Investor China berminat tangani proyek MP3EI
Rabu, 30 November 2011 23:46 WIB | 617 Views

 
Indonesia - China (FOTO.ANTARA News)

Mekkah (ANTARA News) - Investor China sanagt berminat untuk menangani sejumlah 
proyek dan peluang investasi di Indonesia khususnya yang ditawarkan dalam 
proyek Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia 
(MP3EI) 2011-2025.

"Mereka berminat menangani bidang infrastruktur, industri manufaktur, energi 
dan pertambangan, perikanan, agribisnis, kawasan ekonomi khusus dan 
pariwisata," kata Duta Besar RI untuk China Imron Cotan melalui siaran pers 
Kedutaan Besar RI Beijing yang diterima di Mekkah, Rabu.

Keinginan tersebut disampaikan Wakil Wali kota Qingdao Zhang Hui kepada dubes 
dalam Forum Promosi TTI (Trade, Tourism, and Investment) Indonesia yang 
diselenggarakan di Kota Qingdao, Provinsi Shandong pada 29 November 2011.

Dalam pertemuan itu dubes mendorong para investor dari Qingdao untuk menanamkan 
modal mereka di Indonesia, seiring dengan semakin stabilnya perekonomian dan 
terus membaiknya iklim investasi di Indonesia. 

Imron Cotan, menyatakan Promosi TTI Terpadu yang diselenggarakan oleh Kedutaan 
Besar RI di Beijing, Konsulat Jenderal RI di Guangzhou, Konsulat Jenderal RI di 
Hong Kong, dan seluruh BUMN Indonesia di China dan Hong Kong yang didukung 
jajaran kementerian terkait di Indonesia ini merupakan salah satu langkah 
pro-aktif untuk memaksimalkan potensi kerja sama ekonomi, perdagangan, 
investasi dan pariwisata Indonesia dan RRC.

Dubes RI juga menambahkan bahwa selain menarik investor China ke Indonesia, 
Forum yang dihadiri oleh hampir 500 pengusaha kedua negara juga bertujuan 
membuka peluang bagi ekspor Indonesia ke pasar RRC, khususnya dalam kerangka 
Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN-China (ACFTA).

Kerja sama yang dilakukan seluruh pihak terkait Indonesia di China ini terbukti 
efektif membantu merealisir target perdagangan bilateral sebesar 80 miliar 
dolar AS pada tahun 2015 dan juga mendongkrak jumlah investasi maupun wisatawan 
China ke Indonesia. 

Ketiga sektor ini dalam tahun 2011 mengalami kenaikan yang signifikan. Di 
bidang perdagangan misalnya, hingga Oktober 2011, volumenya telah mencapai 48,1 
miliar dolar AS sehingga pada akhir tahun ini diyakini akan menembus lebih dari 
50 miliar dolar AS. 

China kini merupakan mitra dagang terbesar Indonesia yang kedua di dunia 
setelah Jepang. Sebaliknya, Indonesia muncul sebagai salah satu importir 
terpenting China.

Promosi TTI ini juga memiliki momentum yang sangat tepat di tengah terjadinya 
krisis utang dan ekonomi yang melanda dua raksasa ekonomi dunia, yakni Uni 
Eropa dan AS, yang selama ini menjadi pasar tradisional dan sekaligus sumber 
investasi Indonesia.  (A025/R010) 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke