Refl: Kalau Freeport bisa  kasi uang lauk pauk, maka tentu saja 
perusahaan-perusahaan dalam negeri yang mau usahanya dilindungi harus 
bisaberani  kasi uang kopi, uang rokok dan oleh-oleh kepada petinggi-pentinggi 
polisi. Petinggi memberikan instruksi kepada prajurit krocok-krocoknya untuk 
harus melakukan tugas dan kewajiban membela kepentingan “negara”. Jadi win-win, 
dompet polisi tidak kosong malah buncit dan perusahaan bisa mengeruk laba  
dalam ikilim ramah dan aman. 

Pemberian demikian bukan saja untuk petinggi polisi, tetapi  juga yang lain  
yang duduk pada kursi tinggi dalam bidang kekuasaan negara  baik di pucuk 
maupun di akar-akar struktur kekuasaan. Dan oleh karena itu waktu pensiun 
mereka memiliki uang tabungan miliaran rupiah dan ratusan ribu atau bahkan 
jutaan dolar untuk menikmati hari tua dalam suasana  nyaman dan aman. 

Siapa itu petani, siapa itu penduduk pemilik hak ulayat? Tidak ada yang 
demikian bagi kami kaum berkuasa dan kaum elit, ayo babaaaaaaat!!!

http://epaper.korantempo.com/PUBLICATIONS/KT/KT/2011/12/17/ArticleHtmls/TRAGEDI-MESUJI-POLISI-DIBAYAR-PERUSAHAAN-SAWIT-17122011001008.shtml?Mode=0#


TRAGEDI MESUJI POLISI DIBAYAR PERUSAHAAN SAWIT 
LAMPUN



"Mereka biasa menyebutnya Operasi Senyum."

Perusahaan perkebunan sawit yang disebut-sebut tersangkut kasus pembantaian 
warga Kabupaten Mesuji, Lampung, PT Silva Inhutani, mengakui memberikan honor 
kepada polisi. Aparat keamanan ini sebelumnya dituding terlibat dalam bentrokan 
antara warga Mesuji dan perusahaan perkebunan. 
Menurut juru bicara PT Silva, Ahmad Safari, fulus itu diberikan setiap hari 
selepas mereka bertugas menjaga perusahaan. “Honor itu di luar makan-minum yang 
juga diberikan tiga kali sehari,“ ujar Ahmad kemarin.

Ahmad menilai honor tersebut wajar. Lagi pula PT Silva menganggap honor itu 
perlu diberikan sebagai sarana pendukung bagi petugas yang melakukan penertiban 
di Register 45, lahan perkebunan sawit. “Itu wajar karena mereka menjaga dan 
mengamankan aset negara.“

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia menemukan seorang petani tewas akibat 
bentrokan warga Desa Pelita Jaya dan Pekat Raya dengan kelompok pengamanan 
perkebunan di area lahan PT Silva pada November 2011. Sebelumnya, terjadi 
bentrokan di lahan lain pada 6 November 2010. Dalam dua peristiwa itu, dua 
warga tewas dan lima orang terluka parah. Para korban pada Rabu lalu mengadu ke 
Komisi Hukum DPR.

Ahmad tak ingat total honor yang diberikan. Alasannya, kata dia, “Data 
nominalnya ada di kantor pusat.“ Meski begitu, Dia memastikan para polisi tetap 
netral menjalankan tugas dan tak berpihak kepada perusahaan.

Salah seorang pegawai perusahaan yang enggan disebutkan identitasnya 
mengungkapkan, polisi mendapat jatah Rp 50 ribu setiap kali bertugas. 
Setidaknya, saat bertugas ada 10-15 orang. Mereka terdiri atas anggota Brigade 
Mobil Daerah Lampung dan Kepolisian Resor Tulangbawang. “Para polisi biasa 
menyebut ransum dan uang saku itu dengan sebutan Operasi Senyum,“ujarnya.

Pegawai itu juga mengungkapkan, selain honor, ada uang komando sebesar Rp 1 
juta yang diberikan kepada atasan mereka. Tidak hanya honor, komandan lapangan 
saat meninjau lokasi juga mendapat fasilitas mobil Terano dan Isuzu Panther.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Saud Usman Nasution 
menyatakan tak tahu-menahu ihwal anggotanya menerima honor dari PT Silva.
“Saya cek dulu kabar itu,“ ujarnya. Meski begitu, Saud meminta agar menunggu 
hasil tim khusus dari Mabes Polri yang dikirim ke Mesuji.

Adapun Kepala Polri Jenderal Timur Pradopo menjamin netralitas polisi dalam 
konflik di Mesuji.
Dia menegaskan, keberadaan polisi adalah sebagai langkah preventif serta 
menindak jika terjadi pelanggaran. “Saya menjamin tak ada keberpihakan pada 
salah satu pihak. Kami netral,“katanya.

Jenderal Timur juga akan terus mengevaluasi penempatan satuan Brimob di lokasi 
perkebunan kelapa sawit, yang sering kali menuai kontroversi. “Evaluasi akan 
kami lakukan terus-menerus,“ ujarnya.

NUROCHMAN ARRAZIE | INDRA WIJAYA | ANANDA W. TERESIA | MUNAWWAROH | SUKMA 

     



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke