Bung John Yth, Itu pertanyaan, kalau bung bisa menjawab, jawablah supaya yang tidak paham menjadi paham dan kurang paham menjadi lebih cerdik. Dengan hanya menyuarakan saya sebagai provokasi jahat, anak kecil pun bisa bersuara demikian, kedua seolah-olah Bung mau menyatakan bahwa saya tidak mempunyai hak untuk mengajukan pertanyaan kritis terhadap apa yang terjadi di Papua, dan ketiga bung tidak memberikan kontra argumen, misalnya tentang pemogokan besar yang sedang berlangsung di Freeport itu tidak pantas.
Salam dan banyak hormat, Sunnt From: John Siswanto Sent: Friday, December 02, 2011 11:41 AM To: [email protected] Subject: Bls: [inti-net] Pengibaran Bendera Bintang Kejora Hanya Mencari Sensasi Sunny...Sunny... entah kenapa anda sangat membenci tanah kelahiran anda sendiri... percayalah...tidak ada perintah penyiksaan dan pembunuhan rakyat Papua, yang anda provokasi secara jahat... sudahlah duduk manis di negara barumu dengan tunjangan sosialmu JANGANLAH mengorek-ngorek kesalahan negara kami... --- Pada Sab, 3/12/11, Sunny <mailto:ambon%40tele2.se> menulis: Dari: Sunny <mailto:ambon%40tele2.se> Judul: [inti-net] Pengibaran Bendera Bintang Kejora Hanya Mencari Sensasi Kepada: mailto:Undisclosed-Recipient%40yahoo.com Tanggal: Sabtu, 3 Desember, 2011, 2:39 AM Ref. Apakah rezim NKRI terdiri dari oknom-oknom buta tuli dan oleh karena itu tidak tahu menahu dan tidak bertanggung jawab terhadap dimarginalisasikannya dan pemiskinan orang Papua selama ini? Apakah rakyat Papua tidak mempayai hak hidup memada dan hanya sebagai itik yang mati kelaparan di lumbung padi? Apakah orang mencari sensasi dengan dirinya disiksa dan dibunuh sebagai pengibar bendera Bintang Kejora? http://www.sumbawanews.com/comment/reply/10484 Pengibaran Bendera Bintang Kejora Hanya Mencari Sensasi Fri, 12/02/2011 - 13:12 | admin JAKARTA, Sumbawanews.com.- Dengan kejadian Pengibaran Bendera Bintang Kejora di Lapangan Timika Indah persisnya di daerah perbukitan Waemena dan Distrik Mulia Puncak Jaya Pemerintah tidak perlu membesar - besarkan masalah tersebut. Hal itu dinilai sebagai masalah kecil yang tak perlu digubris. Masalah pengibaran bendera itu hanyalah pancingan untuk memancing amarah pemerintah. "Tinggalkan saja. Perintah harus fokus hal lain," jelas Wakil Ketua Komisi I dari PDIP, Tubagus Hasanuddin, di DPR. Dia menyatakan pemerintah lebih baik memikirkan solusi utama terkait munculnya konflik Papua yang terus-menerus terjadi. Gejolak sosial disana dinilai harus segera distabilkan agar pembangunan Papua tidak terhambat. "Daripada memikirkan bendera, lebih baik evaluasi saja pemerintahan dan otsus Papua itu," jelasnya. Masalah pengibaran bendera itu merupakan bentuk dari kekecewaan masyarakat Papua yang selama ini diabaikan pemerintah. Hasanuddin menyatakan pemerintah harus fokus meningkatkan kesejahteraan papua. "Dana otsus jangan dikorupsi," jelasnya. Korupsi terhadap uang yang dialokasikan untuk masyarakat Papua dinilainya akan menjadi ancaman keutuhan NKRI. Sebelumnya Kadiv Humas Polri, Irjen (Pol) Saud Usman Nasution, mengakui pengibaran bendera Bintang Kejora terjadi Lapangan Timika Indah pada pukul 11.00 WIT, di daerah perbukitan di Wamena pada pukul 01.30 WIT dan di Distrik Mulia, Puncak Jaya, pukul 06.00 WIT. "Di Puncak Jaya, sekitar pukul 06.00 pagi ditemukan dilihat dari ketinggian ada bendera yang berkibar. Petugas kami sedang menuju ke TKP untuk menurunkan bendera tersebut. Ada di Dusun Wandegobak, Distrik Mulia. Yang satu lagi di pegunungan juga di perbukitan ujung Bandara Wamena, kampung Walangi, Distrik Wamena, sekitar pukul 01.20 WIT. Ini pun petugas kami sedang ke lokasi untuk menurunkan," ujar Saud di Mabes Polri Jakarta Jumat(2/12/2011). Selain tiga lokasi itu, pengibaran bendera Bintang Kejora juga terjadi di Lapangan Borarsi Manokwari. Untuk pengibaran di Lapangan Timika Indah dan lapangan Borarsi, sejumlah warga melakukan long march dan menari-nari sembari mengibarkan bendera bintang kejora. Atas kejadian sejumlah pengibaran bendera selain Merah-Putih itu di Papua itu, saat ini sejumlah polisi berusaha melakukan pembubaran. Kata Saud, secara keseluruhan kondisi keamanan di Papua masih terbilang kondusif, kendati pada Kamis dini hari juga terjadi penyerangan kelompok bersenjata panah dan parang kepada polisi di Jayapura. Lanjut Saud, terkait Pusat perbelanjaan disana tutup itu disebabkan adanya isu terjadinya aksi besar besaran, namun yang jelas hingga saat ini situasi disana masih kondusip. (Erwin Siregar) [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed]
