http://regional.kompas.com/read/2011/12/03/15333926/Tuntutan.Pekerja.Freeport.Tetap.7.5.Dollar.Per.Jam
Pemogokan Buruh Tuntutan Pekerja Freeport Tetap 7,5 Dollar Per Jam Josie Susilo Hardianto | Agus Mulyadi | Sabtu, 3 Desember 2011 | 15:33 WIB JAYAPURA, KOMPAS.com - Pekerja yang diwakili SPSI PT Freeport Indonesia tetap pada angka 7,5 dollar per jam, sebagai tuntutan kenaikan upah pokok mereka. "Dalam pertemuan itu juga didorong, agar perusahaan tambang tersebut menjadi perusahaan terbuka. Alasannya agar ada transparansi laporan keuangan." Ketika dihubungi dari Jayapura, Ketua Bidang Humas SPSI PT Freeport Indonesia, Derek Mote, Sabtu (3/12/2011), mengatakan, sikap itu mereka ungkapkan dalam pertemuan dengan Dewan Pengupahan Pusat, Jumat (2/12/2011) petang di Hotel Rimba Papua, Timika. Dalam pertemuan selama kurang lebih 5 jam itu, tutur Derek Mote, antara lain disimpulkan perlunya perbaikan sistem pengelolaan struktur skala upah dan hubungan industrial. Selain itu, ada indikasi akumulasi kekecewaan pekerja karena kekurangan PKB di masa lalu yang perlu diperbaiki bersama-sama. Diharapkan pula, agar semua pihak bersama-sama memikirkan, menjaga, dan memajukan PT Freeport Indonesia, serta secepatnya mencari solusi untuk menyelesaikan mogok kerja. Dalam pertemuan itu juga didorong, agar perusahaan tambang tersebut menjadi perusahaan terbuka. Alasannya agar ada transparansi laporan keuangan. Derek Mote juga mengatakan, dalam pertemuan itu juga terungkap adanya krisis kepercayaan terhadap kepemimpinan Armando Mahler. Hingga saat ini, perundingan PKB antara manajemen PT Freeport Indonesia dengan perwakilan pekerja belum menemukan kesepakatan. Menjelang akhir bulan ketiga aksi mogok, upaya-upaya yang dilakukan untuk itu tampak belum menemukan hasil optimal. [Non-text portions of this message have been removed]
