http://epaper.tempo.co/PUBLICATIONS/KT/KT/2011/12/28/index.shtml?ArtId=007_003&Search=Y

     Ani Yudhoyono Diusulkan Gantikan Anas  
           
            JAKARTA 
     



Ketua Dewan Pengurus Pusat Partai Demokrat Ruhut Sitompul mengusulkan Kristiani 
Herawati atau AniYudhoyono untuk menggantikan Anas Urbaningrum jika ketua umum 
partai berlambang mirip logo Mercy itu mundur atau diberhentikan sementara. 
“Beliau yang paling pas,“kata Ruhut saat dihubungi kemarin. 
Menurut Ruhut, istri Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang 
Yudhoyono itu cocok karena sebelumnya pernah menjabat wakil ketua umum. Selain 
ikut memiliki andil mendirikan partai, Ani dinilai bisa diterima dan bakal 
didukung semua kalangan.

Selain Ani, nama yang diusulkan adalah Ketua Partai Demokrat Jawa Timur 
Soekarwo. Rektor Institut Agama Islam Negeri Sunan Ampel, Surabaya, Nur Syam, 
menilai Soekarwo layak dipertimbangkan. Sedangkan menurut Sekretaris Partai 
Demokrat Jawa Timur Bonnie Laksmana, Soekarwo tepat karena bebas dari konflik 
internal elite Demokrat.

Wacana penggantian Anas mengemuka setelah serangan Muhammad Nazaruddin semakin 
gencar. Terdakwa kasus suap Wisma Atlet Jakabaring, Palembang, ini menuding 
Anas terlibat dalam korupsi proyek pembangunan kompleks olahraga Hambalang, 
Sentul, Jawa Barat, senilai Rp 1,2 triliun. Nazar mengklaim sudah menyerahkan 
bukti-bukti keterlibatan Anas ke Komisi Pemberantasan Korupsi.

Pengamat politik dari Charta Politika, Yunarto Wijaya, berpendapat Ani tak akan 
mampu mengangkat partai dari keterpurukan. Faktor trah Yudhoyono memang membuat 
Ani diterima semua pihak untuk jangka pendek.“Tapi untuk jangka panjang justru 
akan menjadi awal degradasi Demokrat,“kata dia.

Hal senada diungkapkan oleh pengamat politik dari Universitas Indonesia, Arbi 
Sanit. Menurut dia, Ani tak punya kecakapan memimpin partai. Ia juga diragukan 
mampu menyelesaikan konflik internal partai.
“SBY saja tidak bisa menyelesaikan kemelut di kalangan elite, apalagi Ani yang 
tidak punya kapasitas menangani masalah Demokrat,“kata dia. ISMA SAVITRI


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke