Lihat dan dengar lagunya : http://www.youtube.com/watch?v=mwuaQpn875o


http://politik.kompasiana.com/2011/09/30/pki-makin-sakti-pancasila-melemah/

PKI Makin Sakti, Pancasila Melemah?


OPINI | 30 September 2011 | 22:52 231 21  3 dari 4 Kompasianer menilai aktual 
--------------------------------------------------------------------------------



By. Julianto Simanjuntak**

Jika dulu ada Partai Komunis Indonesia ikut meramaikan  tatanan politik negara 
kira, sekarang seolah bangkit “Partai Korupsi Indonesia”. “PKI” yang satu ini 
dampak sosial, hukum dan ekonominya lebih buruk dan jahat dari PKI di jaman Ir. 
Soekarno.

“Partai” ini berkembang, terrpelihara dengan baik, dihormati dan tumbuh subur 
di mana-mana. “Kelompok Koruptor” mendapatkan perlakuan istimewa, baik di 
kantor pejabat hingga di penjara. Di penjarapun dapat kamar sekelas bintang 5 
plus (kamar mewah, plus ijin jalan jalan ke luar negri).

Di Indonesia ini aneh bin ajaib, percaya boleh tidak, Tersangka korupsipun 
masih bisa jadi pejabat tinggi di kementrian, meski dikasi embel-embel.

Anggota  ”Partai” ini, nampaknya tidak punya lembaga tetapi melembaga. Tidak 
terstruktur tapi sangat  teratur. Tidak punya pemimpin, tapi punya panutan, 
bahkan pelindung. Bayangkan, ada tersangka korupsi mau diperiksa polisi 
(katanya) harus pake ijin.

Anggota “partai”  Tidak “membunuh” dengan senjata, tetapi dengan kuasa. Tampak 
sopan,  tetapi menzholimi orang yang tidak bersalah. Tidak memukul dengan 
tangan, tetapi tega membayar “pembunuh bayaran.”

Menurut hemat saya “partai” ini lebih lihai  dari bandar Narkoba kelas dunia. 
Pengaruh “partai” ini  membuat setiap orang yang dekat padanya menjadi  teler. 
Mabuk uang dan mabuk kekuasaan, hingga lupa sedang berbuat kejahatan.

Ironisnya Pancasila seperti tidak ada kekuatannya mencegah korupsi. Para 
koruptor makin sakti, bergentayangan di seluruh negri, kekuatannya makin 
menjadi-jadi. Sebab didalangi pejabat tinggi. Lewat berjayanya korupsi maka 
Sila kelima Pancasila, makin jauh dari harapan. Apakah kesaktiannya hanya untuk 
 menumpas PKI, tetapi tak berdaya menumpas para koruptor berdasi? Ironis.

Mungkin ini sebabnya Citra pemerintahan  SBY makin menurun. Apalagi sejak 
koruptor tertangkap itu dekat dengan istana dan kekuasaan. Sebut  saja  M. 
Nazaruddin, Mantan Bendahara Partai  Demokrat, dan sebagian masih dalam 
penyidikan.

Ada beberapa Kasus besar lainnya seperti: kasus Bank Century, mafia pemilu,  
kasus Lapindo,  dan kasus  mafia Pajak. Ada kasus suap Miranda, kasus Nunun, 
kasus Neneng, kasus Kemenakertrans, kasus Banggar, dll. Drama politik korupsi 
dan suap  benar-benar  membuat rakyat dibuat capek, linglung, bingung dan 
pusing. Sebab isunya diduga sudah menyentuh Panglima Pemberantas korupsi, yakni 
dua pimpinan KPK. Terakhir yang paling heboh dugaan keterlibatan anggota 
banggar di kasus korupsi kemenakertrans, dan juga karena  ”nyanyian” Nazaruddin.


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke