Ref: Ikan cepat membusuk dari kepala, demikian sebuah ucapan. Sang menteri 
memberikan contoh indah permai.

http://www.rakyatmerdekaonline.com/news.php?id=48185

Seperti Tak Ada Takutnya, Johnson Panjaitan Terus Gebuk Menteri Amir Syamsuddin
Kamis, 08 Desember 2011 , 01:06:00 WIB

Laporan: Ari Purwanto


       
      AMIR SYAMSUDDIN/IST
         
RMOL. Seperti tak ada takutnya, praktisi hukum Johnson Panjaitan terus 
menghajar Menkum HAM Amir Syamsuddin. Johnson menggebuk Amir, karena politisi 
Partai Demokrat itu berperilaku buruk dalam kasus Depo BBM Balaraja.

"Apa yang dilakukan Amir Syamsuddin buruk, karena Amir terkait pemalsuan 
sertifikat dan lain sebagainya," kata Johnson dalam keterangan pers yang 
diterima Rakyat Merdeka Online, Rabu (7/12).

Sertifikat yang dimaksud adalah sertifikat tanah seluas 20 hektar atas Proyek 
Depo BBM Pertamina di Balaraja, Tangerang, Banten. Sertifikat ini sebenarnya 
ada di tangan Edward Soeryadjaya dengan nomor 31, namun dilaporkan hilang oleh 
Sandiaga Uno. Sandi kemudian mendapat sertifikat pengganti dengan nomor 32 dan  
menggunakan sebagai prasyarat hak tagih kepada Pertamina.

Amir tercatat sudah menjadi kuasa hukum Pertamina pada tahun 2007 sewaktu 
menjalani proses arbitrase di Badan Arbitrase Negara Indonesia (BANI). Beberapa 
tahun kemudian, Amir ternyata mendampingi pemilik PT PWS, Sandiaga Uno, ketika 
dilaporkan dalam kasus pidana penipuan ke Polda Metro Jaya.

Kembali ke Johnson, dari segi etika pengacaraa, ini adalah kesalahan berat. 
Amir, imbuh Johnson bukan cuma jadi advokad kutu loncat. Dari sebelumnya 
pengacara Pertamina, kemudian pindah menjadi pengacara Sandi.

"Bukan cuma begitu (advokad kutu loncat). Ini ada pengaturan-pengaturan yang 
tadinya. Itu memperlihatkan bagaimana pola permainannya. Canggih ini 
permainannya, demikian penasehat Indonesia Police Watch.

Sebelumnya, saat berbicara dalam diskusi Kilas Balik Penegakkan Hukum Indonesia 
Tahun 2011 dan Proyeksi 2012, Studi Kasus Depo BBM Balaraja di Hotel Le 
Meridien, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (6/6), Johnson yang juga 
aktivis PBHI ini mengatakan Menteri Amir adalah makelar kasus (markus) dan 
makelar peti es kasus (matius).

"Seorang Amir Syamsuddin adalah salah satu aktornya (markus dan matius). Ia 
pernah jadi pengacara Pertamina dan Sandiaga Uno juga. Dia juga pernah 
menjadikan Tri Harwanto tersangka. Berarti ia jago betul. Ini bukan lagi markus 
tapi jadi matius. Ia mafia tingkat tinggi," imbuh Johnson.

Peran Amir, kata Johnson, dalam kasus itu diduga sangat besar. "Dia bermain di 
dua sisi. Memaksa pihak Pertamina untuk membayar kepada PT Pandan Wangi 
Sekartaji milik Sandi," kata Johnson.

Johnson pun yakin Amir Syamsuddin akan tambah rakus, apalagi sekarang sudah 
menduduki kursi Menteri Hukum dan HAM.

"Negara ini sudah sampai tahap seperti ini. Sudah saatnya rakyat didorong 
bergerak agar rakyat bersatu," demikian Johnson.[arp]



      Baca juga: 
           
            Kubu Amir Syamsuddin: Kantor Kami Dampingi Sandiaga Uno Hanya 
Sebagai Saksi 
            NGOBROLIN DEPO BALARAJA 
            Jika Dalam Satu Bulan Masih Tak Jelas, Kasus Depo Balaraja 
Dilaporkan ke KPK 
            Kubu Amir Syamsuddin: Johnson Lakukan Fitnah dan Cemarkan Nama 
Baik! 
            Kita Harus Marah Karena Presiden SBY Santun dalam Korupsi 
     


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke