http://epaper.korantempo.com/PUBLICATIONS/KT/KT/2011/12/11/ArticleHtmls/Ditangkap-di-Rumah-Kontrakan-11122011001022.shtml?Mode=0


Ditangkap di Rumah Kontrakan 

JAKARTA 


Nunun meneken surat penangkapan dirinya.

Perburuan Nunun Nurbaetie berakhir Rabu lalu di Bangkok, Thailand. Tersangka 
suap cek pelawat pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia itu ditangkap 
polisi Thailand di sebuah rumah kontrakan. Wakil Ketua Komisi Pemberantasan 
Korupsi Chandra M. Hamzah mengungkapkan, setelah menerima informasi itu, tim 
KPK berangkat ke Thailand pada Kamis lalu. Tim kedua menyusul pada Jumat. 

Menurut Chandra, tim pertama kemudian berkoordinasi dengan kepolisian Thailand 
untuk memastikan yang tertangkap itu memang benar Nunun.“Data dicocokkan, dan 
kami berkeyakinan yang ditemukan polisi Thailand adalah Ibu Nunun,“ ujarnya 
dalam keterangan pers di kantornya tadi malam.

Chandra menjelaskan, penangkapan Nunun merupakan hasil koordinasi KPK dengan 
sejumlah pihak, seperti Interpol dan pengadilan Thailand. KPK mengajukan 
permohonan eks tradisi pada Maret lalu, yang dikabulkan Pengadilan Thailand 
pada Juni. land pada Juni.

Nunun menjadi buron Interpol atas permintaan KPK pada Maret lalu. Dia 
ditetapkan sebagai tersangka kasus cek pelawat pemilihan Deputi Gubernur Senior 
BI yang dimenangi Miranda Goeltom pada 2004. KPK menetap kan istri mantan Wakil 
Kepala Kepolisian RI Adang Daradja tun itu sebagai tersangka pada 24 Februari 
2011. Nunun dice gah ke luar negeri oleh Imigrasi atas permintaan KPK sejak 24 
Maret 2010. Namun dia pergi ke luar negeri sehari sebelumnya dengan alasan 
berobat karena mengalami sakit lupa.

Ihwal sakitnya itu, Chandra mengatakan, KPK tidak berwe nang menjawab hal 
tersebut. KPK menyerahkan hal itu ke pada tim dokter. Tapi faktanya, kata 
Chandra, KPK saat berada di pesawat sempat memberi tahu sembari menunjukkan 
surat perintah penangkapan kepada Nunun.Tim KPK juga meminta Nunun 
menandatanganinya. “Pada saat itu, dia tanda tangan.“

Duta Besar Indonesia di Thailand, Muhammad Hatta, mengatakan Chandra menemuinya 
di Kedutaan RI di Bangkok kemarin. Chandra memberi tahu bahwa polisi Thailand 
menangkap Nunun. Hatta menuturkan polisi Thailand lalu menyerahkan Nunun kepada 
KPK di atas pesawat Garuda. Hatta ikut menyaksikan penekenan surat penangkapan 
Nunun di pesawat.

Menurut dia, saat itu fisik Nunun terlihat sehat. “Kalau psikisnya, saya tidak 
bisa tahu.
Saya tidak ajak ngobrol,“ katanya. Nunun duduk di kelas bisnis. Di dalam 
pesawat sudah ada delapan petugas KPK, termasuk Chandra dan tiga polisi 
Thailand.

Nunun tiba di Bandar Udara Soekarno-Hatta sekitar pukul 18.00 WIB, dengan 
menumpang pesawat Garuda GA-867. Dia langsung dibawa ke kantor KPK dan tiba 
sekitar pukul 19.30. Mengenakan jaket dan celana kain hitam, kacamata hitam, 
serta kerudung biru, Nunun tidak berkomentar sedikit pun. Dia terus tertunduk 
sambil menutup mukanya dengan kedua tangannya. Dia dirangkul seorang perempuan 
yang mendampinginya. Beberapa saat kemudian, keluarga Nunun tiba di KPK. Selain 
itu, dokter yang merawat Nunun mendatangi KPK.

Partahi Sihombing, pengacara Nunun, mempersilakan KPK jika ingin memastikan 
kembali kebenaran penyakit kliennya.
“Kami tidak mengungkapkan harapan. Namun, jika faktanya Ibu Nunun sehat, bisa 
jadi membuka kasus ini,“ katanya.
Namun, jika kondisi kliennya masih seperti sebelumnya, Partahi berharap tidak 
ada paksaan terhadap kliennya.

RUSMAN PARAQBUEQ | PRIHANDOKO | EKA UTAMI APRILIA | SUKMA 





[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke