Refl: Tidak mengherankan apabila pertumbuhan ekonomi NKRI tidak merata antara 
pusat kekuasaan  dan daerah periferi, yaitu hanya terpusat pada 4 provinsi, 
karena sistem ekonomi politik teori “spil over” dianut dan diterapkan oleh  
kaum berkuasa. Teori demikian bisa diilustrasikan dengan contoh, air dituangkan 
ke dalam cangkir (pusat)  kalau cankir penuh dan terus dituangkan air maka akan 
dengan sendirinya air  itu akan tumpah membanjiri dan membasahi sekelilingnya 
(periferi).  

Kaum kolonial dulu mempunyai  pandangan  sistem demikian, yaitu  yang 
terpenting negeri induk sebagai pusat kemajuan dan daerah jajahannya adalah 
pasar dan sumber bahan mentah. Kalau negeri induk maju dan perkasa maka dengan 
sendirinya daerah jajahan pun akan turut menikmati  hasilnya.  Apakah Anda 
mempunyai komentar? Silahkan kemukakan.

http://us.finance.detik.com/read/2011/12/03/132653/1781795/4/?992204topnews

Sabtu, 03/12/2011 13:26 WIB


Ini Dia 4 Provinsi 'Penguasa' Ekonomi RI  
Wahyu Daniel – detikFinance 



Jakarta - Ekonomi Indonesia mengalami pertumbuhan 6,5% sepanjang triwulan 
III-2011 lalu. Ada empat provinsi yang menyumbangkan pertumbuhan tertinggi di 
Indonesia. Provinsi mana saja?

Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dikutip detikFinance, Sabtu 
(3/12/2011), empat provinsi penyumbang pertumbuhan tertinggi di Indonesia 
adalah DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat dan Jawa Tengah, dengan pertumbuhan 
ekonomi masing-masing sebesar 6,7%, 7,1%, 6,4%, dan 6,2%.

Jika dilihat dari data tersebut, memang pulau Jawa masih memegang kontribusi 
tertinggi perekonomian Indonesia sampai saat ini.

BPS menyampaikan dalam datanya, pulau Jawa memberikan kontribusi 57,7% dari 
pertumbuhan ekonomi Indonesia yang sebesar 6,5% selama triwulan III-2011.

Kemudian penyumbang tertinggi perekonomian Indonesia diikuti oleh pulau 
Sumatera sebesar 23,6%, pulau Kalimantan 9,5%, dan Pulau Sulawesi 4,6%, dan 
sisanya 4,6% di pulau-pulau lainnya.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia di triwulan III-2011 ditopang oleh sektor 
perdagangan, hotel, dan restoran yang tumbuh 10,1%. Lalu pengangkutan dan 
komunikasi yang tumbuh 9,5%, serta sektor jasa-jasa yang tumbuh 7,8%.

Sektor perdagangan, hotel, dan restoran sangat positif kinerjanya karena 
sepanjang triwulan III-2011 karena bulan puasa dan hari raya lebaran, serta 
libur panjang anak sekola

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke