From: Theophilus Bela
Sent: Saturday, December 03, 2011 3:56 PM
Dear all,
Sore tadi kami menerima laporan dari Bapak Pdt. Karel Sipolta, Gembala Sidang
Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) di Desa Ngulu Wetan, Rt 01/09, Kecamatan
Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah bahwa ada ormas keagamaan radikal
setempat telah mendesak Kesbangpollinmas Kecamatan Pracimantoro untuk
merobohkan 5 buah gereja yang belum mempunyai izin IMB . Kelompok radikal
tersebut dipimpin seorang ustaz yang adalah juga Kepala KUA Kecamatan
Pracimantoro . Dua hari lalu (Kamis) para wakil dari gereja-gereja telah
diundang rapat dikantor Kecamatan dan telah mendengarkan tuntutan dari kelompok
radikal tersebut .
Perlu diingat bahwa ke-5 gereja yang diganggu tersebut telah mendapat Surat
Izin Operasionil yang dikeluarkan oleh Kantor Kementerian Agama Propinsi Jawa
Tengah di Semarang . Dan ke-5 gereja tersebut juga telah mengajukan permohonan
izin IMB pembangunan gereja namun hingga kini masih sedang diproses oleh pihak
Pemda setempat .
Demikian laporan yang kami terima dari Bapak Pdt. Karel Sipolta melalui Hp
beliau 0817 941 6091 dan kami juga telah berbicara dengan beliau melalui Hp
tersebut . Ada baiknya supaya Anda sendiri datang atau mengirim korespoden ke
Pracimantoro untuk berbicara langsung dari dekat dengan Bapak Pdt. Karel
Sipolta supaya dapat memperoleh informasi yang lebih terperinci dari beliau
serta wakil dari gereja-gereja lain yang akan kami sebutkan dibawah ini . Harap
maklum bahwa gereja-gereja ini berada didaerah pedesaan jadi komunikasi tatap
muka langsung akan lebih efektip dari pada komunikasi jarak jauh saja .
Berikut ini kami berikan nama ke-5 gereja yang mendapat gangguan di Kecamatan
Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah :
1. Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) pimpinan Bapak Pdt. Karel Sipolta di
Desa Ngalu Wetan, Rt 01/09
Kecamatan Pracimantoro
2. Gereja Segala Bangsa, Desa Gebangharjo, Pracimantoro
3. Gereja Kristen Jawa (GKJ) Desa Godang, Pracimantoro
4. Gereja Bethel Tabernakel, Desa Gebangharjo, Pracimantoro
5. Gereja Kristen Nazarene (Nazaret), Desa Lebak, Pracimantoro, Kabupaten
Wonogiri, Jawa Tengah
Memang akhir-akhir ini gangguan terhadap gereja-gereja makin bertambah dan
pekan lalu kita semua dengar tentang gangguan atas 9 buah gereja di Kampung
Rawa Kalong, Desa Setia Mekar, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa
Barat . Untung bahwa rencana gangguan dari massa yang bringas berhasil dicegah
oleh aparat keamanan terkait .
Terima kasih banyak untuk perhatian dan kerja-sama yang baik dari Anda semua
dan berikut ini kami ingin menambahkan sebuah informasi tentang Gereja Kristen
Indonesia (GKI) Taman Yasmin di Bogor yang tiap hari sudah menjadi buah bibir
itu gara-gara sifat kepala batu dari Bapak Walikota Bogor yang berkeras kepala
menyegel gereja tersebut walaupun Mahkamah Agung RI sudah membuat keputusan
mengikat yang memerintahkan agar gereja tersebut dibuka lagi .
Hari Minggu tanggal 4 Desember besok pukul 09.00 pagi akan ada acara tatap muka
dengan Bapak Pdt. Dr. SAE Nababan, Presiden Dewan Gereja-Gereja se-Dunia
tentang nasib GKI Taman Yasmin dan acara tersebut akan berlangsung dirumah
kediaman Ibu Tince Tandirerung, Jalan Wijaya Kusuma 38, Taman Yasmin, Bogor .
Sebelum acara tatap muka akan diadakan peninjauan singkat ke gedung gereja GKI
Taman Yasmin yang masih disegel Walikota Bogor .
Informasi lebih lanjut tentang acara di GKI Taman Yasmin dapat diperoleh dari
Ibu Reni via Hp 08131 086 5070 atau 08131 510 4142 atau juga pada Sdr. Bona
Sigalingging Hp 081211 16 660 atau Ibu Rini Dwiati Novita 0811 110 3276
Sekian terima kasih banyak untuk perhatian dan kerjasama yang baik dari Anda
semua dan kami hanya dapat berdoa semoga Tuhan Yang Mahakuasa akan membalas
budi baik Anda semua
Salam hormat
Theophilus Bela
Ketua Umum Forum Komunikasi Kristiani Jakarta (FKKJ)
Sekjen Religions for Peace Indonesia
Anggota DPP Asian Conference on Religion and Peace (ACRP)
Sekjen Indonesian Committee on Religion and Peace (IComRP)
kantor :
FKKJ
Graha Bethel, lantai 2
Jalan Ahmad Yani kav. 65
Jakarta 10510
email : [email protected] Facebook Theophilus Bela
[Non-text portions of this message have been removed]