucian rumah Allah," katanya kepada 
kantor berita Reuters awal tahun ini. "Kedua kota  [Mekkah dan Madinah] secara 
historis hampir punah. Anda tidak menemukan apa-apa kecuali gedung pencakar 
langit."

Kekhawatiran dr Alawi yang paling mendesak adalah ekspansi yang direncanakan 
senilai miliaran dolar AS dari Masjidil Haram, situs paling suci dalam Islam 
dimana Kabah berada. Konstruksi resmi dimulai awal bulan ini. Menteri 
Kehakiman, Mohammed al-Eissa, berseru bahwa proyek ini akan menghormati 
"kesucian dan kemuliaan dari Masjid Suci, dan demi kepentingan jamaah."

Area perluasan sekitar 400 ribu meter persegi tengah dibangun untuk mampu 
meningkatkan daya tampung  1,2 juta jamaah lagi tiap Musim Haji tiba. 
Pembangunan ini, menurut The Islamic Heritage Research Foundation, bukan tanpa 
risiko. Lembaga ini menyusun daftar situs sejarah yang terancam diratakan 
dengan tanah akibat pembangunan ini, termasuk bangunan sisa-sisa peninggalan 
era Usmaniyah dan Abbasiyah. Termasuk dalam bangunan yang terancam dihancurkan 
adalah rumah di mana Nabi Muhammad dilahirkan dan rumah pamannya, Hamzah, 
tumbuh.

Argumen yang selalu dikemukakan, tulis The Independent, adalah bahwa Makkah dan 
Madinah sangat membutuhkan pembangunan infrastruktur. Dua belas juta peziarah 
mengunjungi kedua kota ini setiap tahun dengan jumlah yang diperkirakan 
meningkat menjadi 17 juta pada tahun 2025.

Tetapi para kritikus khawatir bahwa keinginan untuk memperluas situs ziarah 
telah memungkinkan pihak berwenang untuk menginjak-injak warisan budaya di 
daerah itu. Lembaga yang dipimpin Alawi mencatat setidaknya 95 persen bangunan 
bersejarah yang berusia ratusan tahun telah dibongkar dalam dua dekade terakhir 
saja.

Kehancuran telah disokong oleh paham Wahabisme.Dengan alasan takut menjadi 
ajang sirik, bangunan bersejarah diratakan. 

Sedikit catatan dari The Independent: Untuk membangun kota pencakar langit di 
Makkah, sebuah gunung didinamit dan diratakan, menghancurkan Benteng Ajyad di 
era usmaniyah yang berdiri di atasnya. Lalu, rumah Khadijah istri pertama Nabi 
telah berubah menjadi blok toilet masjidil Haram, sedang rumah tempat lahirnya 
bahkan diratakan begitu saja. 

Alawi berharap masyarakat internasional 'terbangun dari tidurnya' dan melihat 
apa yang terjadi terhadap warisan sejarah Islam di Makkah. "Kami tidak akan 
mengizinkan seseorang pun untuk menghancurkan Piramida, jadi mengapa kita 
membiarkan sejarah Islam lenyap?" katanya. 



Redaktur: Siwi Tri Puji B

+++++
http://www.republika.co.id/berita/republika-tv/ummat/10/12/15/152183-wow-inilah-wajah-makkah-abad-ke-19

Wow..Inilah Wajah Makkah Abad ke 19
Rabu, 15 Desember 2010 00:00 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Wajah Makkah kini jauh berubah. Kota suci umat Islam 
ini boleh dibilang menjadi saksi bisu perkembangan peradaban manusia. Di kota 
ini, lahir seorang Nabi yang menjadi cahaya penerang peradaban manusia. Makkah 
turut pula menjadi saksi lahirnya ajaran paripurna dunia yang bernama Islam. Di 
kota inilah, umat Islam yang berasal dari beragam ras dan suku bangsa berkiblat 
saat bersujud kepada yang Mahakuasa.

Sejarah mencatat, Makkah merupakan sebuah kota yang berusia sangat tua. Makkah 
bahkan jauh lebih tua dibandingkan kota lain: Kairo, Badgad, San'a, dan 
Madinah. Kota ini berdiri sebelum Islam lahir, yakni sejak zaman Nabi Ibrahim 
Alaihissalam (AS). Bahkan sebagian sejarahwan meyakini Makkah merupakan kota 
tertua di dunia. Ia sudah ada sejak zaman Nabi Adam AS. 

Ahli Islamologi asal Belanda, Snouck Hurgronje, sempat mengabadikan kota suci 
Makkah saat ia belajar tentang Islam. Kala itu imperialisme barat kewalahan 
menghadapi perjuangan umat Islam di Pasai (Aceh), zaman Hindia Belanda. Dengan 
menggunakan kamera buatan Thomas Edison, dia sedikit memberikan gambaran kota 
Makkah kala itu dalam secarik foto hitam-putih. 

Dalam foto itu tergambar, suasana kota Makkah yang ramai dipadati para jamaah. 
Bangunan yang ada tidaklah menjamur seperti sekarang. Tampak para jamaah masih 
menggunakan tenda di dataran berdebu di luar kota. Hurgronje pun sempat 
mengabadikan Kabah, bangunan suci bagi Umat Islam.

kElit Domit, direktur Kreatif Empty Quarter Gallery, mengatakan ada pula hasil 
jepretan yang menggambarkan suasana Makkah yang mengangumkan. "Saat itu, 
mungkin masyarakat melupakan pentingnya mengabadikan situasi karena 
keterbatasan kemampuan kamera. Bayangkan saja, Hurgronje saja harus mengangkat 
kamera seberat 40 kg untuk mengabadikan satu jepretan kota makkah," kata dia.

Wajah Makkah kini telah tersentuh modernisasi. Awal Ramadhan lalu, pemerintah 
Arab Saudi sukses menyelesaikan menara jam terbesar di dunia. Proyek itu 
dikembangkan oleh dua insinyur dari Jerman dan Swiss yang membawahi para ahli 
dari berbagai negara di Eropa dan dunia. Proyek itu telah berlangsung selama 
tiga bulan.

Seperti yang diberitakan Saudi Press Agency, 4 Agustus lalu, menara jam Makkah 
mengalahkan menara jam legendaris Big Ben di Inggris. Menara di Makkah 
berukuran setinggi 601 meter dengan tinggi jam hingga 251 meter.  Melalui 
menara ini, kelak penduduk Makkah bisa melihat pemandangan kota tersebut hingga 
7 km.





[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke