Memalukan sekali, kejadiannya di belantara hutan Kalimantan,
tapi diekspos di Inggris. Bagaimana respon Pemerintah Indonesia ?
Paling komentarnya, manusia yang jelas2 warganegara aja nggak
terurus semua, apalagi Orangutan ?

Hendak Ditembak Pemburu, Induk Orangutan Peluk Anaknya
Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
Sabtu, 28/01/2012 18:33 WIB
 


Four Paws/Daily Mail
London - Sungguh dramatis. Seekor orangutan betina yang tengah hamil dan 
anaknya hanya bisa saling berpelukan saat dikepung dan hendak dibunuh oleh 
sekelompok pemburu di Kalimantan. Beruntung, sepasang ibu dan anak orangutan 
tersebut berhasil selamat setelah aktivis penyelamat hewan dari Inggris datang.

Aktivis penyelamat hewan liar bernama Four Paws, yang bermarkas di Inggris, 
menghentikan aksi pembantaian yang akan dilakukan oleh para pemburu tersebut 
tepat pada waktunya. Kedua orangutan tersebut akhirnya diamankan ke sebuah 
hutan terpencil dan aman dari para pemburu.

Namun, pihak Four Paws memasangkan alat pelacak pada keduanya agar mereka bisa 
dipantau pergerakannya demi keselamatan mereka. Demikian seperti diberitakan 
oleh media Inggris, Daily Mail, Sabtu (28/1/2012).

"Kedatangan kami tidak bisa lebih tepat waktu. Jika terlambat beberapa menit 
saja, pasti orangutan tersebut sudah tewas," ujar ahlir primata dari Four Paws, 
Dr Signe Preuschoft.

"Kami menemukan sekelompok pemuda mengepung mereka dan kedua orangutan terlihat 
membatu karena takut. Kelompok pemuda tersebut tampak bergembira karena 
membayangkan upah yang mereka dapat dengan menangkap dan membunuh orangutan. 
Pembantaian seperti ini harus dihentikan," imbuhnya.

Preuschoft menuturkan, aktivis Four Paws telah menyisir wilayah hutan 
Kalimantan yang berada di perbatasan antara Indonesia dengan Malaysia untuk 
menemukan orangutan yang berhasil selamat dari pembantaian. Namun upaya mereka 
tidak membuahkan hasil.

Dijelaskan dia, habitat orangutan terus berkurang akibat penebangan liar dan 
ini berdampak pada berkurangnya jumlah spesies orangutan secara drastis.

Kondisi ini ditambah dengan adanya perusahaan kelapa sawit yang menganggap 
orangutan sebagai hama karena mengancam kelangsungan bisnis mereka. Mereka pun 
menyewa sejumlah orang untuk memberantas orangutan dan bahkan setiap kepala 
orangutan dihargai nyaris Rp 1 juta.

Pembantai orangutan ini menjadi berita heboh di Indonesia pada September 2011 
lalu. Saat itu, sejumlah aktivis dan mahasiswa setempat menemukan tulang 
belulang orangutan dalam jumlah besar.

"Membunuh orangutan adalah perbuatan melanggar hukum di Indonesia, namun hukum 
yang berlaku kurang ditegakkan dengan baik. Sebelum bulan November tahun lalu, 
hanya 2 tersangka kelas teri saja yang ditangkap. Tapi pada 2 bulan terakhir, 
ada sekitar 10 orang yang ditangkap, termasuk seorang manajer senior dari 
perusahaan perkebunan dimana tulang belulang orangutan ditemukan," jelas juru 
bicara Four Paws.

Di sisi lain, bayi-bayi orangutan yang ditinggal mati oleh induknya justru 
ditangkap hidup-hidup untuk dijual secara gelap.

(nvc/gah)

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke